POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
CHAPTER X Kembalinya Pendekar Tua


__ADS_3

Rencana yang telah aku siapkan jadi hujan turun.


Septianpun membelokkan motornya ke arah warung yang sudah tutup, dan kamipun berlari untuk berteduh di teras warung.


Rambut dan bajuku sedikit basah kena air hujan.


Kebetulan disitu ada kursi panjang dan kami bisa duduk bersama.


Hujan semakin deras bercampur angin, membuat tubuhku menggigil kedinginan


" hihihi..hihihi..."


"San, kamu kedinginan?"


Tanya septian, dan aku hanya bisa mengangguk sambil menggigil kedinginan.


Nampak Septian berdiri melepas jaketnya dan memakaikan ke padaku.


Namun dingin masih kurasakan sampai bibirku bergetar.


Mengetahui aku kedinginan Septian langsung memelukku.


Terasa hangat menjalar tubuhku.aku benar-benar hangat dalam pelukannya.


Oh Tuhan,jangan biarkan hujan reda, biarkan kami menghangatkan tubuh sesaat.


Entah berapa lama hujan turun,setelah reda aku minta diantarkan pulang karena tubuhku masih menggigil.


Aku hanya berpesan supaya besok jam tiga sore kerumah karena ada janji dengan kapten Anton.


Tidurku benar-benar pulas,tak terasa kulihat jam pukul tujuh. Aku dengan sedikit malas beranjak dari tempat tidur.


Sayup-sayup kudegar suara orang yang sangat kukenal.


Aku segera merapikan diri dan segera keluar kamar


"Ayahhhh....!


Aku langsung memeluk dan menciumnya.


" he,,siapa ini kok bau sekali, sana mandi dulu!"


Kata ayah meledekku.


"Kapan ayah datang,kok gak telepone?


" tadi jam enam!"


"Sana mandi dulu ngobrolnya nanti,kalau enggak ayah cubit lo".


Aku segera lari kekamar mandi untuk membersihkan tubuh.sehabis kehujanan semalam, rasanya badanku sedikit flu.


Sehabis mandi aku langsung minum obat supaya tidak parah sakitnya.


" nah gitu,baru anak ayah".


Gimana pekerjaanmu, beres semua?


Tanya ayah padaku.


"Baik yah ! Oh ya dapat salam dari kapten Anton yah".


"Nanti sore aku dan temanku ada janji dengan kapten anton diluar kantor.


Ikut ya ya!?."


Pintaku pada ayah.


"Lihat nanti saja!" jawab ayah.


Kami berdua ngobrol terus sampai siang.


Jam dua siang Septian sudah datang kerumah pakai baju sekolah.


"Assallamuallaikum"


"Waallaikumssallam"


Jawab semua yang ada di rumah.


Nampak Farhan ayah Santi mempehatikan terus anak sekolah yang baru masuk.


'Maaf om, saya Septian teman Santi !".


Kata Septian memperkenalkan diri


Farhan pun mengulurkan tangan menyambut tangan septian.


"Nak Septian masih sekolah?"


Tanya farhan"


'Iya om,kelas Xll " jawab Septian


Merekapun ngobrol dengan nyantai


"Oya om, besok malam minggu ada acara dirumah.


Dan kami ingin om Farhan datang bersama Santi kerumah.


Papa dan mama pasti senang sekali dengan kedatangan orang tua Santi.


" Santi apa enggak malu nanti kalau om ikut?".


"Ya enggak la om,dia pasti senang sekali ayahnya mau ikut."


Tepat pukul empat sore kami sudah sampai di tempat yang disepakati.

__ADS_1


Ahkirnya kami datang mengendarai mobil ayah yang memutuskan ikut bersama kami.


"Sore ndan...!


" sore juga, katanya ngajak seseorang mana dia?".


Nampak kapten anton tengok kiri kanan mencari seseorang.


"Sebentar ndan,masih parkir mobil!."


" halo komandan,apa kabar?"


"He..Farhan!?"


Kata kapten Anton mengetahui yang datang ayah.


Kamipun membiarkan ayah dan komandan ngobrol dulu, setelah sekian lama komandanpun memanggil kami untuk membahas rencana.


Nampak komandan menghela nafas panjang seakan ragu.


"Dari kemarin saya belum punya ide yang cemerlang dalam menangani kasus ini,dan saya berencana untuk tunduk pada atasan saja untuk berhenti dari kasus ini".


"Maksudnya komandan menyerah dan tidak ingin menyelidikinya lagi!?"


kataku seakan tidak terima yang barusan dikatakan kapten Anton.


Suasana jadi diam untuk beberapa saat, dan akupun segera berdiri:


"Maaf komandan, saya punya ide dan berharap komandan menyetujuinya."


Lalu aku keluarkan rekaman percakapan dengan Ita dan Totok dari dalam tas dan kuputar untuk di dengarkan bersama.


Semua nampak mengangguk-angguk kepala puas dengan hasil dan barang bukti yang aku punyai.


"Bagaimana komandan,apa kita bisa melanjutkan penyelidikan.?"


"Dengan adanya bukti-bukti yang kamu pegang, kita bisa mendalami kasus ini lebih lanjut"!.


Kata komandan yang sudah mulai berani bertindak.


Kemudian aku menyalakan laptop tentang rekaman di tempat samsul bekerja.


" aku punya bukti terbaru.


Kuat dugaan merupakan tempat narkoba diolah besar-besaran.


Dan aku yakin ayah mengenal daerah dengan baik daerah ini.


"Apa maksudmu San, ayah nggak ngerti?."


Kemudian aku memutar laptop beberapa saat kemudian mata ayah nampak terbelalak menyaksikan video hasil rekamanku.


Aku lihat mata ayah berkaca-kaca.


"Itulah komandan,bukti -bukti yang aku punya dan kurasa cukup untuk meneruskan penyelidikan."


"Ayah!.


ayah punya hutang penjelasan tentang yang terjadi di daerah dalam rekamanku!".


Kamipun membahas sampai malam.


Akhinya kami makan dulu,pelayan mengantarkan makanan dengan banyak menu.


Aku duduk dekat dengan Septian, semetara ayah bersama kapten Anton.


Nampak mereka berdua berbisik membicarakan aku dan Septian.


" aku lihat kalian berdua serasi, cocok kalau pacaran!".


Gila komandan tiba-tiba ngomong seperti itu, aku dan Septian jadi salah tingkah dibuatnya.


Setelah makan selesai aku segera menjelaskan rencana yang sudah lama aku pikirkan


"Saya akan menjelaskan rencana dalam penanganan kasus ini.


Berhubung ini bukan kasus kita lagi saya akan membentuk " Tean Bayangan"


Tujuannya supaya komandan tidak terlihat keluar jalur atau melanggar perintah atasan".


Disini kapten hanya mengawasi,menberi perintah dan menganallisa kasus dari kantor.


Kita butuh beberapa petugas polisi yang bisa dipercaya supaya penyelidikan ini tidak bocor.


Kita perlu minimal tiga orang sipil yang bisa begerak leluasa, tetapi harus mempunyai beladiri yang baik dan berpikir cepat.


Dalam hal ini saya memerlukan ayah untuk bergabung di "Team Bayangan".


Karena ayah hafal betui orang-orang dan lokasi yang diduga


sebagai target kita.


Kita masih butuh satu atau dua orang sipil lagi untuk melengkapi "Team Bayangan"


Saya minta kapten Anton mencari enam orang petugas polisi yang sudah terlatih dan dapat dipercaya dalam menangani kasus ini.


" plak..plak..plak.."


Tiba-tiba kapten Anton bertepuk tangan setelah aku memberi pejelasan.


"Farhan, anakmu memang luar biasa."


"Yang memberi pengarahan seperti itu harusnya aku, bukan kamu Santi.


Tetapi kamu memang cerdas dan aku percaya dan setuju dengan semua rencana kamu.


Saya akan memberikan bantuan dari dalam, sementara "Team Bayangan"bergerak dilapangan.

__ADS_1


Tetapi siapa lagi orang sipil yang bisa kita ajak selain ayahmu ?".


" kita lihat beberapa hari ini ndan, mungkin bisa kita dapatkan sambil memilih rekan di Kepolisian.


Akhirnya semua selesai dengan dilanjutkannya penyelidikan, dan terbentuknya "Team Bayangan" yang tidak resmi.


"Aduh anak ayah cantik sekali!'


Entah memuji atau meledekku ketika aku sudah selesai berdandan


Akhinya ayah mengantarkan aku memenuhi undangan orang tuanya Septian.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam,mobil kami sudah nyampai di tujuan.


Beberapa tamu undangan sudah datang.


Nampak Septian berlari kecil menjemputku.


Malam Om..Santi.


Septian tanpa bada- basi menggandengku, dan nampak ayah melirikku.


" mari Om saya kenalkan sama ayah dan ibu.


Septian dengan erat terus menggandengku seakan dia yakin kalau ayah tidak bakal marah.


Akhinya di halaman pak Hamid dan Rina menyambut kami, namun kira- kira sekitar tiga meter ayah dan pak hamid berhenti.


Nanpak tatapan mata mereka tajam seperti harimau.


Tia-tiba ayah menyuruhku minggir dan tante Rinapun segera kesamping menjauh berdiri didekat aku dan Septian.


Tiba-tiba mereka berdua meransak maju sambil mengumpat,


"Cungkring!" unpat om hamid


"Gendut!". Umpat ayah


Keduanya maju sambil melancarkan serangan bersamaan.


Entah apa yang terjadi tiba-tiba mereka berdua berkelahi.


Mereka bertarung dengan teknik yang tinggi.


Nampak Septian segera maju untuk melerai mereka,namun tangan ibunya mencegah.


" tidak usah di lerai,biarkan mereka puas.


Kita lihat saja siapa yang menang".


Nampak mereka berdua terus begantian menyerang para tamupun heran tapi juga kagum dengan kemampuan beladiri mereka berdua.


Walaupun sudah berumur pukulan,gerakan dan fisik masih prima.


Tiba-tiba mereka berdua mundur kebelakang seolah-olah hendak melakukan serangan terakhir.


Dengan nafas yang sudah terengah-engah mereka berdua secepat kilat melakuka loncatan sepeti adu banteng.


Dengan posisi seperti ini pasti salah satu ada yang roboh dan tersungsur.


"Ciaiiiit"


"Hiatt"


'Haa..haa..haa...


"Masih hebat juga kamu hamid"


"Kamu juga masih oke farhan"


Mereka berdua berpelukan dan saling memuji.


Mereka seolah tidak perduli dengan para tamu yang memperhatikan sejak tadi.


Aku dan Septian heran dengan sikap mereka bedua,sebenarnya apa yang telah terjadi.


Sementara tante Rina hanya geleng-geleg kepala sambil senyum-senyum.


"Monggo bapak ibu silahkan dilanjut menikmati hidangannya.


Saya dan pak farhan kebelakang dulu".


Karena bingung dan tidak tahu akupun bertanya kepada tante Rna ada apa sebenarnya.


Tante Rina dengan tersenyum akhirnya bercerita,tentang mereka berdua.


"Dulu ketika masih muda,mereka berdua berteman dan dalam satu perguruan".


"Dari dulu sampai sekarang belum tahu mana yang terbaik ilmu beladirinya.


Setiap lama nggak bertemu kalau ketemu ya seperti itu.


Selalu adu pukulan."


"eh..gara-gara bapakmu sampai lupa, ayo masuk nak Santi.


Ibu seneng sekali nak santi mau kesini".


Ucap tante Rina


" kalau kangen dan tak mau dia pergi, jadikan menantu saja ma!"


Ucap septian bercanda.


"Betul itu Yan,tapi apa dia mau sama kamu?


Tante Rina malah ikut nggodain aku.

__ADS_1


Aku jadi malu sekali tak tahu harus bagaimana.akupun hanya diam saja mendengar mereka membicarakanku


__ADS_2