POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
CHAPTER lX kembalinya Anak Yang Hilang


__ADS_3

"Kak linda!' Teriak Sinta senang sekali.


" mana ibuk" tanyaku


"Ada didalam!, buk..ibuk ada kak linda datang."


Akupun masuk kerumah, dan mendapati ibuk sedang masak di dapur.


"Buk, gimana kabarnya?


Sepertinya sudah baikan" tanyaku.


"Syukur alhamdulillah ibu sudah sehat".


"Nak linda sendiri gimana kabarnya,ibuk kangen?!".


"Baik bu!'.


kamipun berpelukan untuk melepaskan rindu.


"ya Tuhana, aku mengucap syukur kepadamu, karena engkau telah melimpahkan berkat kepadaku.


Didalam kasus yang aku tangani malah kau pertemukan dengan ibuku.


Jika engkau mengijinkan hambamu memohon satukan kembali ayah dan ibu supaya keluarga ini utuh kembali...Amin".


Setelah menunaikan sholat maghrip berjamaah kami bertigapun makan bersama,


" ayo Ibu sama Sinta makan yang banyak,supaya kenyang!"


"Lo kak,ini masakan apa,


Aku kok belum pernah lihat?"


"Itu namanya tunjang,ini rendang,ini cicang,ini...


Tak kuasa aku melihat penderitaan keluargaku.


Matakupun berkaca-kaca menahan air mata yang hendak keluar.


Sungguh memprihatinkan kehidupan keluargaku yang jauh dari kata cukup.


" kak,kenapa mata kakak berkaca-kaca!?'


"Iya nak Linda,kenapa mau menangis?"


Jebol juga pertahananku...


Air matapun keluar tak terbendung membasasi pipiku.


Ibu dan Sintapun merangkulku dan nampak matanya mulai berkaca-kaca.


"Bu...


Bolehkah malam ini aku tidur bersama ibu?!." tanyaku memohon.


"Nak Linda..


Kenapa hanya malam ini, kamu sama sinta boleh kok kita tidur bertiga.


Malam ini benar-benar menjadi malam yang membahagiakan.


Aku benar-benar bahagia.


Kami berdua merangkul ibu yang berada ditengah.


Pukul sembilan pagi akupun sudah berdandan.


segala keperluan sudah aku persiapkan, dan aku hanya duduk santai sambil menunggu seseorang.


" permisi!"


Nampak bang Samsul sudah datang, dan akupun segera kedepan.


"Wah bang !


Nampak ganteng sekali hari ini?!"


"Ah,bisa saja ning linda ini!'.


Nampak Samsul cengingisan dapat pujianku.


Sinta dan ibu yang melihatku bersama samsul melambai tangan pelan.


" bang, tunggu sebentar ya!?


Aku kedalam dulu!"


Akupun masuk ke dalam menemui Sinta dan Ibu.


Ibu langsung menarik tanganku kedalam.


"Nak Linda tahu siapa dia? Dia itu anak buah juragan Sukri!".


" Saya tahu bu! saya lupa cerita sama ibu dan sinta.


tapi nanti akan aku ceritakan semua.


Pokoknya sekarang ibu sama sinta percaya sama saya.


Setelah menjelaskan seperlunya kepada ibu dan sinta, akupun keluar menemui samsul.


"Lama ya bang nunggunya?"


"Ah enggak!"


"Ya sudah ayo jalan.


Bawa aku ketempat yang romantis!"


Kataku padanya sambil menggandeng tangannya dan membuat dia makin senang dan tambah cengingisan.


"Coba lihat hamparan sawah yang luas dik,sangat indah.,"


"Hahhh....ngantuk!"


Aku pura-pura ngantuk dan mengajak dia pergi dari sini.


"Ahhh..ternyata didaerah sini tidak ada yang menarik,kalau begini nanti sore aku pulang kekota saja, bosan."

__ADS_1


"Ya, memang adanya seperti ini.abang nggak tahu lagi tempat yang bagus,"


"Begini saja bang,ajak aku ke tempat kerja bang Samsul saja!".


Kataku sambil melingkarkan tangan kepundaknya.


Muka kami saling bedekatan dan hanya beberapa inchi samsul hendak menciumku, namun aku menghindar manja.dan nampak jelas terdengar desah nafasnya mulai tak beraturan.


" kalau bang samsul mengajakku ketempat kerja, jangankan bibir semua untuk abang!".


Diapun nampak bingung,dan...


"Kebetulan malam ini abang dapat jatah piket.


Bagaimana kalau nanti malam jam sepuluh.!".


Katanya yang sudah kena rayuanku.


Akhirnya kamipun pulang,dan berjanji bertemu lagi jam setengah sepuluh malam.


Setelah kejadian tadi ibu nampak marah dan tidak mau terima kalau aku bergaul dengan begundal-begundal Sukri.


Setelah sholat maghrip dan melihat situasi sekitar aku mengajak ibu dan sinta masuk kekamarku.


" ada apa kak,kenapa pintu dikunci?"tanya sinta heran.


"Bu...sinta...kakak minta maaf!"


Kemudian dengan perlahan. Kulepas rambut palsuku dan semua penyamaranku,dan jadilah diriku sendiri.


"Kak Ranti!" teriak Sinta dan aku menyuruhnya jangan keras-keras.


Kulihat ibu hanya memandang dan matanya berkaca-kaca.


" kamu bukan Ranti,siapa kamu nak?"


"Betul bu,aku bukan Ranti tetapi


Aku Santi saudara kembar Ranti!"


Kemudian aku menceritakan tentang ayah,Ranti dan kasus yang kutangani sampai membawaku kesini.


Nanpak ibu dan Sinta menangis.


Ibu terlihat menangis bahagia, anak yang selama ini dia rindukan telah kembali.


"Bu, maafkan Santi"


Kalau kasus ini sudah selesai, santi akan ajak ayah kesini.


Ayah sampai sekarang masih memikirkan dan mencintai ibu.


'Yang penting sekarang,panggil Santi dengan nama Linda.


Aku tidak mau penyamaranku terbongkar bisa membahayakan semua."


Akhirnya ibu dan Sinta bisa mengerti denganku.


"Kamu hati-hati ya nak, ibu tidak mau kehilangan lagi!".


Akhirnya waktu yang kutunggupun tiba.


Samsul mengajakku ketempat kerjanya.


Nampak dikejauhan sebuah bangunan seperti gudang yang dijaga sangat ketat oleh beberapa orang.


" bang yang dijaga disana itu bangunan apa bang?"


"Itu gudang kue" kata Samsul.


Tanpa sepengetahuan samsul aku terus merekam tempat-tempat yang mencurigakan.


Setelah dirasa cukup,akupun minta diantar pulang.


Bukti-bukti yang kudapatkan telah kusimpan jika Sewaktu-waktu diperlukan.


"Assallamuallaikum"


"Waallaikumssallam"


"Kak, jam segini baru pulang"


"Iya, ibu mana? Sudah tidur? Tanyaku pada sinta.


" iya sudah tidur, sejak tadi nungguin kakak.


Ibu sangat kawatir terjadi apa-apa sama kakak",


Kemudian aku mengajak Sinta ke kamarku.


Aku segera menjelaskan kepada Sinta bahwa aku perlu seorang mata-,mata.


Aku tidak mau ibu mengetahui tentang ini nanti malah membuatnya kawatir.


Aku segera memberinya handpone yang sudah kupersiapkan dari rumah, dan menjelaskan apa saja yang perlu dilakukan.


" tapi aku takut, kak!


Aku belum pernah melakukan ini.


Bagaimana nanti kalau ketahuan. Aku takut kak!."


"Yang penting hati-hati,begitu dapat info penting langsung hubungi kakak.


Kakak merasa juragan Sukri melakukan bisnis ilegal."


"Dia juga yang menfitnah ayah dan ibu.


Dia juga yang menghasut warga kalau Ranti pengguna narkoba, dan tidak boleh dimakamkan disini.


Kakak janji setelah ini selesai,kakak akan mengurus dan memindahkan makam ranti disini.


Akhirnya Sinta bersedia,bahkan dia bersemangat sekali.


Akhirnya akupun harus balik pulang,karena besok harus ngantor.


Dan akupun pamit sama ibu dan sinta.


Ditengah perjalana akupun istirahat dulu karena rasa haus menyerangku.

__ADS_1


Sebentar kemudian akupun melanjutkan perjalanan pulang.


" Assallamuallaikum!"


"Waallaikumssallam"


Paman membukakan pintu depan,dan aku permisi langsung ke kamar.


"Kau yang terindah...."


Baru saja nyempe dan mau istirarahat ,tiba-tba handpone bunyi,


"Halooo"


Ternyata kapten Anton ingin ketemu denganku diluar kantor.


Katanya ada hal penting yang ingin di bicarakan segera.


Akupun akhirnya tiba dilokasi.


Nampak dia sudah menunggu dari tadi, dan terlihat pikirannya sedang galau seakan memikirkan banyak hal.


"sore ndan !".


"sore, silahkan duduk!".


Dia nampak menghela nafas panjang.


Raut mukanya nampak marah.


"San, tadi malam ada yang masuk ke ruanganku, dan mengambil arsip-arsip tentang kasus yang kamu tangani."


"Arsip dan alat bukti digudang juga hilang".


" tahanan sudah dipindahkan, dan mulai hari ini kasus diambil alih oleh anak buah pak Victor."


"Terus apa yang akan kita lakukan ndan?"


"Tidak ada!".


jawab kapten Anton singkat sambil menyandarkan punggungnya ke kursi.


"Tidak ada!!??". Jawabku kaget.


" Apa maksud tidak ada ndan!?


Walaupun ini bukan kasus kita lagi,tetapi tugas dan tanggung jawab akan terus melekat walau kita dalam keadaan tidak dinas.


Apa tidak ada sama sekali yang bisa kita lakukan ndan?".


"Betul katamu San!".


Tapi kita tidak punya apa-apa sekarang.


Dari mana kita mulai bergerak?


Dan aku tidak tahu siapa yang betul-betul bisa kupercaya selain kamu.


Sudah lama aku kenal sama ayahmu, pasti dia bangga punya anak yang sudah jadi Polwan tangguh.


Komandan terus menerangkan,dan kudengar dengan seksama.


"Sejak awal aku sudah curiga, orang-orang di atas ingin kasus ini di hentikan.walau terlihat jelas bahwa ada bukti-bukti kuat untuk melanjutkan kasus ini sampai tuntas.


Tetapi sekarang kita benar-benar tak berkutik dan harus berhenti."


Nampak komandan Anton benar-benar putus asa,apalagi dengan diobrak-abrik ruangannya tadi malam.


"Begini ndan,bagaimana kalau seandainya masih ada bukti yang kita punya.


Apa komandan berani dan mau menyelidiki kasus ini lagi.


Karena resikonya komandan bisa dipecat denga alasan karena melanggar perintah.!".


" itulah kenapa aku memanggilmu kesini, di luar kantor!".


"Kalau memang masih ada bukti, aku ingin tetap menyelidiki, dan sepertinya cara kamu kemarin dengan melibatkan warga sipil sangat efektif tetapi dalam kasus ini perlu di sempurnakan tekniknya".


Kami ngobrol panjang lebar dan berjanji besok ketemu lagi dengan mengajak Septian.


Dan akupun mohon izin pulang.


Hari sudah menjelang sore,akupun memacu motorku lebih cepat.


Setelah sampai kulihat ada motor Septian terparkir di depan rumah.


" ngapain lagi kesini?". Pikirku dalam hati.


"Assalamuallaikum!"


"Waallaikumssallam!".


Paman dan Septian menjawab salamku.


" brang..klontang...klontang..


Tiba-tiba piring logam tempat menaruh kacang jatuh kesenggol paman.


Seketika kacang bersebaran di lantai.


'Belum lima menit!' ucap Septian sambil jongkok memunguti kacang, dan akhirnya kami bertigapun memunguti kacang kemudian menaruh kembali di piring.


"Ada apa kamu kesini?'


tanyaku sama Septian.


" biasa, anak muda ngedate !".


"Uhhh...dasar kamu,aku capek mau istirahat!".


Kataku sambil merebakan badan di sofa.


" San, aku cuma nyampain pesan mama dan papa,untuk ngundang kamu nanti malam minggu ada acara syukuran di rumah.


Kalau kamu nggak datang mereka pasti kecewa".


"Saya usahakan datang besok malam minggu, Dan ada yang ingin aku bicarakan padamu.


Tunggu aku mandi dulu badanku bau!".

__ADS_1


Akupun meninggalkan Septian untuk mandi.


Jam tujuh malam,aku mengajak Septian keluar untuk membicaraka masalah kasus yang di ambil alih.


__ADS_2