
Remaja dengan pakaian SMA itu memasuki bangunan tua yang terletak di kaki bukit. Rumah tua terbengkalai, dengan bangunan reot.
“Waw… kali ini gue merasa bolos yang spektakuler.” Seru gadis SMA dengan penampilan rebel.
Rambut warna pink menyala, dengan pakaian ngetat dan rok super pendek. Untuk menutupi kaki jenjangnya ia mengenakan celana legging hitam yang ia robek-robek dari paha hingga lutut.
Ia mengenakan giwang ukuran besar di sepasang daun telinga yang juga bertindik itu. kulitnya yang kuning langsat sepintasnya membuatnya terlihat cantik secara fisik.
Emang cantik sih, tapi semua itu tidak ada nilainya dengan kelakuannya yang memang ansos dan rebel itu.
Sementara itu satu remaja lainnya berdiri disebuah dinding yang masih memajangkan foto keluarga.
Remaja laki-laki itu juga mengenakan seragam yang sama, SMA. Namun penampilannya
terbilang rapi dan stylist.
Mengenakan seragam dengan cara normal, ukuran normal. Potongan rambut anak sekolah yang normal, lurus normal. Mengenakan kaca mata mines seperempat yang menghiasi batang hidung yang mancung itu.
Yang membuat anak itu terkesan stylist adalaha sweater hitam yang dirancang oleh disainer ternama, yaitu Arinda Style.
Bola mata coklat terang itu melihat sosok yang ada di Frame itu.
“Saaaaa… nanti kalau bully orang, gua pinjam tempat ini ya?” seru anak perempuan itu.
Dia sibuk melihat tiang kayu yang tinggi dan terlihat kokoh. “Saaa… lu dengar gue ga?”
Karena diabaikan dia merasa bosan.
“Jangan gitu donk bestie. Gua udah tau carab alas dendam ke Debi and the gank. Gua mau culik dan bawa mereka kesini.” Ucapnya yang menghampiri temannya.
“Saaa….!”
Dia melihat temannya yang masih tertarik melihat foto tua yang terpajang disana. Dia melihat foto keluarga. Anak perempuan yang terlihat seumuran mereka berpose bersama ibunya.
“Dia siapa Sa?”
“Dia ibu gue.”
“Arinda? tanten Arinda masa gitu sih? Ga miripi,”
“Itu Mami gue. Yang in ibu Gue, Ras. Ibu kandung gue.”
__ADS_1
“Dia sekarang dimana?” tanya Laras tanpa ada rasa iba.
“Dia ada di suatu tempat. Dan hanya gue yang bisa bawa dia kembali, gitu kata Mami.”
Laras hanya mengangguk. Sebenarnya dia tidak paham. Tapi apa daya, dua orang berbeda dunia dan masalah hidup ini tidak akan mengerti satu sama lain.
“Ibu lo cantik!” kata Laras tulus.
“Terima kasih!”
“Karena gue udah muji ibu lo, berarti gue bisa pakai tempat ini buat menghajar anak-anak yang gangguan kit aitu?”
“Boleh… siapa tau mereka berguna untuk mempertemukan gue dengan ibu gue.” Ucap Satria
tersenyum.
Wajah Laras bersemu merah. Kali ini ia tidak bisa pungkiri, kalau Satria memiliki senyuman manis mamikat. “Saaa… ayo kita kembali ke kesekolah. Sudah terlalu sore, dan jarak tempat ini kekota 3 jam.”
“Oke!”
Dua remaja ini segera meninggalkan tempat ini. Malam semakin larut dan Satria menyadari tempat yang terlihat sepi ini akan ramai saat matahari telah terbenam dibalik gunung besar itu.
Dia menarik tangan Laras untuk menaiki mobil yang terpakir didepan sana. Laras merasa deg-degan, sedangkan Satria tidak menjadikan perlakukannya sebagai tindakan istimewa.
“Mbok Lastri, kau dengar…”
“Saya juga lihat Rohi. Dia sudah tumbuh besar. Nyonya Arinda melakukan tugasnya dengan
baik.”
“Dia akan menemui ibunya.”
“Tapi dia akan mati.”
“Atau Merry yang akan mati.”
“Takdir yang memilukan.”
“Bisa kau cegah Rohi?”
“Apa yang harus saya lakukan, Lastri?”
__ADS_1
“Lakukan hal yang sama saat bersama Merry.”
“Melakukan apa?”
“Pelindung anak itu. Dia tidak boleh mati. Merry juga menginginkan itu.”
“Kapan Merry minta?”
“Saat dia masih menjadi manusia. Saat itu dia ingin melindungi Satria dengan segenap kemampuannya, meski nyawa taruhannya.”
“Benarkah?”
Lastri mengangguk. “Temui dia Rohi, dan lindungi dia.”
“Lastri….”
“Lagian kalau lama menganggur, kau hanya membuat rumah berantakan.”
Rohi terdiam. Ternyata setan ini tidak suka dia berada dirumah. Rohi kemudian kembali melihat mobil matic itu melaju menjauh meninggalkan rumah.
“Dia yang pergi tentu akan kembali ke rumah.” Gumam Rohi.
Pesta Jailangkung 2
Home Sweet Home
The End?
Terimakasih untuk semua pembaca yang sudah sampai akhir capter "Pesta Jailangkung 2 _ Home Sweet Home." Terimakasih atas kesabaran dan dukungan yang memberiku semangat, dan ingatan untuk menyelesaikan cerita ini.
Kesabaran kalian adalah rasa bersalahku
dan ingatan kalian untuk terus apload adalah bentuk semangatku
saya sangat terbuka akan kritik dan saran dari para pembaca agar terus melahirkan cerita-cerita original yang semakin bagus.
Dan tampaknya saya tidak akan berhenti begitu saja untuk menulis cerita-cerita bergenre horor di Novel toon.
Salam hangat dari dapur Mbah Uti dan pasukan hitam
__ADS_1
**Mbah Uti Cosplay KK di Met Gala **