
Jam sembilan pagi aku bersama Septian sudah tiba di kantor.
Aku segera memasuki loby dan ketika kubuka pintu nampak rekan polisi berjajar dan...
"Hormat...greakkk!"
Semua rekan memberi hormat padaku dan Septian.
"Tegap greakk!"
Aku dan Septian segera menyalami dan mengucapkan terima kasih.
Berhubung komandan masih ada tamu,aku menunggu dulu diloby sambil ngobrol dengan teman-teman.
"Septian,?!...
Suara seorang perempuan menyapa Septian
" vera?!..
Septian membalas sapaan wania itu.
Nampak wanita seumuran septian.
Terlihat sangat cantik sekali wanita ini.
"Sudah lama tak jumpa" kata Septian.
"Iya,setelah lulus SMP aku pindah ke surabaya dan sekarang aku mau sekolah lagi disini"
Lama nggak jumpa kamu tambah ganteng dan tampan saja.
Kata vera sambil mencubit pipinya Septian.
"Sudah punya pacar belum yan?" tanya vera
"Mana ada cewek mau jadi pacarku!" jawab septian.
"Aku mau kok,kamu kan cinta pertamaku!"
Huh dasar cewek gatel..pikirku dalam hati.
Tak tau kenapa aku kok jadi cemburu.mamang aku dan Septian belum pacaran tetapi sebagai lelaki dia harusnya tahu perasaanku.
"Aduhhhh...aku benar-benar cemburu berat!"
"Papa..."
Tiba-tiba Vera menggandeng tamu yang baru keluar dari ruang komandan.
Semua polisi yang ada di situ memberi hormat padanya termasuk aku.
"Pa!... kenalin temanku Septian."
Setelah jabat tangan Vera dan ayahnya pergi.
Vera sempat memberikan kiss by pada Septian.
Aku dan Septian segera masuk.
Baru saja masuk ruangan, komandan terlihat marah denga membanting map ke meja.
"Brakkkk!..."
Nampak komandan marah sekali.aku dan Septian saling pandang.
Aku menebak dia marah-marah gara-gara aku melibatkan orang sipil dan tidak izin dalam membentuk team untuk menangani kasus ini.
"Siapa ini!?" tanya kapten Anton.
"Ini temanku yang membantu menangani kasus ini ndan..."
Jawabku
"Sebenarnya saat ini.saya mau marah gara-gara kamu tidak izin, dan melibatkan warga sipil dalam menangani kasus"
"Tadi kamu tahu,siapa yang kesini?"
Aku dan Septian hanya mendengarkan saja komandan bicara.
"Dia kombes victor dari Mabes.
Dia minta kasus ini dihentikan dan akan di ambil alih oleh beliau.
Aku merasa ada yang janggal didalam kasus ini."
"Kalau dulu seandainya kita nggak berhasil, dan kasus ini dia ambil alih itu masuk akal.
Kita dianggap gagal.
Tetapi pelaku tertangkap dan kasus akan terbongkar malah disuruh berhenti, dan kasus di ambil alih.
" berarti kalau di ambil alih, tahanan juga dipindah ke Mabes ndan?"
"Betul!".
Dan untuk sementara kita ikuti saja perintah dari atas,karena kita tidak boleh menentang perintah.
Tetapi aku sendiri punya firasat tidak beres dikasus ini.
" oh ya...
Sebelum kasus ini benar-benar di ambil alih,kamu temui temanmu di penjara.cari info sebanyak-banyaknya tentang jaringan ini.
Waktu kalian mungkin cuma tiga hari,dan gunakan dengan maksimal.
"Siap ndan"
"Oh ya Sin!, Jangan cerita ke petugas lain masalah ini.
Sewaktu-waktu aku ingin ngomong banyak tapi tidak disini."
"Siap ndan"
Akhirnya kami izin keluar untuk menemui Ita dan totok yang masih dalam penjara.
Sebelum menemui aku dan Septian berdiskusi sebentar untuk langkah- langkah yang diambil.
Septian menemui Totok dan aku menemui Ita.
"Halo It..gimana keadaanmu?"
Aku coba untuk menanyakan kondisinya.
Nampak dia bungkam tak mau ngomong.
Sepertinya dia marah,benci padaku.
Hampir satu jam aku cari informasi tak banyak yang kudapatkan.
"It kamu boleh membenciku,tapi ada sesuatu yang lebih besar terjadi.
Aku dan Septian tidak ingin ada apa-apa dengan kamu dan Totok."
Akhirnya kuceritakan tentang akan dipindahkan dirinya ke Mabes.
Dan dia akan dijadikan tumbal dalam kasus ini untuk menutupi hal yang lebih besar.
"Itu keputusanmu dan kamu sendiri yang akan tanggung akibatnya, aku dan Septian hanya coba membantu.
Besok aku kesini lagi,semoga kamu merenungkan yang baru kukatakan.
__ADS_1
Jangan buat dirimu mati sia-sia.
Ingat orang tuamu dan saudara-saudaramu.
Setelah kukatakan semuanya akupun permisi.
Septianpun tak banyak dapat info dari totok
Tetapi kami berjanji akan terus mencari informasi sebanyak- banyaknya.
" teng...teng...teng..."
Jam dinding dirumah sudah berbunyi sepuluh kali.
akupun akupun segera kedepan menunggu Septian.kami berdua akan menemui Ita lagi.
Kami sengaja membawa alat Record untuk merekam pembicaraan dengan Ita.
Akhinya Septianpun datang dan kami berduapun langsung ke lokasi penjara.
Nampak Ita duduk sambil tertunduk lesu, begitu tahu kami berdua datang Ita langsung menangis.
"Yan...maafkan aku!."
Aku akan mengatakan semuanya asal kamu membantuku, aku takut sekali.
"Tenang it!"
Kalau kamu menceritakan semuanya aku akan terus memantau keberadaanmu, sehingga keamananmu dapat terkontrol.
Akhirnya itapun menceritakan semua dari awal.
Dia juga yang menfitnah Septian dan menyuruh orang menabraknnya saat berboncengan dengan Ranti.
Ita terus becerita tentang dirinya dan tentang jaringan narkoba.
Banyak yang dia ketahui,tetapi juga banyak yang tidak di ketahui.
Dia mengatakan kalau gudang dan pengolaha narkoba ada di daerah pedesaan dan pemimpin gembong narkoba di sebut ZULU 1 yang katanya orang yang punya kuasa.
Setelah merasa cukup kamipun
Permisi.
Kami menyimpan baik-baik hasil rekaman tadi untuk berjaga-jaga dalam menangani kasus ini.
Sebelum pulang kami mampir dikantor menemui komandanku .
"Siang ndan!"
"Selamat siang,silahkan masuk!"
Kapten Antonpun mempersilakan aku dan Septian masuk.
Kamipun menceritakan hasil penyelidikan kami tentang kasus Ita dan Totok.
Komandan semakin yakin ada hal besar yang terjadi.
Dan diapun berpesan agar kami selalu hati-hati.
Kami sengaja tidak memberikan hasil rekaman pada komandan.
"Oh ya!
Besok jam 10 siang bapak ke sekolah akan memberi pengarahan tentang bahaya narkoba.
Dan saya harap dik Septian mulai sekolah lagi, dan Santi kesekolah pakai baju polwan lengkap.
" Siap ndan!"
Kamipun mohon izin untuk pulang.
Rasanya capek sekali pikiran ini.aku mengajak Septian ketaman sebentar melepas penat.
"Lin,,sebenarnya namamu siapa sih?"
"Emangnya kenapa?"
Besok di sekolahan akan tahu namaku sebenarnya.
"Mas..beli airnya!.
Yang bayar orang ini ya mas!"
Kataku pada penjual air minum sambil menunjuk Septian yang aku tunjuk nampak plonga-plongo saja.
" Yan...
Aku mengajak kamu kesini ada banyak yang ingin aku tanyakan dan jawab dengan jujur.
"Oke..aku akan jawab dengan jujur,apa yang ingin kamu tanyakan".
" siapa vera dan apa kamu pernah pacaran sama dia?."
"Lahhh..kamu cemburu ya?".
Jadi selama ini kamu suka dan cinta sama aku lin?.
Aku nggak nyangka kalau selama ini aku jadi rebutan banyak cewek.
"Dasar cowok sialan ditanya malah ngajak canda!".
Aku jadi kegi dibuatnya,kuakui memang aku cemburu melihat keakraban Septian dan Vera kemarin.
Apalagi dia akan sering bertemu karena Vera akan sekolah di sini.
" Vera itu temanku SMP."
Anaknya periang tapi manja.
Ayahya polisi, ibuknya pengusaha.
Semua permintaan dia akan di kabulkan.
Lama tidak bertemu sekarang semakin cantik dan manis.
"Aduh...aduhh!..."
Septian teriak kesakitan setelah pinggangnya aku cubit.
Aku sangat kesal dia memuji Vera cantik dan manis.
Padahal Setiap hari aku selalu bersamanya tetapi tidak pernah dipuji dan dirayu olehnya.
Dasar laki-laki kalau ada yang baru , langsung nyosor.
"Ngambek ni ye!?"
Septian menggoda sambil mencubit pipiku.
Kemudian dia duduk di sampingku.
"Lin...san...atau siapapun namamu!".
Aku minta maaf kalau telah membuat kamu kecewa.
"Aku sendiri tidak tahu,apakah bayangan Ranti bisa hilang dalam pikiranku."
Kulihat Septian mulai teringat bayangan masa lalu dengan Ranti.
Matanya mulai berkaca-kaca dan tatapannya kosong.
__ADS_1
Akupun jadi berpikir apa selama ini aku hanya tempat pelampiasan karena wajahku yang mirip.
Entah kenapa tiba-tiba Septian berdiri dan kemudian menarik tanganku.
"Ayo pulang sudah sore,besok bu polwan harus ke sekolah.
Dan aku besok sudah mulai sekolah."
Akupun nurut saja dan ngikuti dia.
Diatas motorpun tanpa risih dan malu kupeluk pinggangnya.
Pukul sepuluh kurang aku sudah sampai di sekolah.
Nampak halaman sekolah dikasih tenda dan ada panggung serta murid-murid sudah duduk rapi di kursi.
Begitu aku datang para guru menyalamiku,dan teman-teman sekolah terus memperhatikanku karena pakai baju dinas.
Tepat pukul sepuluh kedua orang tua Septian tiba,aku segera menyalami mereka dan mereka berdua sangat bahagia sekali.
"Nak linda!..ehh santi terima kasih telah membantu!"
"Ya tante!..om!.sama-sama"
Itu Septian sedang menuju kemari.
Septian datang menemui orang tuanya, dan langsung sujud dikakinya.
"Maafkan Septian pa...ma...
Septian banyak salah!"
"Tidak anakku!'
Kata ayahnya sambil menarik Septian agar berdiri.
" papa dan mama salah, hari ini papa dan mama bangga denganmu nak!'.
Merekapun berpelukan karena sangat kangen karena lama tak bertemu, dan mereka memanggilku untuk ikut berfoto bersama.
Akhinya acara dimulai dengan sambutan-sambutan.
Dan acara puncak penyerahan penghargaan kepada bu Gayatri.pak Dedik.Septian dan aku.
Pukul satu siang acara selesai dan aku diminta oleh orang tuanya Septian untuk ikut tapi aku menolaknya karena ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.
"Nak Santi!..."..
Ibu sangat berterima kasih karena telah mengembalikan keutuhan keluarga kami.
Ibu tidak tahu bagaimana cara membalas semua ini.
Kini lembaran baru keluarga kami telah kembali.
Sudah larut malam.aku belum juga bisa tidur juga, padahal besok aku berencana kekampung dan menginap beberapa hari disana.
Akhirnya aku benar-benar bangun kesiangan,dan aku segera ambil handphone.
Lalu kuhubungi seseorang..
" halo sinta!...ini kak linda!"
"Ya kak. Katanya hari ini mau main kesini,jadi nggak?"
Kata Sinta memastikan.
"Ya jadi dong,ini sudah mau berangkat."
Aku dan Sinta ngobrol ditelepon sekitar lima menit dan setelah cukup akupun menutup telepon.
Hari ini cuaca benar- benar sangat panas, saking panasnya
biasanya perjalanan tiga jam jadi molor.
Aku mampir dulu diwarung yang berada diperbatasan desa dengan desanya ibuk.
"Buk! Es campur satu"
"Iya ning,tunggu sebentar!"
Tak lama kemudian es campur pesananku datang juga.
Akupun segera minum sambil makan pisang goreng.
Terasa panas dan dahaga sirna.
Bik sri, es campur satu!"
Tiba-tiba masuk ke warung seorang pemuda dan langsung pesan es campur.
Aku masih ingat betul wajah ini.
Ya!
Dia orang yang bertransaksi dengan Ita dan Totok waktu itu.
Tapi ngapain dia disini.
Apa dia mengikutiku.
Apa penyamaranku terbongkar.
Aku harus mencari informasi dari dia.
"Maaf bang tidak kerja,kok jam segini sudah nyantai?".
" emang kerjanya nyantai ning!"
"emang kerja dimana?" tanyaku terus menyelidik.
"Sama juragan Sukri!"
Jawab pemuda itu sambil menikmati esnya.
Aku sedikit kaget dengan jawaban pemuda tadi,aku harus cari informasi terus lebih banyak, dan aku tidak mau berhenti sampai disini.
"Wah...enak kerja ditempat juragan Sukri,gajinya besar.
Banyak cewek yang pingin punya cowok yang bekerja ditempat juragan Sukri."
"Ngomong-ngomong boleh kenalan nggak bang?"
Kataku sambil mengulurkan tangan,dan diapun langsung menjabat tanganku.
"Linda!.
" Samsul!".
Akhirnya kamipun ngobrol panjang lebar, pelan-pelan aku giring dia untuk bicara tentang juragan Sukri.
Sesekali kucubit pinggangnya,
Dan nampak pemuda itu semakin lupa diri.
"Dik lin,abang duluan ya!.
Kalau nambah silahkan,sudah abang bayar semuanya.
" iya bang,hati-hati!"
Gila,apa yang baru saja aku lakukan.
__ADS_1
Buihhhh...buihhh...seakan aku mau muntah dengan tingkahku sendiri.