POLWAN CANTIK DAN TANGGUH

POLWAN CANTIK DAN TANGGUH
CAPTER XXV Jadi Mahaaiswi


__ADS_3

Dengan tekat yang bulat aku memutuskan akan menerima kasus yang diberikan komandan kepadaku.


Biasanya komandan menjelaskan kasusnya seperti apa baru memberi berkas untuk dipelajari.


Tetapi dalam kasus kali ini komandan dadang menyuruh saya mempelajari berkas dulu baru sekarang akan menjelaskan kasusnya seperti apa?


Hal ini membuat saya selalu bertanya-tanya dan penasaran.


Ada hal apa sebenarnya yang akan diceritakan oleh komandan kombes Dadang ?.


"Pagi ndan?! "


"Pagi kapten,..silahkan duduk !"


"Kapten kasus ini sebenarnya sudah lama, dan saya sudah pernah kirim anggota untuk menyelidiki.


Kasus belum terbongkar malah anggota yang saya kirim menjadi korban."


"Kemarin pelaku muncul lagi dan seorang mahasiswi ditemukan meninggal dengan ciri-ciri sesuai berkas yang kamu baca"


"Dalam tugas kali ini kamu sendirian, tanpa mata, telinga dan akses orang dalam.


Makanya status kamu nanti mahasiswi pindahan semester Vl fakultas ekonomi".


"Target kasus kamu sampai lulus kuliah.


Selama itu kamu putus dengan markas untuk mencegah penyamaranmu bocor ".


"Cuma senjata dan peluru yang cukup modal kamu.


Begitu kamu keluar dari ruangan ini, jangan pernah masuk ke area Mabes kalau kasus belum selesai".


" kamu bisa menolak kasus ini dan kembali di belakang meja, atau menerima dengan Resiko


Seperti yang saya sampaikan tadi.


"Bagaimana kapten santi?".


" Siap komandan!.


Saya menerima tugas ini dan akan bekerja sebaik mungkin dan kembali membawa hasil ".


"Terima kasih kapten, semoga beruntung dan kalau kamu kembali kesini aku berhutang sekotak coklat untukmu ".


Akupun keluar ruangan menuju gudang senjata.


Kepada petugas aku menyerahkan surat ijin pinjam senjata.


Sambil menunggu aku telepon Septian supaya datang ke asrama.


Setelah pesananku siap aku langsung pulang ke asrama.


Rupanya septian sudah datang dan menunggu di asrama.


" Bruakk,..kltak.."


"Gila untuk apa kamu bawa senjata sebanyak ini San?"


"Kamu mau menyerbu maskas?" tanya Septian bingung.


Aku segera menjelaskan pertemuan dan perintah dari komandan.


Nampak Septian mukanya geram dan matanya mulai berkaca-kaca.


"San..aku tidak menyangka kalau kasus yang kamu hadapi seberat ini.


Kalau ternyata seperti ini aku tidak akan ijinkan."


"Banyak perempuan dikampus berusaha mendekati aku, tetapi aku tidak bisa berpaling dari kamu.


Tetapi dengan menerima tugas ini seakan kamu sengaja mau meninggalkan aku.


Aku takut sekali San.."


Aku yang tadi tegar tiba-tiba rapuh.


Akupun tak kuasa menahan tangis dan berlari memeluk Tian.


Kami berdua mendekap erat saling mencium,mengusap seakan tak mau melepas lagi.


"Yan..aku sudah menerima tugas ini dan aku berjanji tidak akan berhenti sampai tuntas.


Aku harap kamu selalu membantuku"


"Sekarang bantu aku cari kontrakan"


"Ya, ada! berangkat sekarang saja sebelum dikontrak orang lain.


Semua barang kamu dibawa sekalian dan tidak usah balik lagi ".


Akupun mengikuti saran Septian.


Kami segera berkemas dan membawa barang yang memang diperlukan.


" lo Yan, ngapain mampir ke kontrakanmu dulu?


Septian tidak menjawabku, malah langsung membawa masuk barangku ke kamar.


Akupun mengikutinya dari belakang.


"San, sekarang kamu tinggal disini bareng aku.


Aku tidak mau kamu kontrak sendiri.


Disini kamar ada dua kamu boleh pilih yang mana.


Tidak boleh menolak dan protes ini keputusanku".


Aku tak tahu harus berbuat apa!?


Tetapi dihatiku akupun senang bisa tinggal dan dekat dengan Septian.


Akhirnya aku tinggal dikamar depan dan septian di belakang.


Menjelang sore hari semua sudah rapi dan bersih.


"Ayo nambah makannya"


kataku sambil mengambilkan nasi Septian.


Kamipun bergantian saling menyuapi.


Sungguh suasana yang romantis.


"Yan, apa Yuyun tahu kalau aku Polisi?"


"Tidak, semua belum ada yang tahu kecuali bu Rurin."


"Oke, nanti selesai makan kita kerumah bu Rurin.


Tidak ada yang boleh tahu kalau aku polisi, sebab penyelidikanku kali ini sangat berbahaya."


Selesai makan kamipun kerumah bu Rurin.


Kebetulan sekali ada Letda Caniago dirumah bu Rurin.


"Assallamuallaikum"


"Waallaikumssallam"


Kami segera memberitahukan keperluanku kepada bu Rurin dan beliau berjanji akan tutup mulut.


"Letda kemarin aku perintahkan kamu mengawasi dia sampai Rumah Sakit, kenapa sampai rumah? Tanyaku menggoda.


"Maaf kapten, tapi dia minta dikawal sampai KUA"

__ADS_1


Kami semua tertawa dan menjelang pukul tujuh kami permisi pulang.


Diperjalanan Septian membawaku ke Salon kecantikan.


"San biar penyamaranmu sempurna, dandan secantik mungkin dan sefeminim mungkin"


Akupun ikut saja, lagian itu perlu untuk penyamaran diriku


Aku benar-benar dipermak oleh tangan-tangan terampil.


Ketika aku sudah selesai Septian nampak kagum sampai melongo.


Setelah keliling jalanan sampai juga di rumah.


Nampaknya septian masih tidak percaya kalau aku begitu cantik seperti idola kampus.


" San, malam ini kamu boleh tidur bareng aku di kamar belakang!"


"Gila kamu yan !".


Jawabku sambil mencubitnya.


Aku melihat diriku dicermin kelihatan cantik sekali.


Mulai kaki sampai kepala sungguh idaman laki-laki dan tak sadar aku mulai menari.


Terlihat di cermin septian memandangku terus, aku terus saja menari mengagumi diriku.


Pagipun menampakkan wajahnya, dan Septian sudah bersiap-siap berangkat.


"San,aku berangkat dulu ya!?"


"Ya, hati-hati"


Septian berangkat kuliah sementara aku masih dua hari lagi masuk kuliah.


Aku masih ada waktu untuk mempelajari lebih dalam.


Didalam berkas yang aku baca korban pertama Yunita lestari.


Meninggal dua tahun lalu.


Korban kedua Rosiana atau Letda yayuk Rahayu


Korban ketiga Imelda semua korban terdaftar sebagai mahasiswi universitas"PALAPA".


Benar-benar tidak ada petunjuk dan gambaran pelaku.


Aku benar-benar berjalan di jalan yang gelap sendirian.


Pelaku seolah tahu walau aku menyamar.


Aku merasa di buru daripada memburu


Aku tidak tahu siapa targetku, tapi dia tahu siapa yang menjadi targetnya.


Apa motif pelaku membunuh tiga cewek itu?


Apa tiga cewek itu saling terkait dan berhubungan?


Pelakunya perempuan atau laki-laki?


Aku benar-benar belum bisa menyimpulkan.


Sudah jam empat sore Septian belum pulang juga.


Aku sengaja masak supaya septian senang dan memujiku.


"Renggg..rengggg...."


Baru saja aku pikirin sudah datang.


"Assallamuallaikum"


"Waallaikumssallam"


"Terimakasih istriku" jawab Septian bercanda.


Aku menunggu dimeja makan, dan sebentar kemudian Septian


Datang


"Wah, menunya spesial hari ini".


" uhh,enakkk, mantap!"


Aku senang sekali melihat Septian makan dengan lahap sekali dan memuji masakanku.


Hari pertama kuliah akhirnya tiba juga.


Aku dengan kantor didaftarkan satu kelas dengan Septian.


Aku menyamar dengan dandanan yang lebih feminim dan lembut supaya penyamaranku sempurna.


"Santi!?"


seseorang memanggilku


"Yuyun!?"


Akupun menyapanya.


Aku akui Yuyun memang lebih cantik, anggun dari aku.


Dia juga ramah dan menyenangkan.


Tak heran banyak cowok yang mengejarnya.


Tetapi kenapa Septian tidak tergoda dan tidak mau?


"San, bagaimana kabarnya lama tidak ketemu?


Aku senang sekali kamu kuliah juga di sini"


"Nanti duduk di dekatku ya San?"


"Iya Yun, terima kasih".


Selama kuliah hari pertama waktuku banyak aku gunakan untuk ngobrol dengan Yuyun.


Sungguh teman yang menyenangkan walaupun masih ada rasa cemburu di hatiku.


Aku selalu buka mata telinga dan tak mau lengah.


Seluas mata memandang kuperhatikan setiap jengkal tanah, semua dosen,staff,mahasiswa, mahasiawi.


Sengaja di kampus aku dan Septian menjaga jarak supaya aku lebih leluasa bergerak.


Hari berganti hari, minggu berganti minggu aku mengikuti mata kuliah dengan semangat.


Aku benar-benar sudah jadi anak kuliahan, tetapi tetap ingat dan patuh pada misi awal.


" Yan, dipanggil bu Anjar di kantin!" kata antok


Septianpun keluar ruangan menemui bu Anjar di kantin.


Banyak rumor yang mengatakan kalau bu Anjar suka Septian.


Sepulang kuliah Septian mengajakku nonton film di bioskop.


Kebetulan film yang diputar genre yang aku sukai Romantic Action yang berjudul "POLWAN CANTIK DAN TANGGUH" yang di bintangi actor dan actris yang sudah terkenal.


Selesai nonton kami makan dulu di cafe yang ada di area bioskop.


"San, kamu lihat film tadi pemeran ceweknya.

__ADS_1


Walaupun polwan tetapi sangat-sangat romantis"


"Apa maksud kamu ngomong begitu?" tanyaku sambi mencubit pahanya.


"Sudah, begitu saja ngambek nanti cepat tua lo".


Sudah jam sebelas malam tapi belum bisa tidur.


Mata seolah tidak mau dipejamkan.


Padahal besok kuliah pagi.


Aku segera keluar kamar untuk minum.


Selesai minum aku berhenti didepan pintu kamar Septian.


" Yan,kamu sudah tidur?" Tanyaku


"Belum!" jawab Septian


"Aku tidak bisa tidur, boleh tidak aku tidur sama kamu?"


Septian tidak menjawab tetapi langsung membuka pintu kamarnya.


Dengan ragu-ragu aku masuk kamarnya dan tidur di sampingnya.


Septian langsung menyelimutiku dan memelukku.


Pagi menampakkan wajahnya.


Aku terbangun dengan wajah yang cerah.


Aku segera bangkit dan memperhatikan diriku dan melihat Septian yang masih tidur nyenyak.


Akupun tersenyum dan mencium dahinya.


Aku segera menuju dapur, memeriksa perlengkapan.


"Ah..cuma bisa bisa buat nasi goreng sama telur" gumanku pelan.


Sebelum berangkat kuliah kami sarapan nasi goreng yang aku buat tadi pagi.


Aku lihat Septian sarapan seperti sehari belum makan.


"Yan, apa benar kalau bu Anjar sebenarnya suka sama kamu?"


Tanyaku curiga.


"San, aku tidak tahu!


Kalaupun dia suka sama aku, aku tetap cinta sama kamu".


Kenapa akhir-akhir ini aku kok kawatir.


Apa aku belum bisa mempercayainya?


Pak Handoko Dosen ilmu management bisnis baru sepuluh menit mengajar terasa sudah dua jam.


Kalau boleh memilih dari pada kuliah seperti ini mending berantem dengan maling.


Tetapi...


"Tolong..tolong ular.."


Terdengar teriakan dari luar. semua yang mendengar langsung lari kearah suara berasal.


Ternyata berasal dari toilet cewek.


Tampak bu Anjar ketakutan keluar dari toilet.


"Ada apa bu?"


Tanya beberapa mahasiswa.


"Di toilet ada ular" jawab bu Anjar masih ketakutan.


Aku sementara pasif saja dan tak mau bergerak berlebihan.


Aku menyuruh Septian untuk mengajak ibu Anjar.


"Ada apa San? Tanya Yuyun yang ada dibelakangku.


"Kata bu Anjar ada ular di toilet." kataku kepada Yuyun.l


Setelah di cek ke toilet cewek oleh mahasiswa laki-laki di temukan ular Cobra.


Ya, ular Cobra adalah jenis ular yang punya bisa atau racun yang sangat kuat dan mematikan.


Tapi dari mana asalnya?


Kalau lewat bawah hal yang mustahil dan akan ketahuan karena lantai dari keramik yang licin.


Hewan melata akan susah untum jalan karena terlalu licin.


Berarti lewat atas.


Aku melangkah ketoilet dimana ular itu ditemukan.


Kuperhatikan plapon atas semua tetutup rapat dan tak mungkin ular sebesar itu bisa masuk.


Sepulang kuliah aku dan Septian kerumah bu Anjar dan Letda Caniagopun datang hampir bersamaan dengan kami.


"Ini baru calon suami idaman, dengar bu anjar ada masalah langsung datang".


Godaku pada Letda Caniago.


"Betul kamu Kapten, septian.


Aku tidak mau bidadariku kenapa-napa."


Setelah basa-basi ngobrol diluar kami langsung masuk rumah.


"Buk gimana cerita kejadiannya kok sampai ada ular di toilet?".


Tanyaku minta kronologi secara detail.


"Aku juga tidak tahu San,


Ketika aku lagi buang air besar tiba-tiba ada ular yang jatuh.


Tetapi aku mendengar seperti ada suara orang yang lari dari toilet."


"Walaupu seperti jinjit aku masih bisa mendengar suara kaki itu".


Keterangan bu Anjar sungguh sangat berharga.


Berarti ini kesengajaan yang dilakukan seseorang untuk mencelakai bu Anjar.


"Apa mungkin pelaku ada hubungannya dengan tiga korban terdahulu?"


"Bu Anjar, apa ibu punya masalah dengan orang atau atau mahasiswa di kampus?"


Aku terus bertanya karena penasaran.


Ketiga korban mahasiswa sekarang kenapa Dosen?


Apa sebenarnya motif pelaku?


"Aku merasa tidak punya masalah dengan Dosen, staff, apalagi sama mahasiswa."


Kata bu anjar mengingat-ingat masa lalu.


Aku terus bertanya ke bu Anjar


Guna penyelidikan lebih lanjut.

__ADS_1


Aku berharap apa yang menimpa bu Anjar tidak ada hubungannya dengan kasus yang aku selidiki.


Tetapi aku akan tetap menyelidiki pelakunya dan apa motifnya.


__ADS_2