POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
Chapter XIV, Nostalgia Ibu dan Ayah


__ADS_3

Dengan sedikit manja dan rayuan palsu, aku berusaha untuk membuat samsul terjerat dalam perangkapku.


Sungguh dia sudah mabuk cinta palsuku, dan dia selalu memamerkan serta memperkenalkan kalau aku sebagai kekasihnya.


" bang!?..bang samsul benar-benar cinta sama linda kan?


Bang samsul tidak sedang mempermainkan perasaan dan hati Lindakan?


Linda benar-benar cinta sama bang Samsul"


"Tidak ning Linda, abang benar-benar cinta sama ning Linda!"


Aku terus merayu Samsul sambil tanganku terus menggandeng, mencubit, dan mengelus pahanya.


Dan usahaku berhasil nanti malam Samsul akan mengajakku ketempat kerjanya lagi.


" kau yang terindah, hadir dalam mimpiku..."


Tiba-tiba handphoneku bunyi,dan kulihat Septian menelepon dan aku membiarkan saja.


"Ning Linda handpone bunyi kok gak diangkat?"


Samsul tanya penasaran


"Males ah!".


" Memang siapa yang telepon,sampai nggak mau ngangkat?."


"Biasa mama!..


Pasti nanyain terus apa sudah punya pacar belum?


Mama selalu ingin aku cepat menikah jadinya males aku ngangkat teleponnya!".


" Nggak usah kawatir ning, bang Samsul mau kok nikahin ning Linda!".


"Tapi kitakan belum lama pacaran bang?"


lagian aku nggak mau diantara kita ada rahasia.


Kalau memang bang Samsul mau nikahin saya.


nanti malam ajak saya ketempat kerja dan tunjukkan tempat-tempat rahasia bang".


"Apapun pekerjaan calon suami akan tetap saya dukung karena saya sangat cinta sama bang samsul".


" kalau memang ning Linda benar-benar cinta sama abang,mana buktinya ning?".


Aku segera meraih tangan kanannya, dan kutaruh diatas pahaku.


"Bang! Nanti malam kalau bang Samsul sudah ngasih tahu rahasia pekerjaan bang Samsul, eneng akan buktikan kalau eneng cinta sama abang.


Eneng akan berikan yang abang mau, karena eneng benar-benar cinta sama abang!".


Nampak Samsul sudah masuk jerat asmaraku.


Pikirannya sudah menghayal


Hal-hal yang yang selama ini dia pendam.


Skak mat...


Pikirku dalam hati.


Kebetulan malam ini Samsul mendapat tugas jaga gudang


Sebuah tempat yang selama ini aku curigai sebagai tempat menyimpan narkoba.


Akhirnya aku dibawa masuk menyelinap kedalam gudang.


"Eh bang! Tempat apa ini bang, dan itu nampak ada beberapa perempuan yang bekerja?".


" ini tempat pengolahan narkoba, yang akan diedarkan keseluruh indonesia bahkan dunia".


"Wah hebat ya bang!, tapi kalau penjualannya sampai dunia, masak juragan Sukri kekayaannya cuma kayak begitu bang?".


"Ehh..jangan salah ning, juragan Sukri itu cuma penanggung jawab pengolahan, bukan pemiliknya!".


" La.. Kalau bukan pemiliknya, lantas siapa dong pemilik dari narkoba sebanyak ini?".


Tanyaku terus mengejar informasi dari Samsul sambil terus merekam semua aktifitas di area gudang.


"Yang punya ini mereka menyebut Zulu 1


Yang di sebut Zulu sisini ada tiga orang.


Zulu 3 juragan Sukri


Zulu 2 polisi dari jakarta dan


Zulu1 sampai saat ini belum ada yang tahu siapa orangnya kecuali Zulu 3 dan Zulu 2 yang tahu.


Yang pasti zulu 1 seorang perempuan.


Saya terus mengorek keterangan sebanyak-banyaknya dari Samsul tentang jaringan narkoba ini.


Karena ini benar-benar jaringan yang sangat besar bersekala internasional.


Aku menyadari ini sangat berbahaya bagiku dan aku tak mau penyamaranku terbongkar maka aku segera minta pamit pulang.


"Bang Sudah malam, tolong antarin Linda pulang dong,dan besok sore jemput linda dirumah ya.


Linda akan kasih hadiah yang spesial untuk pacarku yang ganteng".


" ok!, pasti abang jemput besok sore neng!".


Akhirnya tanpa curiga sedikipun aku pulang diantar kerumah.


Sampai rumah aku membangunkan Sinta dan ibu.


"Sin..buk!...bangun.


Sepertinya nanti pagi-pagi kita sementara harus pindah dulu.


Santi takut terjadi apa-apa dengan kalian berdua".


Akupun menceritakan sedetail-detailnya tentang bisnis kotor juragan Sukri.


Ibu dan Sinta akhirnya setuju, dan aku segera menelepon Septian untuk segera menjemput ibu dan Sinta.


Aku minta Septian bawa motor saja.


Dan setelah menelepon aku bantu ibu dan Sinta berkemas.


" Assallamuallaikum"


"Waallaikumssalam"


"Nak Septian!?"


Nampak ibu kaget dengan datangnya Septian menjemput, tetapi aku segera menjelaskan.


"Maaf semua, yang penting kita pergi dulu dari sini.


Nanti akan aku jelaskan semuanya.


Sekarang situasinya sangat berbahaya bagi kita semua".


" ayo cepat-cepat".


Akhinya kamipun meninggalkan rumah ibu dengan membawa pakaian seperlunya.


Setelah jauh dari kampung motor kamipun lebih nyantai dan kamipun berhenti sejenak diwarung untuk makan.


" ayo pesan makanan ibu, Sinta, Santi".


"Santi, kamu harus menjelaskan semua ini.


Apa sebenarnya yang terjadi?


Dan kamu kok kenal sama Septian, tolong jelaskan ke ibu?".


"Nanti saja dirumah, sekarang makan dulu dan setelah selesai kita lanjutkan perjalanan lagi.


Aku ingin Ibu dan Sinta aman dulu".


Kamipun melanjutkan perjalanan, kami membawa ibu dan Sinta kerumah paman.


Kami nggak tahu gimana nanti reaksi ayah ketika melihat ibu.


Aku berharap tidak malah menimbulkan masalah baru.


Motor kamipun terus meluncur kerumah paman.


" Assallamuallaikum"


"Waallaikumssallam"


Kebetulan ayah dan paman lagi duduk ngobrol diteras.


"Dyahh.!??.."


Begitu terkejutnya ayah melihat ibu.


Ibupun tak kuasa menahan tangis dan langsung menaruh tas bawaannya, dan segera berlari berlutut di kaki ayah.


Ayahpun tak kuasa menahan perasaannya ikut menangis.


Ayah memegang pundak ibu dan membantunya berdiri.

__ADS_1


"Mas farhan!


Aku.."


"Sudah-sudah Dyah!


Santi sudah menjelaskan padaku tentang semuanya yang terjadi.


Seharusnya aku yang minta maaf karena tidak percaya padamu.


Maafkan aku atas semua yang terjadi padamu".


" oh ya! Ini pasti Sinta?"


"Iya, om".


Jawab Sinta sambil mencium tangan ayah


" sudah-sudah ayo masuk dulu,ngobrolnya dilanjutin di dalam".kataku mengajak masuk.


Kemudian kami duduk ngobrol didalam, aku segera minta mbok Sri membuatkan teh hangat untuk semuanya.


"Paman..ayah..


Aku minta ijin supaya ibu dan Sinta sementara tinggal disini".


Aku segera menceritakan semua yang kuketahui selama penyelidikan di gudang juragan Sukri.


" Paman,ayah! Aku merasa keamanan ibu dan Sinta sangat terancam disana.


Ternyata jaringan narkoba yang sedang kita selidiki melibatkan jaringan internasional".


"Ternyata dugaan kapten Anton benar.


Ada oknum polisi yang terlibat yang disebut Zulu 2


Tetapj pemilik atau Zulu 1 belum tahu siapa?".


Kulihat ayah berdiri,dan dengan tajam memandangku.


" San!


Kamu bertindak kelewat berani dan terkesan sembrono.


Kamu pergi kesana tanpa ijin ayah.


Bahkan kamu bohong pada ayah katanya dapat tugas kantor untuk meeting di PolDa selama tiga hari.


"Maaf..maaf!


Santi minta maaf kalau berbohong pada ayah.


Kalau Santi ngomong jujur mau menyelidiki kasus ini pasti ayah tidak mengijinkan.


Santi ingin jaringan narkoba yang ada dirumah Sukri cepat dihancurkan.


Karena Sukri telah menfitnah ayah dan ibu.


Oleh karena itu Santi nekat cari bukti-bukti sendiri."


"San! Boleh ibu tanya kepadamu?"


"Iya bu, ada apa?


Aku penasaran yang akan ibu tanyakan kepadaku.


" kamu kok kenal sama Septian pacarnya Ranti alrmarhum, ada hubungan apa kamu sama Septian?"


Aku bingung harus jawab apa, tetapi dengan spontan Septian menjawab.


"Maaf tante dyah, om farhan.


Semenjak meninggalnya Ranti


Hidup saya seakan hancur.


Semua fitnah telah menghancurkan hidup saya.


Hanya Santi orang yang baru saya kenal yakin kalau saya bukan pecandu narkoba.


Dan Santi terus memberi motivasi.


Kami sering bertemu dan bekerja bersama, lama-lama kami berdua saling jatuh cinta.


Tanpa menghianati alrmarhum Ranti, kami ingin cinta yang tumbuh dihati kami berdua terus berkembang maka kamipun pacaran.


Kami mohon tante dan om memberi restu pada kami berdua!".


"Nak Septian..!


Semenjak kamu pacaran dengan Ranti dulu ibu sudah senang sekali.


Kalau akhinya kamu tidak berjodoh dengan Ranti ibu sudah iklas.


Setidaknya sekarang ada anak ibu yang lain, yang kelak akan jadi jodohmu.


Ibu tidak keberatan, ibu merestuimu nak Septian.


Tetapi selama ini Santi yang membesarkan ayahnya, jadi yang berhak memberi restu ayahnya bukan tante."


"Dyah.."


Tiba-tiba ayah memotong pembicaraan ibu".


"Memang selama ini Santi yang membesarkan saya, tetapi bagaimanapun juga dia anak kamu.


Kamu yang mengandungnya selama 9 bulan, tentu ikatan batin diantara kalian sangat kuat.


Buktinya tanpa kami beritahu, anakmu Santi bisa menemukanmu."


"Dyah...Santi...


Ayah merestui hubungan kalian berdua.


Ayah merestui hubungan Santi dan anak bau kencur ini.


Tetapi ingat perjalanan kalian masih panjang."


"Dan kamu Septian!"


"Ya om!".


" Aku sudah kenal ayahmu dari kecil dan kami sahabat yang sudah tidak bisa dipisahkan.


Dan om yakin, kami berdua ingin agar kalian nantinya bisa menikah untuk meneruskan hubungan baik kami.


"Jaga hubungan kalian sebaik-baiknya,tetap setia dan saling percaya.


Jangan gampang terhasut fitnah seperti om.


Om merestui kalian berdua!!?"


Kemudian aku dan Septian sungkem kepada ayah dan ibu.


"Den, makanannya sudah siap silakan makan dulu"


"Terima kasih mbok!"


Ucapku kepada mbok Sri pembantu kami.


" Ayo makan dulu, ngobrolnya


Dilanjutkan nanti"


Paman meminta kami makan dulu, dan kamipun segera pindah keruang makan.


Hari-haripun kulalui dengan keyakinan dan senyuman.


Semua yang aku inginkan akan terwujud.


Nampaknya ayah dan ibu mulai membuka diri dan saling becanda.


Begitu juga dengan diriku yang sudah dapat restu dari ayah dan ibu.


Untuk saat ini aku dan Sinta tidur bersama,dan menjelang tidur aku bertanya pada Sinta


"Sin..!


Menurutmu gimana ayah dan ibu?"


"Maksud kakak apa?"


"Maksud kakak apa ibu dan ayah sudah betul-betul sudah baikan, aku lihat kemarin ayah nyamperin ibu didapur dan kulihat mereka bercanda.


Apa mungkin ya, kalau merka berdua mulai ingin rujuk" .


" iya kak,kemarin aku juga lihat mereka berdua ngobrol seperti orang pacaran dihalaman belakang."


"Iya kak!


Bagaimana kalau mereka berdua kita suruh rujuk saja secepatnya, kulihat mereka berdua masih saling cinta dan berharap?!"


Kata Sinta minta saranku.


"Iya Sin, kakak juga melihat itu.


Nanti kalau ayah dan ibu menikah kamu mau dong punya ayah lagi..?".


" tentu dong kak!.

__ADS_1


Aku mau om farhan jadi ayah Sinta, dan kak Santi menjadi kakakku"


"Memangnya sekarang aku bukan kakakmu?


Tanyaku kepada Sinta.


" Bukan begitu kak!


Nanti kalau om Farhan menikah dengan ibu,saya memanggilnya kan ayah.


Aku sudah nggak sabar memanggilnya ayah!".


Sinta nampaknya ingin sekali mempunyai ayah lagi dan akupun sangat mendukungnya.


Pagi-pagi setelah sarapan,aku dan Sinta menemui ibu yang sedang ngobrol di teras depan.


Aku dan sinta akan menggoda ayah dan ibu.


"Ciehh..pacaran ya!"


Ayah dan ibu yang lagi ngobrol kaget dengan kedatanganku.


"Eh Sinta..Santi, bikin ibu dan ayah kaget saja!


Kata ibu malu-malu.


" Ayah..Ibu?


Emangnya ibu dan om farhan suami istri?".


Tanya Sinta kepada ibu yang malu karena salah ngomong.


Kemudian aku dan Sinta duduk bersama mereka.


Inilah kesempatan bagiku untuk ngomong sama mereka berdua.


"Pak..bu..! Ada yang ingin Santi dan Sinta omongin.!".


" apa itu San?".


"Begini pak..buk..!"


" Aku dan Sinta ingin ibu dan ayah rujuk secepatnya.


Aku lihat ayah dan ibu sudah mengetahui masalah sebenarnya yang membuat kalian bercerai, dan juga ayah dan ibu masih saling mencintai dan saling membutuhkan.


Saya rasa untuk menghindari zinah dan fitnah aku dan Sinta menyarankan untuk menikah lagi saja secepatnya!".


Nampak ayah dan ibu saling pandang.namun kemudian ibu ngomong kekami.


"Santi..Sinta..


Kalau ibu terserah mas Farhan saja, apa masih mau menikahi perempuan yang sudah tidak cantik lagi!?".


" gimana yah,mau?


Tanyaku minta jawaban ayah.


"Ahh..ayah nggak mau!


Seketika aku dan Sinta kaget dan nampak ibu juga kecewa mendengar ayah ngomong seperti itu.


" ayah..kenapa ayah ngomong seperti itu,ayah pernah ngomong sama Santi kalau ayah masih cinta sama ibu.


Tetapi kenapa sekarang nggak mau menikah sama ibu lagi.


"San..maksud ayah..


Ayah nggak mau nolak, ayah mau kok rujuk sama ibukmu!".


Seketika aku dan Sinta bersorak seperti anak kecil.


" Horeeee"


Seketika aku dan Sinta memeluk ayah dan ibu, kami betul-betul bahagia sekali.


Semoga rencana pernikahan mereka berdua bisa secepatnya dilaksanakan.


"Kau yang terindah, hadir dalam..


Nampak samsul menelepon,aku segera mengangkat, dan terlebih dulu mengingatkan supaya semua diam.


" halo bang..ada apa?


" ning Linda kemana, kok rumah dikunci terus?".


"Maaf bang samsul, linda sama ibu mengantar Sinta kerumah sakit.


Kemarin waktu aku pulang dari tempat bang Samsul sinta kejang-kejang dan langsung aku bawa kerumah sakit dikota.


Entah kapan bisa dibawa pulang soalnya belum ada perubahan, kondisinya makin kritis".


" ya sudah kalau begitu semoga Sinta cepat sembuh, abang sudah kangen nih!".


"Ya bang, neng juga sudah kangen sama bang Samsul, dahh!".


Akupun segera menutup handpone.


Ayah..ibu..Sinta memandang dengan tatapan anehh


" bang Samsul sayag hhaaa...".


Semua tertawa meledekku gara-gara aku sama Samsul ngomong sayang-sayang di telepon.


"Kau yang terindah.."


Belum lama berselang, teleponku bunyi lagi, kali ini yang menelepon tante Rina.


"Halo, Assallamuallaikum San!".


" waallaikumssallam tante!".


"Septian sudah cerita ke tante, katanya Santi sudah ketemu dengan dengan ibu kandung nak Santi ya?


" ya tante dan sekarang untuk sementara ibu tinggal di rumah paman".


"Tante sangat senang sekali mendengarnya.


Dan satu lagi San!, kamu sama Septian sudah pacaran ya, apa betul itu?


" Betul tante, mohon restunya".


Kamipun ngobrol panjang lebar di handpone.


Setelah sarapan aku minta ijin sama ayah dan ibu untuk pergi kerumah Septian.


"San! Hati-hati di jalan ya nduk!".


" iya buk, Santi berangkat dulu".


Jalanan agak lengang,akupun memacu sepeda motorku agak laju, namun tiba- ada mobil yang seakan ingin menyerempetku.


Akupun segera menambah kecepatan motorku.


Setelah sampai agak jauh aku naikkan motorku ke trotoar dan kemudian berhenti.


Merasa tidak bisa menabrak mobil itupun berhenti.


Nampak keluar dari mobil dua orang laki-laki kekar dan langsung menuju kearahku.


Akupun tidak mau diam saja dan segera mencari tempat untuk menghadapi mereka.


"Sudah cepat! kita ringkus saja dia!".


Begitu mereka berdua mendekat, aku langsung melancarkan seranganku tiba-tiba.


" Ciatt...!"


Mereka yang tidak menyadari seranganku secara tiba-tiba langsung tersungkur.


"kurang ajar, rupanya kamu bisa berkelahi juga"


Tanpa basa basi akupun melancarkan seranganku yang kedua.


Akhirnya akupun berkelahi menghadapi dua orang.


Keadaan menjadi berbalik, kini aku terdesak dikeroyok dua


orang.


Akupun segera mundur kebelakang dan,..


"Doorrrrr!


Aku menembakkan pistolku ke udara dan segera mengarahkan pistolku ke mereka.


Mereka nampak kaget dan segera angkat tangan.


"Siapa yang menyuruh kamu menabrak aku..


Jawab!!!!"


Akupun segera merekam dengan handponku setiap perkataan orang ini.


"Oke kalau kamu masih nggak mau ngomong, aku bisa melakukan apa saja supaya kamu bisa ngomong".


Aku segera menempelkan pistolku kekakinya.


"Rupanya ini yang kamu mau ya!?"

__ADS_1


__ADS_2