POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
CAPTER XX Memacari Tersangka


__ADS_3

"Siang kapten Heru!"


"Siang kapten Santi, silahkan duduk!".


" Terima kasih!".


Akupun duduk, nampak kapten Heru sedang menelepon seseorang dan tak begitu lama masuk seorang petugas Polisi.


"Kapten Santi, perkenalkan ini Letda Caniago.


Beliau akan membantu anda dalam menuntaskan kasus ini".


Setelah mendengar sedikit penjelasan dari Kapten Heru, aku dan Letda Caniago mohon ijin kelokasi.


Di tengah perjalanan aku minta Letda Caniago meminggirkan mobil.


" Ada apa kapten, kenapa berhenti?"


" letda, tolong jelaskan kepadaku ini sebenarnya kasus pembunuhan, penculikan atau orang hilang?.


Aku lihat di BAP, ini kasus orang hilang tetapi kenapa kasus seperti ini harus sampai ke Mabes.


Kalau penculikan harusnya sudah ada yang minta tebusan".


" Itulah yang jadi masalah kapten.


Sebab pelapor merupakan pejabat tinggi yang punya banyak pengaruh.


Kalau kapten Heru salah menangani kasus ini jabatan menjadi taruhannya".


"Aku juga heran dengan Kapten Santi mau ambil resiko menangani kasus ini.


Kapten Santi masih muda, lebih baik melepaskan kasus ini biar ditangani petugas lain.


Mumpung kita belum ketemu pelapor".


Nampaknya Letda Caniago kawatir denganku, tetapi aku malah penasaran dan Adrenalinku menggebu-gebu untuk menuntaskan kasus ini.


" Tidak...tidak...


Aku akan tetap maju untuk menuntaskan kasus ini.


Yang penting kita ketemu pelapor dulu, setelah itu kita lihat saja nanti".


Luar biasa rumah mewah tiga lantai.


Tetapi nampak pos security kosong tidak ada yang jaga dan yang membuka pintu gerbang hanya pembantunya


" lo bik mana securitynya, kok posnya kosong?" tanyaku heran


"Lagi makan mbak, di belakang.


Silahkan masuk mbak sudah ditunggu bapak".


Akupun terpesona dengan kemegahan rumah pak Sanjaya.


" Selamat siang pak Sanjaya!.


Perkenalkan saya Kapten Santi dan ini rekan saya Letda Caniago"


"Kami berdua akan mengusut tuntas atas menghilangnya Istri anda.


Sekarang bisa jelaskan secara detail kronologinya pak?".


Pak Sanjayapun menceritakan dari awal sampai akhir kasus hilangnya Herlina istrinya.


Aku merekam semua yang dikatakan pak sanjaya.


"Terima kasih pak atas waktunya, dan kami permisi dulu".


Dan kami berduapun keluar, sebelum pulang kami minta ijin melihat-lihat seputar rumahnya di antar Security.


Seluruh pekarangan tertata sangat rapi kolam, taman, pohon,dan tanaman sayur yang tumbuh subur betul -betul mewah.


" Sudah lama kerja di sini pak?".


Tanyaku basa-basi.


"Baru dua minggu bu!.


Setelah cukup puas akupun permisi pulang.


Diperjalanan bukannya mikirin kasus malah aku membayangkan besok kalau sudah menikah, Aku minta Septian membuatkan rumah seperti itu.


Setiap hari aku selalu berdiskusi dengan dengan Letda caniago tentang kasus yang kami tangani.


Berdasarkan BAP dan Kronologi yang pak Sanjaya ceritakan kemarin dugaan kami mengarah kepersingkuhan yang dilakukan ibu Herlina.


Saya menduga ibu Herlina sengaja pergi dengan pacar gelapnya, tapi dugaan ini masih mentah.


Saya harus mencari informasi tentang keadaan rumah tangga pak sanjaya.


Saya akan cari informasi dari berbagai sumber yang ada.


Saya dan Letda Caniago segera bagi tugas.


Aku mencocokkan data yang aku punya dengan kenyataan yang ada.


Aku menghubungi Polres malang apa benar pada tanggal ibu Herawati ijin pulang ke Malang ibunya dalam keadaan sakit.


Dan setelah dicek ternyata benar ibunya sakit keras di Rumah Sakit.


Tetangga terdekat, pembantu, tukang kebun security semua aku tanya semua untuk Mencari informasi.


Sudah tiga hari kasus yang ku tangani terasa mandek, dan dugaanku semakin kuat kalau Ibu Herlina sengaja menghilang.


Aku benar- benar bingung dengan kasus yang kutangani.


Aku menghubungi Septian untuk menghilangkan stress.


Aku meengajaknya jalan keluar.


"San..kuperhatikan sejak dari rumah, kamu seperti stress berat.


Memangnya ada apa sih?".


" Selama ini aku mengejar pelaku narkoba, menyamar bisa aku laksanakan, tetapi sekarang aku harus menganalisa, sebuah tugas yang cocoknya untuk anak sekolahan yang suka praktikum dan berangan-angqan serta berandai- andai".


"Berarti cocok dong kasus itu denganku".


Jawab Septian sok tahu.


Tetapi untuk mengurangi beban, aku bercerita juga tentang kasus yang aku tangani ke Septian.


Septian nampak manggut- manggut seakan memikirkan sesuatu.


" kenapa kamu manggut-manggut seperti itu?".


Tanyaku penasaran.


"Oke..menantang! Kalau kamu ingin berhasil membongkar kasua ini " Team Bayangan" harus dilibatkan lagi".


"Gila kamu ya!


Apa yang akan "Team Bayangan" lakukan dalam kasus seperti ini, ngaco!".


Aku kesal dengan usulan Septian.


"Aduh begitu saja kok sewot!".

__ADS_1


"Aku punya pandangan sedikit berbeda tentang kasus ini".


" maksudmu gimana yan, aku kok tidak mengerti!?".


Tanyaku penasaran.


"Aku akan jawab, tetapi aku ingin kamu mengajak dan mendiskusikan kasus ini denganku.


Dan satu lagi..cium aku dulu dong".


" ah nggak mau".


" ya sudah kalau begitu, aku nggak mau ngasih tahu opini dan analisaku!".


Aku benar-benar jengkel dengan Septian, tapi karena aku butuh analisanya aku ter paksa menciumnya.


"Lagi dong, masak cuma pipi!?".


Belum juga menjawab bibir Septian sudah nyosor ke bibirku.


Akupun tak menghindar tapi juga tak bisa merasakan gairah seperti biasanya.


Mungkin kasus ini membuatku tidak bergairah dan mood.


Septian segera menghentikan ciumannya.


" kenapa San, kok diam saja.


Sepertinya aku barusan mencium bibir boneka yang nggak bisa ngapa-ngapain".


Aku lansung memukul dan mencubit Septian karena tambah jengkel.


"Sudah..sudah sakit".


"Oke aku akan menjelaskan analisaku yang sedikit berbeda.


Yang pertama : kalau memang ibu Herlina pulang ke Malang walau sangat mendadak, minimal dia akan pamit anaknya juga atau ke pembantunya.


Tetapi ini anaknya, pembantu tidak tahu kalau ibunya pergi apalagi ke malang yang pastinya menginap".


"Yang kedua: sebelum bu Herlina ijin ke malang pak sanjaya memberhentikan security mungkin ini ada hubungannya".


" jadi terus gimana?".


Tanyaku penasaran


"Jadi intinya aku tidak yakin kalau ibu Herlina menghilang selingkuh, karena dia pergi ijin sama suaminya, tetapi tidak dengan anak dan pembantunya".


Coba bayangkan kalau kamu jadi seorang ibu apa kamu tega tidak pamit sama sekali ke anakmu?"


" ya nggak tegalah!".


Jawabku pendek.


" oleh karena itu kunci jawaban ada pada pak Sanjaya sendiri dan Security lama.


Jadi menurut aku ibu Herlina bukan menghilang, tetapi di hilangkan".


"Maksudmu dibunuh?".


Tanyaku kaget dengan opini Septian.


" Ya...


Pelakunya bisa pak Sanjaya sendiri, atau Security lama.


Atau bisa juga keduanya bekerja sama.


Jawab Septian yakin.


"Awas hati-hati kalau ngomong,


Pak Sanjaya orang terhormat dan sepertinya keluarga mereka akur-akur saja"!.


Mulai sekarang gali informasi yang banyak dari pak Sanjaya dan Security itu.


Dan sepertinya kamu perlu tenaga saya dalam menangani kasus ini san!."


"Hemm..masuk akal analisamu!"


Aku langsung menciumnya sungguh aku nggak percuma punya cowok ganteng dan pintar seperti Septian.


Walaupun masih dugaan tetapi analisa Septian masuk akal.


"Pagi kapten!".


"Pagi Letda!.perkenalkan Septian ahli mengamati dan menganalisa kasus pembunuhan".


"Lo kok kasua pembunuhan,


Bukankah kita menyelidiki kasus orang hilang kapten?".


Hari ini kami bertiga mencari rumah pak Mukidi Security lama yang sudah tidak bekerja dirumah pak Sanjaya.


Tidak terlalu lama akupun menemukan alamat beliau.


" Selamat siang pak, bisa bertemu pak Mukidi".


"Ya selamat siang buk, pak!


Saya sendiri Mukidi, silahkan masuk!".


Kamipun masuk dan nampak ada beberapa perabot rumah tangga yang baru dibeli.


Akupun segera bertanya tentang pekerjaannya sebelum dipecat, dan kebiasaan pak Sanjaya yang dia ketahui.


" yang saya ketahui pak Sanjaya orangnya baik sekali.


Ketika saya disuruh berhenti jadi security, saya dikasih pesangon sesuai peraturan pemerintah bahkan dikasih tambahan tiga kali gaji.


Makanya saya mau saja disuruh berhenti bekerja oleh pak sanjaya".


"Selama bekerja apa pak Mukidi pernah lihat pak Sanjaya bertengkar dengan ibu herawati".


Tanya Septian penasaran.


" Selama saya kerja empat tahun, mereka sangat mesra dan bahagia sekali.


Tetapi akhir-akhir ini sebelum saya diberhentikan bekerja, tekadang saya mendengar mereka berdua bertengkar.


Saya sendiri tidak tahu apa yang membuat mereka bertengkar".


"Terus yang memecat pak Mukidi pak Sanjaya atau bu Herlina?


Tanya Septian penasaran.


" Pak sanjaya!


Ibu Herlina sangat tidak setuju saya saya dipecat.


Pokoknya saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba saya dipecat oleh pak sanjaya".


"Saya sudah menduga!.


Apa pak mukidi tahu mungkin pak sanjaya punya selingkuhan apa tidak?".


"Atau mungkin teman yang nampak dekat dengan pak sanjaya".


Nampak Septian terus menggali informasi yang dia perlukan, dan Pak Mukidi nampak sedang mengingat-ingat sesuatu.

__ADS_1


" hemm...sejauh yang aku ketahui sepertinya kok nggak ada ya.


Sebagai orang penting teman kerja dan koleganya banyak sekali, baik laki-laki maupun perempuan.


Banyak sekali yang sering datang kerumah, dan mereka banyak yang cantik-cantik".


"Dalam satu bulan terakhir bapak masih ingat nggak, siapa perempuan yang sering datang, menanyakan pak sanjaya atau mungkin menelepon.


Entah itu teman kantor atau bukan?".


" ya ada!..mbak Rurin."


"Siapa dia pak?"


Tanyaku penasaran.


"Aku belum pernah lihat pak Sanjaya jalan bareng ataupun bertemu dengan mbak Rurin.


Tetapi akhir-akhir ini mbak Rurin sering datang menanyakan pak sanjaya walau hanya di pos satpam".


"Walau saya belum pernah melihat mereka mereka berdua, tetapi ketika mbak Rurin menelepon pak sanjaya sepertinya mereka berdua sudah sangat akrap.


Apalagi didalam telepon mbak Rurin memanggil pak sanjaya dengan sebutan Mas sanjaya".


Kamipun menanyakan alamat mbak Rurin kepada pak mukidi, sayang sayang beliau tidak tahu alamatnya.


Setelah mendapatkan cukup informasi kamipun segera minta pamit.


Berhubung perut keroncongan kamipun berhenti di warung nasi.


" Maaf San, Letda aku punya usul!"


"Apa itu Yan?"


Tanyaku penasaran.


Bagaimana kalau kapten dan Letda fokus gali infomasi dari pak sanjaya.tanya apa saja yang ingin kamu tanyakan.


Sementara aku akan menyelidiki, mengawasi rumah pak sanjaya guna mengetahui keberadaan yang namanya Rurin, bagaimana?


"Oke setuju, tapi ingat setelah dapat alamat cepat menghubungi saya.


Kita akan bahas lagi langkah selanjutnya bagaimana kalau Rurin sudah ketemu.


Rencanapun di jalankan. dan Letda Caniago menggali informasi dari pak Sanjaya sementara aku kadang siang, kadang malam pas tidak kuliah selalu nyamperin dan mengawasi rumah pak Sanjaya.


" bu Anjar..???


Ngapain dia kerumah pak sanjaya."


SEPTIAN POP


Aku terus mengawasi dan dan nampak bu Anjar menelepon seseorang dan kemudian diapun pergi.


Akupun mengawasi dari jauh bu Anjar dan nampak dia sedang menunggu seseorang, dan sekitar lima menit kemudian ada mobil yang menghampiri dan bu Anjarpun masuk kedalam mobil.


Aku segera mengikuti kemana mobil itu pergi.


Dan dia juga nggak mau kehilangan jejak mobil itu.


Akhirnya mobil itu berhenti di depan Sebuah rumah mewah, dan nampak seorang pembantu rumah tangga membukakan pintu gerbang.


Terlihat pak Sanjaya dan bu anjar turun dari mobil. merekapun masuk kedalam rumah.


Kenapa bu Anjarwati bersama pak Sanjaya?


Apa bu Anjar juga selingkuhan pak Sanjaya?".


Akupun segera melaporkan kejadian itu kepada santi


Santi juga menceritakan perihal pertemuannyadengan pak Sanjaya.


Pak Sanjaya sepertinya tidak terlalu senang polisi bertanya terus menerus.


"Ahh..aku benar-benar capek dan tak tahu akan kemana ujung kasus ini, apa aku bisa menyelesaikan kasus ini apa tidak?"


Keluh Santi sambil memijit-mijit dahinya.


"Mana Santi yang aku kenal dulu, sekarang kok menyerah pada kasus yang sudah mau terungkap"!.


" Apa maksudmu mau terungkap yan?".


Santi nampak jengkel denganku yang seakan menggampangkan kasus yang sedang dia tangani.


Kebetulan mata kuliahku hari ini Dosen pengajarnya bu Anjarwati.


Walaupun Dosen bu Anjar masih berumur sekitar 26 tahun.


Dengan wajah cantik dan lembut banyak mahasiswa yang ingin dekat dengannya.


Aku ingin mengetahui lebih jauh apa hubungan beliau dengan pak Sanjaya.


" buk, ada beberapa materi yang membuat aku bingung.kalau ada waktu saya ingin konsultasi dengan bu anjarwati."


"Ok Septian, kebetulan aku nanti ada waktu kosong tapi sepulang mengajar!.


"Siap, nanti aku bonceng ya buk, kita pulang sama-sama.!?"


"Yan..Septian! Nampak yuyun memanggilku."


"Nanti pulangnya bareng ya?"


"Maaf Yun, aku sudah janjian dengan bu Anjar mau bonceng dia".


Yuyun nampak kecewa dengan jawabanku.


" Yan,kamu ini bagaimana?"


"Semua cowok dikampus pingin dekat dengan Yuyun, tetapi kamu malah menolak ajakan dia pulang bareng.


Kenapa kamu Yan?".


Tanya bu Anjar penasaran.


"Maaf bu, mungkin saya cowok yang berbeda.


Saya tidak tertarik dengan cewek yang lebih muda dari saya.


Sejak dulu saya tertarik dengan wanita yang lebih tua dari saya seperti bu anjar..


"Oh..maaf bu!


Maksud saya bukan begitu bu!


Maafkan saya tidak bermaksud tidak sopan sama ibuk Anjar


Aduh..kenapa aku salah ngomong, maaf ya bu?"


Aku pura-pura gugup dan malu, aku ingin lihat reaksi bu anjar selanjutnya.


"Ngak apa-apa yan, saya menyadari semua orang mempunyai pribadi yang berbeda termasuk kamu.


Jangan lupa lo kamu nanti pulang janji bonceng saya".


" Siap buk, dengan senang hati".


Akupun langsung masuk kekampus.


Pulang kuliah aku mengantar bu Anjar pulang.

__ADS_1


Dijalan bu anjarpun tanya padaku.


"Kenapa Yan bonceng kok sambil senyum-senyum?


__ADS_2