Pesona Sopir Pribadiku

Pesona Sopir Pribadiku
Chapter 11


__ADS_3

Saat ini mobil yang mereka tumpangi sudah sampai didepan gerbang sekolah, tanpa mengatakan apapun Kanaya langsung keluar dari mobil tersebut, bersamaan itu terlihat seorang gadis cantik berlari kearah nya, dan siapa lagi kalau bukan Nina sang sahabat.'' Hei ada apa denganmu? kenapa berlari seperti itu?'' ucap Kanaya dengan tatapan bingung.


'' Man sopir loe Nay? gue mau kenalan sama dia.'' ucapnya yang sama sekali tak menggubris ucapan sang sahabat, membuat Kanya mendengus kesal


Jadi karna ingin bertemu dengan Reno makanya dia sampai berlari seperti itu, menyebalkan sekali


Batin nya yang entah kenapa merasa kesal mengetahui kenyataan tersebut, kebetulan saat itu memang Reno belum pergi dari sekolah tersebut, sebab saat ini dirinya sedang menerima panggilan masuk dari seseorang. Tiba-tiba Reno dikagetkan dengan masuknya seorang gadis cantik didalam mobil, dan dia adalah Nina sahabat dari nona mudanya tersebut, sontak masuknya Nina secara tiba-tiba membuat Reno sedikit terkejut, dan hingga membuatnya mau tak mau akhirnya menyudahi telpon tersebut.


'' Nona apa yang anda lakukan?'' ucap Reno, membuat Nina hanya tersenyum canggung.


'' Kenalkan nama ku Nina sahabat Kanaya.'' ucap gadis itu, sambil mengulurkan tangannya pada sang pria pujaan nya tersebut, ya Nina memutuskan untuk melupakan Rian sepupu dari Dion, dan mulai mengejar cinta sopir tampan dari sababat nya


'' Saya Reno.'' ucapnya yang akhirnya menyambut uluran tangan gadis itu. Saat Nina ingin kembali membuka suara tiba-tiba pintu depan mobil dibuka oleh seseorang, yang tak lain adalah Kanaya, Kanaya yang awalnya tidak ingin memperdulikan keduanya, tiba-tiba berubah pikiran, ada rasa tidak rela dihatinya saat sahabatnya Nina mendekati sopirnya tersebut.


'' Loh Nay, kok loe balik lagi? bukannya tadi loe bilang mau masuk kelas ya?'' ucap Nina, namun Kanaya sama sekali tak memperdulikan ucapan sahabatnya itu, karna saat ini pandangannya tengah fokus pada tangan Reno dan Nina yang masih saling bersentuhan.


'' Sampai kapan tangan kalian itu saling menempel?'' ucapnya datar, Reno yang baru tersadar langsung menarik tangan nya, sedangkan Nina hanya tersenyum nyengir, sambil menunjukan deretan giginya yang putih.


'' Cepat Nin kita sudah terlambat ini.'' ucap Kanaya terlihat kesal


'' Lagian loe aneh, bukannya tadi loe udah melangkah jauh ya sampai parkiran, lalu kenapa sekarang malah balik lagi coba? aneh banget.'' ucap Nina

__ADS_1


'' Maaf nona Nina, sebaiknya anda dan nona Kanaya sekarang masuk, karna mungkin sebentar lagi bel masuk kelas akan berbunyi.'' ucap Reno yang juga ikut memperingatkan


'' Tapi nanti kak Reno datang lagi kan?'' ucap Nina dengan gaya manja


Apa? kak? apa aku gk salah dengar? astaga Nina, sepertinya dia memang niat banget ingin mengejar cinta Reno


Batin Kanaya


***


'' Sepertinya loe niat banget ya, mendekati Reno?'' ucap Kanaya, saat ini keduanya sedang berjalan menuju halaman sekolah.


'' Tentu, bukannya sudah gue bilang ditelpon sama loe? gue itu memutuskan untuk mengejar cinta sopir tampan loe itu, karna gue merasa sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan nya, sumpah dia itu ganteng banget Nay, secara fisik dia itu idaman gue banget.'' ucap Nina sambil tersenyum membayangkan pria idamannya tersebut


'' Memangnya loe gk tertarik sama Reno? bahkan dia lebih tampan dari Dion loh Nay.'' ucap Nina menggoda


'' Gue mah ogah, mau dia setampan apapun, tetap aja dia seorang sopir, memang loe mau punya pasangan sopir?'' ucap Kanaya, membuat Nina mengerutkan keningnya, ia pun langsung menarik tangan sahabatnya tersebut, membuat langkah Kanaya seketika terhenti.


'' Sejak kapan loe mulai merendahkan pekerjaan orang lain? bukannya biasanya loe sendiri yang mengatakan jika suatu pekerjaan itu sangatlah mulia, apapun bentuk pekerjaannya, selagi itu dijalan yang halal? tapi sekarang kenapa loe seolah mempermasalahkannya?'' tanya Nina merasa heran


Nina benar, kenapa aku bisa mempermasalahkannya, kenapa aku jadi bersikap seperti ini sih?

__ADS_1


Batin Kanaya, namun sebisa mungkin ia mencoba agar Nina tak menaruh curiga padanya


'' Ya maksud gue, loe itu kayak gk ada cowok lain aja, dia kan umurnya udah tua, masa loe mau sih sama dia?'' ucap nya mengalihkan pembicaraan


'' Justru karna dia itu sudah tua, pasti pengalamannya lebih banyak, dan aku suka itu, lagian setua apa sih dia? paling juga umurnya diatas dua puluh, tebakan gue nih ya umur kak Reno pasti masih dua tiga, atau dua empat, benar kan?'' tebak Nina


'' Kak? loe manggilnya kak Reno? bisa aja loe.'' ucap Kanaya yang sebenarnya mengandung nada ejekan didalamnya


'' Biarin, sirik aja loe.'' jawab Nina dengan nada sewot.


Saat keduanya ingin masuk kedalam kelas tak sengaja Nina melihat Dion sedang bersama dengan seorang gadis.'' Loh Nay itu si Dion ngapain sama si nenek sihir?'' ucap Nina sambil menunjuk kearah dua orang yang berdiri tak jauh dari mereka, Kanaya pun langsung mengikuti arah pandang sahabatnya.


Dion, sedang apa dia bersama Silvia?


Batinnya penuh tanda tanya, namun secara yang bersamaan ternyata Dion melihat kearah mereka, dan ia sedikit terkejut saat pandangan kedua gadis itu mengarah pada nya, sedangkan Dion tanpa pikir panjang langsung berlari menghampiri mereka, tepatnya Kanaya kekasihnya. Namun sebelum pemuda itu sampai keduanya sudah kembali melanjutkan langkah mereka karna bel masuk kelas juga sudah berbunyi.


Saat ini Dion sudah berada disamping kanaya.'' Nay tadi itu aku gk sengaja bertemu dengan Silvia, kamu jangan salah paham '' ucap Dion yang langsung menjelaskan jika dirinya tidak ada hubungan apapun dengan gadis yang tadi sempat berbicara dengannya.


'' Jangan bahas ini sekarang Dion, kamu gk lihat itu Bu guru sudah ada didepan kelas?.'' ucap Kanaya, setelah itu ia fokus pada guru yang memang baru saja memasuki ruang kelas, sedangkan Dion yang duduk tak jauh darinya hanya bisa menghela nafas kasar.


'' Nay kayaknya loe harus mulai ngawasi si Dion deh.'' ucap Nina sambil berbisik, karna memang mereka duduk saling berdampingan, pernah Dion ingin bertukar posisi dengan Nina, namun gadis itu menolaknya dengan alasan ingin mendapat contekan dari sahabatnya itu, jika sewaktu-waktu ia tak mengerti dengan mata pelajaran dikelas, licik memang, tapi begitulah Nina, meskipun begitu Kanaya tidak mempermasalahkan nya, dan dengan senang hati maka gadis cantik tersebut akan membantu sang sahabat, jika ia kesulitan dalam mata pelajaran tersebut.

__ADS_1


Next


__ADS_2