
"Ok..kalau kamu masih tidak mau ngomong siapa yang memyuruh kamu, jangan menyesal kalau peluru ini akan menembus kakimu".
"Satu..dua..ti..!"
"Tunggu..tunggu..non Vera yang menyuruh kami.
Kami hanya dikasih upah untuk mencelakaimu!".
Setelah mendapatkan informasi yang cukup, akupun melepaskan mereka berdua.
Dan akupun bergegas melanjutkan perjalananku.
" Assallamuallaikum"
"Waallaikumssallam"
"Eh Santi..ayo masuk!.
Tante Rina segera mengajakku masuk kerumah.
Kebetulan disitu ada juga Septian dan Vera yang lagi ngobrol.
Begitu tahu aku datang Septian langung bergegas menyambutku.
" Sayang baru datang,
Mana masakan kesukaanku kok nggak bawa?"
Septian segera mencium pipiku dan..
"Ver..sekarang Santi sudah jadi pacarku, dan aku sangat senang sekali.
Apalagi mama papa juga sudah merestuiku".
"Kamu adalah sahabatku,
Masak kamu tidak memberi selamat kepadaku dan Santi".
Akhirnya Vera dengan muka masam berdiri dan menyalami kami berdua.
" Selamat ya!"
"Terima kasih".
Jawab kami berdua, dan akupun duduk disamping Septian sambi menggandeng tangannya.
Nampak Vera mati kutu dan mimik mukanya berubah merah.
Iapun segera berdiri dengan senyum yang sangat di paksakan,
" Yan, sudah siang aku pulang dulu ya?!"
"Lo kok buru-buru Ver?
Tanpa menjawab pertanyaanku Vera langsung langsung beranjak keluar rumah.
Aku dan Septianpun melanjukan ngobrol sambil nonto TV sampai sore hari.
Aku sengaja tidak menceritakan semua kejadian yang aku alami.
Aku merasa bisa mengatasi aksi teror yang dilakukan Vera untuk menjauhkan aku dan Septian.
Karena hari semakin sore akupun pamit pulang.
Ditengah jalan aku merasa ada barangku yang ketinggalan dirumah tante Rina.
Oh ya handponeku.
Akupun berencana kembali untuk mengambil handpone, tetapi tiba-tiba ada mobil yang menghadangku.
Nampak tiga orang turun dari mobil.
" mau apa kalian,jangan macam-macam dengaku.
Mereka semua malah tertawa dan merekapun maju ingin menyergapku, aku yang sudah siap segera memberikan perlawanan.
Karena di keroyok akupun keteteran dan tak ayal lagi akupu kena bogem mentah dari salah satu pengeroyok.
"Ah..."
Akupun tersungkur dijalan dengan darah disudut bibir.
Dan salah satu dari mereka segera maju untuk menyerangku lagi,tetapi..
"Chiattt..hiatt...."
Tiba-tiba Septian datang membantuku dengan menyerang orang yang akan mendektiku.
Seketika orang itu terpelanting dan Septian segera menghadapi dua orang lainnya.
Namun dua orang itu segera mundur dengan membawa temanya yang tergeletak.
Aku langsung memanggil Septian.
"Yan cepat kemari, lihat siapa yang didalam mobil Silver di seberang jalan".
Mobil itu segera menutup kaca samping supaya tidak terlihat.
__ADS_1
Namun Septian sekilas sudah tahu orang yang didalam mobil.
" Vera?!"
" ngapain dia ada disini?!".
"San! Kamu ngak apa-apa?".
Tanya Septian yang kawatir dengan keadaanku.
" aduhh!"
Akupun tak sanggup lagi berdiri dengan baik, pipiku sakit sekali.
"Kamu ngapain kesini dan datang tiba-tiba, yan.?"
"Ini handponemu ketinggalan dirumah.
Sekarang kamu balik kerumahku karena kondisimu kayak gini.
Lagian rumahku lebih dekat".
" tapi gimana nanti kalau?.."
"Sudah nggak usah membantah, nanti biar aku telepon om Farhan".
Akhirnya akupun balik kerumah Septian, dan terlebih dahulu menitipkan motorku kerumah warga.
" Aduh...Santi kenapa Yan?".
Nampak tante Rina panik melihat keadaanku.
"Tidak apa-apa tante,hanya luka sedikit".
" Tidak apa-apa gimana!?
Coba lihat bibir dan bajumu darah semua.
Terus siapa yang melakukan ini Yan?"
Tante Rina benar-benar panik.
Akhirnya setelah dikompres dan diobati sakitkupun agak berkurang.
"Ayo makan dulu biar cepat sembuh!".
Kata Septian sambil menyuapiku makan.
" Aduhh..pelan-pelan sakit!".
"Asallamuallaikum!"
"Ayah..ibu...!"
Ayah, ibu dan Sinta datang.aku benar-benar senang sekali.
"Kenapa kamu nak, kenapa jadi seperti ini?".
Tanya ibu nampak kawatir dengan keadaanku.
" Nggak apa-apa bu,cuma luka kecil!".
"Ini salah farhan juga sih!".
Kata om Hamid
" lo kok salah saya? Tanya ayah nampak bingung.
"Iya lah..coba kamu ajari anakmu juru-jurus maut yang semua kamu punya,
pasti Santi tidak akan kayak begini".
" Sudah..Sudah kalian sudah tua bercanda saja".kata tante Rina.
Akhirnya ayah, ibu dan Sinta tidur dirumah om Hamid
Pagi-pagi aku duduk sendirian diteras dan Septian datang membawakanku bubur kacang hijau.
" Yan...
Kamu tahu siapa orang yang mengeroyokku kemarin?"
"Tidak, dari semalam aku juga mencari jawaban tetapi tidak tahu siapa dan kenapa menyerangmu?".
Kemudian aku mengambil handpone dan memutar rekaman...
" kurang ajar, betul-betul keterlaluan Vera, makanya waktu kejadian kemarin dia ada disana!".
Kamipun berjanji akan tetap saling mencintai dan saling menjaga kesetiaan.
"Permisi!".
Pucuk dicinta ulampun tiba,baru saja di omongin tiba-tiba nonggol kayak orang merasa nggak bersalah..
Septian pangsung berdiri dengan emosi, segera aku tarik tangannya supaya lebih santai.
" Hai yan...Santi..
__ADS_1
Apa kabar..lo kenapa bibirnya Santi kok seperti itu??!".
"Sudah Ver, kamu kesini mau apa?"
Tanya Septian sedikit emosi.
"Tadinya aku mau ajak kamu keluar rumah, karena ada Santi ya nggak jadi".
" Sekarang begini Ver..aku sudah punya pacar Santi dan aku sangat mencintainya, dan aku ingin menjaga perasaan dia jadi aku mohon kalau kamu kesini cuma main mending nggak usah, sebab ada Santi yang selalu ada untukku.
Kalau kamu sering kemari malah aku merasa terganggu".
Vera yang mendengar Septian ngomong seperti itu langsung permisi pulang.
Menjelang sore hari akupun pulang bersama ayah, ibu dan Sinta.
Kebetulan ini hari kamis kamipun mampir dimakamnya Ranti.
Nampak ibu sangat emosional ketika berada dimakam Ranti.
"Nak,semoga allah mengampuni semua dosa-dosamu, dan diterima di Surga...Amin.
Dan kamipun meneruskan perjalanan pulang.
Nampak paman sedang duduk diteras rumah sambil minum kopi.
" Assallamuallaikum"
"Waallaikumssallam"
Gimana Santi baik-baik Saja?
Tanya paman kawatir.
"Baik paman,Santi nggak apa-apa kok!".
Jawabku supaya paman tidak kawatir dengan keadaanku.
" Oh ya, tadi kapten Anton mampir kemari.
Dia mencari Santi dan sudah kukasih tahu kalau kamu ada kecelakaan kecil dan menginap di tempat pak hamid.
Kapten Anton pesan nanti kalau kamu sudah pulang disuruh menghubungi beliau".
"Ya paman terima kasih, nanti aku akan menghubungi Kapten Anton".
Pagi setelah mandi aku segera menghubungi kapten Anton untuk mengetahui berita dan informasi yang ada.
Komandan ingin aku menemuinya disuatu tempat.
Dan akupun segera meluncur ketempat yang di janjikan.
" Pagi ndan!".
"Pagi San!".
"Silahkan duduk, ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu tentang kelanjutan penyelidikan kasus narkoba dan " Team Bayangan".
Aku ingin secepatnya"team Bayangan" bergerak dan menyergap".
Akupun memberikan komandan laporan dan bukti yang kudapatkan didaerah Bumi Asih.
Nampak komandan sangat terkejut.
Kamipun sepakat untuk segera mematangkan rencana dan segera bergerak membongkar kasus narkoba ini.
Selesai dari pertemuan dengan komandan, ada yang ingin segera aku rundingkan dengan ayah secepatnya.
Aku langsung meluncur ke rumah.
Pas kebetulan ayah ada diteras rumah.
"Siang yah!".
" Siang San!, ada apa sepertinya penting sekali?".
Akupun menceritakan hasil pertemuan dengan dengan kapten Anton kalau "Team Bayangan" siap bergerak.
Dan besok sore aku ingin semua anggota "Team Bayangan" berkumpul dengan anggota lengkap.
Akhirnya anggota "Team Bayangan" hadir semua dan aku segera menjelaskan rencana rencana penyelidikan dan dilanjutkan dengan penggerebekan lokasi pengolahan narkoba.
"Adapun rencana yang kami Susun adalah sebagai berikut:
"Pertama Penyelidikan"
"Kedua penyusupan"
"Ketiga penggrebekan."
Aku terus menerangkan dengan detail supaya tidak ada salah komunikasi diantara anggota"team Bayangan".
"Kita akan bergerak enam hari lagi.
Saya juga minta ijin Kapten Anton, besok saya akan ke Polsek Mojowarno untuk koordinasi penggrebekan".
"Disini" Team Bayangan" hanya pendukung dan Team resmi dari Polsek kecamatan Mojowarno".
__ADS_1
"Walaupun "Team Bayangan" tidak resmi tetapi dengan adanya petugas resmi dari Polsek mojowarno "team Bayangan" akan terkesan resmi".