Posesif Daddy

Posesif Daddy
extra part


__ADS_3

jadi gini, chapter ini tuh kelewat jadi author tadinya mau hapus, tapi kata temen 'gak usah mending jadiin extra part' gitu katanya


KARENA INI CERITA YANG LUPA DI UP BERARTI SEKARANG ALURNYA MUNDUR ATAU FLASHBACK


¶∆¶


Violet berbalik saat Dave memanggilnya "sayang... Aku panggil dari tadi kamu kenapa sih?..." Violet melirik ke atas meja terdapat tangan Dave yang tengah menggenggam tangannya sekarang mereka tengah di cafe tepi jalan dan percaya tidak ada pelanggan satu pun disana karena Dave sengaja menyewanya eh tidak Dave hendak membelinya tapi Violet melarangnya dan akhirnya ia hanya menyewanya


"Nggak Vi cuman lagi liat anak-anak yang lagi lewat lucu banget..." Violet mengusap perutnya tak sabar menunggu utun yang sudah lumayan besar "yauda jangan dipikirkan.... Tunggu aja nanti juga keluar...." Violet tertawa karena perkataan Dave "apaansih Dave keluar apa coba?... Dave, Vi mau kentang goreng..." Dan tentu saja tidak butuh waktu lama kentang goreng pun sudah diantar dan di simpan di atas meja


Dave menggandeng tangan Violet yang sedang berjalan di mall ini karena keinginan Violet yang ingin melihat-lihat barang bagus padahal Violet bisa melihatnya di handphone dengan begitu Dave bisa tiduran berdua di alamat dengan Violet

__ADS_1


"Dave.. Vi mau boneka beruang itu... Tapi harus yang gede banget itu kekecilan... Vi mau yang gede" Dave tidak membelikannya. Ia berjalan terus sembari memegang pundak Violet "ih.. Dave dengerin vi dulu... Vi mau boneka... Dave kok gitu sih..." Jika Dave membelikannya ada kemungkinan besar jika Dave akan terkucilkan dan Violet akan terus memeluk boneka tersebut lalu siapa yang akan memeluk Dave? Leo? Ayolah pembaca jangan ngelawak terus


"Yauda biar Vi minta Leo buat beliin yang besar banget... Apaaan Dave gak peduli sama istri sendiri..." Violet mengomel sembari terus berjalan tidak memperhatikan Dave yang tengah berhenti di belakangnya sembari menelpon entah siapa yang ia telpon


Violet melirik ke belakang saat ia merasa Dave tidak menyaut panggilannya "Dave!.. terserah Vi mau ngambek!..." Violet berjalan dengan cepat dan tentu Dave langsung menyusulnya lihatlah kecerobohan Violet saat ia tengah berjalan dengan cepat hampir saja ia tertabrak orang yang tengah berlari untungnya Dave langsung datang dan menghalangi Violet agar tidak tertabrak tapi sayangnya orang yang akan menabrak tadi terjatuh "hei!.. apa-apaan kau ini?!.. ada masalah hidup apa sampai melukai orang yang tidak berdosa!!..."


Dave murka? Oh tidak, ada Violet bagaimana ia bisa murka ia hanya menatap dingin orang di lantai tersebut dan tentu hawa disana menjadi sangat seram lelaki di lantai tersebut mendadak bisu ia tidak berbicara lagi ia juga perlahan berdiri lalu membersihkan debu di celananya dan percayalah itu sangat menjengkelkan untuk Dave karena debu tersebut bisa saja terbang ke arah Violet "berhenti" lelaki tadi tak menghiraukan ucapan Violet dan terus menepuk celananya


Brak


"Maaf ya... Jangan nangis dong... Mana senyuman cantiknya masa Violet nangis... Senyum dong... Gigi putihnya mana..." Violet memeluk Dave mengusap air matanya dengan pakaian yang Dave kenakan "jangan kayak gitu lagi..." Dave mengangguk ia mengecup kening Violet lalu mereka berjalan menuju mobil diparkiran

__ADS_1


Saat Dave membawa mobil ke Violet yang tengah menunggu di tepi jalan bersama leo, Dave mengambil handphonenya dan mengirim pesan yang langsung Leo baca dan Leo pun mengangguk pelan Dave turun ia membukakan pintu untuk Violet "saya undur diri..." Ujar leo lalu pergi dan Dave masuk ke dalam mobil apakah Dave akan membiarkan orang yang telah membuat istrinya menangis? Tidak itulah konsekuensinya jika mengganggu miliknya


"Sayang... Kamu mau makan apa?..." Dave bertanya di perjalanan menuju rumahnya "nggak lagi mau apa-apa... Vi cuman mau pulang..." Dave selalu menggenggam tangan Violet jika mengemudi tapi ada kalanya Violet marah karena Dave yang selalu memegang tangannya ia takut jika Dave tidak fokus tapi nyatanya Dave selalu fokus pada jalanan dan ia juga fokus pada kesayangannya


Dave memarkirkan mobilnya dan langsung turun untuk membukakan pintu untuk Violet setelah itu ia akan menuntun Violet ke dalam rumah "tuan di dalam ada tuan anon sedang menunggu..." Dave juga melihat anon yang sedang duduk di sofa sembari memakan cemilan Violet "sana temuin anon... Vi mau ke kamar dulu..." Tidak. Dave tidak akan membiarkan Violet naik tangga sendirian dan Dave pun menghiraukan panggilan anon ia malah terus memapah Violet naik ke kamarnya


"Kasian sana... Sampai sini aja..." Ujar Violet di depan pintu kamar "tunggu ada kejutan buat kamu..." Dave memegang gagang pintu dan saat Dave membukanya Violet kagum dengan kamarnya yang sudah diisi berbagai macam boneka beruang ada yang sangat besar bahkan ada yang sangat kecil ini seperti toko terdapat banyak ukuran di berbagai sudut "gimana?.. suka?..." Violet mengangguk lalu mengecup pipi dave "yauda aku ke bawah dulu..."


Dave duduk di hadapan anon yang tidak dipannya masih dengan cemilan Violet ditangannya "apa? Kau mau ini?..." Ujar anon sembari menyodorkan makanan tersebut "semakin lama kau semakin ingin kuhabisi..." Anon tertawa renyah mendengar perkataan Dave "berisik... Kau mau apa kemari?!" Dave mulai kesal ia ingin menghampiri Violet takut jika Violet tidak sengaja menginjak sesuatu dan terjatuh


"Kau semakin menyeramkan... Baiklah aku kesini karena persanmu yang kemarin kau kirim dan itu ambigu di otakku..." Apakah anon tidak salah lihat? Barusan Dave seperti gelapan? Dave memalingkan wajahnya? Berarti benar apa yang anon pikirkan beberapa hari ini "pesan yang mengatakan kapan kau bisa Muncak lagi... Awalnya aku pikir kau ingin pergi ke gunung tapi setelah aku pikir kau tidak mungkin melakukan hal yang tidak kau sukai.... Dan sekarang aku tau apa maksud pesan itu... Kau bertanya kapan kau bisa bercinta dengan Violet kan?.." jika Dave sedang minum mungkin ia akan tersedak tapi untungnya tidak

__ADS_1


"Aku hanya salah mengirim pesan.." ujar Dave dengan tenang "aku tau kau... Kau tidak mungkin salah mengirim pesan kau orangnya tidak ceroboh... Dan kembali ke topik akan berbahaya jika melakukannya sekarang... Lebih baik tunggu sampai anakmu lahir..."


Dave berdiri sembari berjalan menuju tangga "baiklah kau memang tidak bodoh... (Dave gak mau ngaku jika anon pintar) terima kasih untuk informasinya dan satu hal lagi GANTI MAKANAN ISTRIKU yang sedang kau makan itu..." Anon melirik ke bawah ya ampun ini kan makanan mahal gaji sebulannya saja tidak cukup untuk menggantinya "DAVE KAU TIDAK TAHU BERTERIMAKASIH!!..." anon berteriak sekarang ia harus bagaimana untuk membeli makanan tersebut apakah ia harus meminjam pada rentenir?


__ADS_2