POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
Chapter I, Kembali ke Sekolah


__ADS_3

Pagi ini benar-benar menjadi hari yang membuat hatiku sedikit deg-degan.


Sudah banyak tugas yang diperintahkan kepadaku selalu kuselesaikan dengan baik, dan selalu membuat atasanku selalu puas dan bangga.


Tidak seperti tugas-tugas sebelumnya,hari ini aku mendapat tugas menyamar sebagai murid sekolah SMA pindahan yang cuek, pandai tapi sombong.


Sebuah tugas yang penuh dengan tantangan.


Untuk memudahkan tugasku aku bekerja sama dengan salah satu guru yang memgajar di sekolah itu.


Saatnyapun akhirnya tiba.


dengan sedikit deg-degan, aku memasuki area sekolah.


Banyak murid-murid lain yang memandangiku karena baru kali ini aku memasuki sekolah ini.


Tidak sedikit dari mereka yang segaja menggodaku.


"Anak baru ya?"


"Aduh cantiknya!"


Kelas yang kucaripun ketemu, dan aku langsung mencari tempat duduk.


Dan disaat bersamaan guru kelas memasuki ruangan.


Pak guru menyuruh aku ke depan untuk memperkenakan diri kepada teman sekelas, dan akupun segera maju mempekenalkan diri.


"Halo semua!"


Perkenalkan namaku linda.


Aku pindahan dari salah satu sekolah favorit di daerah jawa tengah.


Aku ingin pindah menempuh pedidikan di Jakarta karena katanya mutunya lebih bagus.


Mulai SD, SMP, Dan SMA kemarin,aku selalu juara kelas.


Aku disini ingin mencari ilmu dan berbagi ilmu dengan teman-teman


Cukup sekian aku memperkenalkan diri.


Terima kasih.


"Huhh! Sombong sekali dia!"


Bisik Ita sama atik.


"Ya betul! Sombongnya nggak ketulungan"


"Tapi cantikkan?!" timpal agus berkomentar.


"Dasar mata kranjang!


Kalau ada yang cantik matanya langsung hijau!"


Bisik ita kegi sambil mencubit pinggang agus.


"Aduhhh!!?"


Karena cubitannya Ita sangat kuat,agus menjerit keras dan semua pada menoleh ke Agus dan Ita.


"Ada apa ini?! Tanya pak cahyo guru kelas.


" maaf pak! Nggak ada apa- apa!" Jawab agus sambil duduk kembali dikursinya.


Agus dan Ita sudah hampir 1 tahun berpacaran.


Karena sifat agus yang mata kranjang dan play boy membuat Ita sering uring-uringan.


Karena Agus tampan,banyak teman satu kelas,bahkan kelas lain naksir sama Agus.


Dan banyak juga yang sudah dipacarinya,setelah bosan diputusin begitu saja.


Agus selama ini hanya memanfaatkan Ita karena uangnya yang banyak.


Jam istirahat pun tiba.


Karena malas dan sebagai siswa baru,aku sengaja istirahat didalam kelas saja.


"Hai!"


Tiba-tiba agus nyamperin aku.


Dia langsung duduk disebelahku dan..


"Aku agus!"


Dia memperkenakan diri sambil menyodorkan tangannya.


"Aku sudah tahu!"


Jawabku singkat tanpa memperdulikan permintaan jabat tangannya.


Aku tahu dia kecewa,tapi apa peduliku.


Sementara di bangku belakang nampak ada teman laki-laki yang memperhatikanku sejak tadi.


Sepertinya dia pendiam orangnya.


Kalau dilihat tampan juga orangnya.


Akhirnya mata pelajaran kesukaanku dimulai,yaitu matematika.


Pelajaran yang dianggap seperti momok bagi banyak murid.


Aku sendiri nggak tahu,kenapa dalam pelajaran matematika aku selalu mendapatkan kesenangan dan kepuasan.


Bu Gayatry adalah guru matematika yang tekenal galak, dan semua murid sudah paham hukuman jika tidak nengerjakan tugas atau tidak bisa mengejakan soal.


Kebetulan saat itu ada pekerjaan rumah matematika.


Nampak semua murid terdiam menunduk tak bersuara.


"Coba keluarkan buku tugas kalian, dan siapa yang tidak mengerjakan tugas silahkan keluar kelas tidak usah mengikuti pelajaran saya.!".


Nampak beberapa murid keluar ruangan karena merasa lalai dalam mengejakan tugas.


Karena masih baru,aku di suruh memperhatikan dulu saja.


Ketika buku tugas dikeluarkan, dan satu persatu soal dibahas,semua murid menunduk,tak ada satupun murid yang berani menatap kedepan.


"Soal sudah dibahas berulang-ulang,tapi tetap saja tidak mengerti,kenapa ?!"


Bu gayatry akhirnya memanggil satu murid maju kedepan.


"Septian! Tolong maju kedepan".


Nampak seorang laki-laki yang yang selalu terlihat pendiam itu berdiri dari bangkunya.


perawakann tegap,tinggi,bersih dan tampan.


"Oh,, ternyata anak yang diam saja tadi Septian namanya".


Pikirku dalam hati.


Dengan sedikit ragu-ragu dia maju kedepan.

__ADS_1


Bugayatri langsung menyuruh menyalin hasil tugasnya dipapan tulis.


Nampak septian menulis di whiteboard beberapa angka lalu berhenti.


" kenapa berhenti,teruskan?"


"Maaf bu,saya tidak bisa mengerjakannya.!


Ucap Septian pasrah.


Bu Gayatri berdiri dari kursinya dan nenghampiri Tian.


Nampak septian didepan dimarah-marah sama bu gayatry, karena tidak bisa mengerjakan soal yang di tulis di whiteboard.


Lama-lama aku kasihan dengan septian yang dimarahi terus.


" eh! Kenapa aku harus kasihan?!.


Emang siapa dia harus kasihan.


Dengan sangat marah, akhirnya Septian disuruh duduk lagi.


Sudah setengah jam pelajaran,tak satupun soal berhasil dikerjakan.


"Maaf bu! Boleh saya mencoba?!"


Tanyaku minta ijin.


Semua mata dikelas tertuju padaku.


"Silahkan"


Dengan sedikit takut, dan ragu-ragu, aku melangkah maju ke depan kelas.


Kuperhatikan soal lalu kukerjakan.


Kurang dari 3 menit soal selesai.


"Sudah selesai bu!"


Bu Gayatry berdiri melihat ke whiteboard sambil senyum-senyum.


"Bagus! Betul!"


"Ibu senang dikelas ini ada yang jago matematika.


Kalian semua harus sering tanya sama linda jika ada kesulitan,mengerti?!"


Mengerti buuu!..


Serentak semua menjawab.


Akhirnya jam pelajaranpun berakhir.


Banyak yang ingin ngobol denganku,banyak pula yang cuek saja.


Dan kulihat Septian dengan ekspresi tak berubah merapikan perlengkapannya hendak pulang.


Aku pulang mengendarai motor matic tebaru.


Aku berencana jalan-jalan sebentar di ibu kota.


Ketika melewati jalan yang sepi, tiba-tiba ban motorku bocor.


Terpaksa aku menuntun mencari tambal ban.


Karena capek aku istirahat dulu.


Nampak dari arah belakang Septian naik motor.


"Tolongin aku yan! Banku bocor!"


Setian dari atas sepeda motor memperhatikan ban motorku.


"Tiga ratus meter di depan ada tanbal ban" katanya.


Tanpa basa-basi lagi motornya terus melaju pergi tanpa membantunya mendorong.


"Gila!"


Dasar cowok sialan!


Main pergi gitu aja!


Aku dicuekin, dan dorong motor sendiri ke tambal ban.


"Dasar! Laki-laki tak punya hati.


Awas kamu nanti!" omelku karena jengkel ditinggal begitu saja.


Dengan badan penuh keringat nyampek juga ditempat tambal ban.


"Sukurin!"


Bocor juga ban motor kamu.


Kata orang jawa itu namanya kuwalat!


Kalau ada orang perempuan kesusahan nggak mau nolong, begini jadinya.!?


Septian dan tukang tambal ban cuma memandangiku saja nelihat aku ngomel terus.


"Bang! Motorku duluan ya, ;yang di tambal."


"Tidak bisa,motorku duluan bang!" septian nggak mau ngalah.


"Laki-laki harus ngalah dong sama perempuan!" kataku mencari alasan.


"Tidak bisa!"


Yang datang aku duluan,berarti yang ditambal motorku duluan!.


Septian terus nggak mau ngalah.


"Sudah! Sudah!"


Abang tambal ban melerai kami berdua.


Kalau matornya mas ini bannya robek,harus ganti.


Dan kebetulan saya nggak punya ban ukuran motor laki.


Sebaiknya masnya beli ban dalam dulu ditoko,nanti baru saya pasang.


Kemudian tukang tambal ban mengecek motor saya. Dan setelah di cek ternyata hanya bocor kecil.


Sepertinya Septian sedang telpon temannya supaya membelikan ban motor dan mengantarnya ke sini.


Tanpa sepengetahuan septian, aku kerjain motornya.


Busi motornya aku ganjal pakai plastik supaya tidak bisa nyala.


Motorku akhirnya selesai, dan aku bersiap pergi,tetapi lima ratus meter dari tambal ban aku berhenti.


Aku memesan es campur yang kebetulan mangkal disitu.


"Bang es satu!" pesanku.

__ADS_1


"Tunggu sebentar ning!".


Aku melihat jalan yang baru saja kulalui.


Sebentar aku berdiri menengok dan kemudian duduk lagi.


Sekitar hampir 1 jam menunggu.


Terlihat Septian sedang mendorong motornya.


Nampak bajunya basah penuh keringat.


Aku Dengan senyum cekikikan pura-pura tidak melihat kedatangannya,cepat-cepat kuhabiskan esku.


Aku nyalakan mesin motorku motorku,sambil menunggu Septian.


" kenapa motormu yan?" tanyaku pura-pura nggak tahu.


"Nggak tahu,tiba-tiba ngadat dari bengkel tadi,padahal kemarin baru aku servis mesinnya!? Jawab septian heran dengan nafas ngos-ngosan.


" coba dicek businya!" kataku masih diatas motor.


"Mungkin businya kotor"


Kemudian septian menarik kabel busi motornya.


Dia kaget busi motornya diganjal plastik sehingga aliran listrik tidak nyambung.


"Kurang ajar ini pasti kerjaan!??..


Belum sempat dia marah-marah padaku,aku langsung pergi dan..


" sampai jumpa besok di sekolah" teriakku dengan motor terus melaju.


"Ohh! Dasar cewek gila!"


Septian marah-marah sendiri,karena berhasil ku kerjain motornya.


"Siapa sebenarnya cewek!?"


Murid baru tapi sudah bikin ulah.


Awas nanti ,akan aku balas!


Guman Septian sendirian.


Pagi-pagi aku sudah datang dikelas.


Teman sekelas baru beberapa murid yang datang.


Aku langsung menuju ketoilet untuk buang air besar.


"Gimana barangnya ada?"


"Sip"


Terdengar olehku dua orang sedang mengobrol pelan.


Aku hanya bisa mendengar karena kebetulan sedang diare.


Selesai buang air besar aku langsung keluar,dan kulihat kiri kanan tidak ada siapapun.


Aku berusaha mengingat suara perempuan dan laki-laki tadi.


Kebetulan jam pertama pelajaran sekolah adalah pelajaran olah raga.


Pak bagas adalah guru olah ragaku.


Kebetulan disaat yang bersamaan ada kelas lain yang mata pelajarannya olah raga juga.


Untuk pemanasan aku mengambil bola basket dan belajar sooting ball.


"Halo cantik!"


"Kurang ajar!"


Tiba-tiba anak laki-laki kelas lain mencubit pantatku.


Merasa dipermalukan dan dilecehkan, aku sangat marah.


Belum telalu jauh dia pergi bola basket yang kupegang aku lempar sekuat tenaga kearahnya dan tepat mengenai tengkuknya.


Dia jatuh tersungkur,dan kemudian berdiri lagi dengan emosi datang kearahku.


"Dasar cewek sialan!".


Di berusaha memukulku,tetepi...


" jangan memukul cewek bro, malu!


Ucap Septian yang datang tiba-tiba sambil memegang tangan laki-laki yang hendak


Memukulku.


Dan akhirnya septian dorong- dorong dengan laki-laki itu dan hendak berkelahi.


Dan disaat yang bersamaan ada benda kecil yang jatuh dari balik baju Septian dan segera aku pungut.


Akhirnya perkelahian dapat di hindari.


"Yan,makasih ya!" Ucapku.


Dia diam saja seolah tidak mendengarku bicara.


Sebelum pelajaran sekolah selesai,tiba-tiba kepala sekolah bersama dua orang polisi sektor memasuki kelas kami.


"Anak-anak mohon tenang sebentar!"


Kemudian kepala sekolah menjelaskan kepada murid-murid didalam kelas diduga ada peredaran narkoba.


Akhinya semua murid di cek satu persatu.


Ketika tiba giliran septian dicek berkali-kali secara detail.


Ketika mengambil bungkusan yang jatuh dari Septian tadi aku tahu itu narkoba,dan aku langsung menyimpan ditempat aman.


Aku merasa bukan Septian pelakunya,pasti dia di jebak.


Tidak mungkin polisi mengecek dia berkali-kali,kalau polisi tidak dapat informasi lebih dulu, dan berlaku subyektif.


Septianpun protes merasa diperlakukan tidak adil.


"Cukup!..cukuppp!"


Teriakan Septian membuat seisi kelas kaget.


Polisi yang memeriksa Septianpun akhinya berhenti.


"Coba lihat!"


Di ruangan ini ada 35 siswa tetapi kenapa hanya saya yang periksa berulang-ulang.


Apa beda saya dengan yang lain.


Septian terlihat sangat emosional dan polisi yang memeriksapun pergi dan tak menemukan bukti apapun.


Akupun merasa ada yang nggak beres dalam kasus ini.

__ADS_1


__ADS_2