
Sabina terbangun dari tidurnya kepalanya cukup sakit jika ia gerakan sedikit saja, menoleh ke samping disana Agra tengah menatapnya dengan violet di pangkuannya yang tengah tertidur
"Sudah puas kau membuatnya menderita?...atau kau masih ingin memainkan dramamu?..."
Sabina memalingkan wajahnya ia kesal dengan violet yang tidur di pelukan Agra "aku tidak mengerti dengan apa yang kamu bicarakan Agra aku gak ngerti.."
Agra menyunggingkan senyumnya semunafik ini lah sabina Sungguh dia memang benar-benar licik "kamu hanya memanfaatkan violet kau mendekatinya karena kau tau aku menyukainya!.."
Agra sudah tau violet saat ia pertama kali sekolah disana Agra menyukai violet saat pertama kali mereka bertemu Agra memang selalu beristirahat di warung belakang sekolah, tapi sesekali ia juga makan di kantin hanya untuk sekedar melihat violet Sabina tersenyum sinis ia menatap lekat Agra
"lalu kenapa?..aku membencinya gra, bahkan sangat benci! aku cinta kamu tapi kamu selalu dingin padaku apa yang kamu suka dari dia sih gra dia itu cuman cewek bego yang so polos depan kita seharusnya kamu sad--"
Sabina memberhentikan ucapannya saat ia melihat violet tengah duduk memperhatikan mereka berbicara
wajah yang begitu sedih, kekecewaan yang begitu besar bahkan orang tersebut adalah Sabina teman terbaik bagi violet
¶∆¶
Duduk di taman rumah sakit, setelah mendengar pengakuan Sabina ia langsung berlari dan duduk di bangku taman
violet berfikir, sebenarnya serendah apa ia Dimata orang lain bagaimana pandangan orang lain tentang dirinya, apakah ia memang sangat menjijikan?
Agra menghampiri violet dan duduk di sebelah violet ia tau perasaan violet saat ini kenapa Agra sebodoh ini menghancurkan pertemanan violet dan Sabina? Tapi ini memang yang terbaik untuk violet
"Vi? Sudah jangan sedih masih ada aku disini.." violet melirik Agra lalu kembali menatap lurus "Vi gak sedih... eum mungkin sedikit... dan Vi gak nyangka aja sama mereka.."
Agra mengerutkan keningnya siapa yang violet maksud mereka "mereka?.." Violet mengangguk dan tersenyum "iya mereka.. kak Dave dan juga Sabina Vi gak nyangka mereka Setega ini sama Vi..." Agra mengacak rambut violet "sudahlah Vi.. lagian Sabina sudah pergi tadi waktu kamu tidur aku suruh supir buat kasih tau orang tua Sabina kalau Sabina di rumah sakit dan sekarang orang tua Sabina sudah bawa dia pulang buat di rawat jalan..."
__ADS_1
Violet mengangguk paham Agra mengecup pipi violet singkat dan membelai rambut violet lalu menatap bidadari nya "menangislah Vi... aku lebih baik melihatmu menangis daripada melihatmu memperlihatkan senyum palsu seperti itu..." violet menggeleng cepat
"Vi lelah Agra, Vi sudah gak ada tenaga buat nangis..." Agra membawa violet kedalam pelukannya mengajak violet pergi membeli baju dan Violet tidak menolak karena memang pakaiannya kotor
Dave mengawasi mereka ia tak tinggal diam saat violet tidak bersamanya ia akan selalu mengawasinya dan Dave muak dengan Agra yang menjadi penghalang diantara mereka, cepat atau lambat orang yang menghalangi Dave untuk menjadikan violet miliknya akan tewas di tangan Dave itu sumpah Dave pada dirinya sendiri
Malam pun tiba.
Regan juga sudah di perbolehkan pulang, Agra mengatur mobil membawa violet dan Regan menuju rumah yang cukup besar untuk dua orang
Regan memperhatikan sekitarnya saat Agra memberhentikan mobilnya "kak ayo turun.." ajak violet dan Regan pun menurut mengikuti violet dan Agra yang berjalan menuju rumah besar nan elegan
"Sekarang kak Regan tinggal disini bersama violet..." ucap Agra yang membuat heran Regan "Tidak usah kakak pulang ke kosan kakak saja..." violet memasang wajah kesal mendengar ucapan kakaknya "sudahlah kak disini saja...." Regan menggeleng dan menampilkan senyumannya "jangan menyusahkan Agra lagi Vi ayo kita pulang..."
"Aku yang mau kak, aku yang mau kak Regan dan Violet tinggal disini karena ini salah satu rumah orang tua aku yang jarang ditinggali aku mohon kak tinggal lah disini..." violet mengangguk antusias berbeda dengan Regan yang masih menggelengkan kepalanya "tidak perlu Agra sudah cukup kamu membantu ka--"
"Kalau begitu tinggallah disini sebagai balas budinya.." wajar jika Agra ingin Regan tinggal disana karena Agra tidak ingin jauh dari violet, karena bagaimanapun violet akan dibawa oleh Regan, setelah Agra mengatakan itu Regan tidak punya alasan untuk menolak dan hanya bisa mengangguk "baiklah terimakasih.."
Dave menyeringai beranjak dari duduknya dengan tangan di saku celananya "Kita biarkan saja dulu, Biarkan violet kecilku bermain sebentar setelah itu kita jemput dia pulang, jika tidak mau tidak ada cara lain selain memaksanya!!"
Violet menyiapkan makan malam dimana ia akan membuat olahan dari ikan salmon "Makasih udah mau beliin ikan salmonnya.." ucap violet saat Agra memberikan sekantong keresek ikan salmon
"Kamu mau bikin apa Vi? sushi?.." violet menggeleng menyimpan kereseknya di atas wadah "aku mau buat salmon rebus..." ujar violet lalu mulai memotong ikan salmon
"Kenapa salmon?..." tanya Agra penasaran karena Agra bisa saja memesan makanan yang beberapa menit langsung sampai, tapi violet menolak dan meminta tolong untuk membelikannya ikan salmon
Violet berbalik menghadap Agra menatap dengan senyum masam "kamu tau kan agra.. kalau kak Regan punya kanker dan salah satu makanan pencegahnya yaitu salmon..." Agra memeluk violet memejamkan matanya betapa Agra sangat mencintai violet jika bisa Agra ingin segera lulus dan menikahi violet "Boleh aku bantu?.." violet mengangguk dan akhirnya mereka membuat salmon rebus bersama
__ADS_1
Regan duduk di sofa ruang tamu ia menonton TV sembari menunggu violet menyajikan makan malam sebenarnya Regan ingin membantu tapi violet malah memarahinya dan mendudukan kembali Regan di sofa lalu violet berkata "kalo kakak nyusul vi ke dapur nanti Vi marah besar sama kakak dan Vi juga akan mogok makan!..." dan Regan hanya mengangguk dan mengacak rambut violet "yasudah buatkan yang enak..." seperti itulah kronologi Regan dimarahi oleh violet
Violet menghampiri Regan yang tengah duduk di sofa "kak ayo makan..." ajak violet dan Regan langsung berdiri berjalan di belakang violet di meja makan Agra sudah duduk terlebih dahulu menunggu violet memanggil Regan setelah Regan duduk violet langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi lalu ikan salmon
'mungkin jika aku sudah menikah dengan Violet aku juga akan diperlakukan seperti itu'
Agra terus memperhatikan violet, Regan tau apa yang Agra inginkan "Vi ambilkan juga nasi untuk Agra.." ujar Regan dan Violet memperlihatkan wajah kesalnya "Eh? kak tidak usa--"
violet mengambil piring Agra dan mengisinya dengan nasi lalu salmon "jangan bantah kak Regan..." ujar violet lalu mengambil nasi untuk dirinya sendiri
setelah semua selsai makan Agra pun pamit pulang dan pergi meninggalkan violet
Regan berjalan menuju kamarnya dan duduk di tepi ranjang malam sudah sangat larut tapi ia tak bisa tidur Regan khawatir bagaimana jika Dave datang dan membawa pergi violet, Regan membenarkan posisinya agar lebih nyaman saat tidur dan saat akan memejamkan matanya terdengar suara ketukan pintu
Tok tok tok
"kak...? kakak sudah tidur?..." terdengar suara Violet yang sangat kecil yang hampir Regan tidak dengar Regan beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu
"Ada apa Vi?..." violet memeluk Regan ia menangis di dada bidang Regan "Vi takut kak hikss... Vi mimpi kalau kak Regan dibawa pergi sama kak Dave hikss Vi takut.."
Regan mengusap pelan rambut violet "Sstt.. sudah jangan menangis kakak akan selalu sama kamu kakak gakan pergi kemana pun.." regan melepaskan pelukan violet memberi celah untuknya berbicara
"Ayolah Vi masa adik kakak yang pemberani takut karena mimpi?..." ejek Regan yang berhasil membuat violet kesal dan menghentakkan kakinya "Vi gak takut vi cuma itu, emm... boleh ya Vi tidur sama kakak Vi mau di peluk kakak..."
Regan tertawa karena violet yang mengakui bahwa ia memang sedang takut hanya karena mimpi "Vi kan sudah besar masa harus ditemenin tidur..." violet memasang wajah memelasnya ia menggoyang goyangkan tangan Regan "Iya kak... boleh ya kak... ya ya ya?..." Regan mengangguk dan akhirnya violet tidur di pelukan Regan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
-jaga kesehatan sob 🕵️
like and coment