Posesif Daddy

Posesif Daddy
entahlah Vi


__ADS_3

Dave menatap Violet yang sudah dibalut dengan perban di keningnya ini sangat buruk dokter berkata cedera otak nya lumayan parah Dave menunggu leo memastikan bahwa Alice sudah mati jika Alice belum mati maka leo yang akan menggantikan nyawa Alice dan pintu pun diketuk memperlihatkan Leo dengan handphone di tangannya "tuan, Alice sudah mati" ujarnya dengan memperlihatkan mayat Alice yang sudah tergeletak di jalanan Dave memalingkan wajahnya ia menatap Violet yang masih terpejam "saya permisi" Leo pergi membiarkan Dave menunggu Violet


Regan sedang duduk bersama Agra mereka sedang membicarakan Violet kesedihan tentu menyelimuti mereka berdua apalagi sekarang perasaan Regan sangat tidak enak apakah ada hal aneh yang terjadi pada Violet "para bawahan papa sedang berusaha mencari Violet semoga saja berhasi" ujar Agra yang belum sembuh total perban di kepalanya saja belum dilepas karena lukanya masih basah "Agra sebaiknya kamu pulang dan istirahat kak Regan akan mencari sendiri keberadaan Violet!" Agra menggeleng ia juga ingin mencari Violet dan meminta izin pada orangtuanya saja untuk ke rumah Regan sangat susah Agra Takan menyia-nyiakan kesempatan untuk mencari Violet "Agra?" Panggil Regan karena Agra melamun Agra melirik Regan "kamu tau jika kamu membantu dalam kondisi seperti ini kamu bisa saja jadi penghambat? Lebih baik kamu sembuh terlebih dahulu kakak tau kamu sekarang masih pusing bukan?" Agra mengangguk pelan memang benar sekarang kepalanya sangat pusing ke rumah Regan saja ia di papah oleh supir pribadinya "baiklah kak tapi jika ada kemajuan beri tahu aku dengan cepat!" Regan mengangguk lalu membantu Agra untuk berdiri dan masuk ke dalam mobilnya lalu Agra pergi pulang

__ADS_1


¶∆¶


Dua hari sudah berlalu tapi Violet masih belum sadarkan diri Dave mengusap kepala Violet sampai kapan Violet akan tertidur seperti ini Dave rindu Violet bahkan sudah dua hari ini Dave tidak tidur ia selalu terjaga menunggu Violet "bangun Vi..." Dave menempelkan punggung tangan Violet ke pipinya berharap ada pergerakan tangan violet "tuan sepertinya tuan anon ingin pamit pulang" ujar leo dengan suara pelan "bilang padanya jika dia pergi dari negara ini maka saat dia pulang hanya akan tinggal nama!" Leo mengangguk lalu saat hendak pergi Dave berbicara "leo, jangan lupa bunuh semua yang berkaitan dengan Alice!!" Dave menatap leo yang terlihat senang karena untuk pertama kalinya leo akan membantai ia akan membunuh dan membunuh "baiklah tuan saya permisi.." Dave menyunggingkan senyumnya Dave melihat dirinya di dalam diri leo tapi bedanya Dave saat ia membantai keluarganya sendiri hanya ada perasaan tenang dan nyaman bahkan saat Dave membunuh seseorang Dave selalu mendapatkan rasa yang tak pernah ia dapatkan tapi semua berubah saat kehadiran Violet ke dalam hidupnya ia tak ingin membunuh lagi dengan tangannya, karena itu yang Violet minta, jika Dave ingin Violet terus di sampingnya dan Dave akan melakukannya. Dave hanya akan membunuh tanpa menyentuh.

__ADS_1


Violet sedang duduk menundukan wajahnya memainkan jarinya takut dengan Dave yang baru saja menelpon seseorang sedang berdiri dengan menyilangkan tangannya di dada dan tak lupa dengan tatapan matanya yang tajam "sekarang ucapkan alasan kamu dan jelaskan dengan rinci!.." ujar Dave dengan dingin membuat Violet merinding "apanya?.. Vi harus jelasin apa?" Tanya Violet pura-pura tidak tau Dave mendekat lalu duduk di samping Violet dan langsung nyosor ke bibir Violet yang membuat Violet menangis karena Dave mengigit bibir nya "sakit.. kak hikss.." Dave mengunci pergerakan Violet ia membaringkan tubuh violet lalu menyimpan kedua tangannya di samping kepala Violet "jika sudah tau takut mengapa kamu selalu melakukannya?!.." Dave menarik dagu Violet menciumnya dengan kasar tak peduli dengan Violet yang belum sembuh total "kak jangan gini kepala Vi masih sakit hikss.." ujar Violet saat ciuman diantara mereka lepas "kamu melanggar Vi!.." Dave mengusap wajah Violet yang sangat ketakutan "apakah kakak juga bisa melanggar?.." Violet mengerutkan keningnya apa yang Dave katakan "semisalnya seperti membunuh!.."


Deg. Violet menggeleng dengan cepat ia tau ia bodoh bahkan sangat bodoh hingga hendak kabur dan pergi tak tentu arah "nggak!.. maaf Kak Vi minta maaf Vi salah!!.. Vi ngaku salah kak!.." Dave menyunggingkan senyumnya Violet sangat tidak konsisten dengan apa yang ia ucapkan "entahlah Vi mungkin kakak akan mempertimbangkan nya!" Ujar Dave melirik Violet yang mulai tak tenang Violet semakin resah bagaiman ini apa yang harus ia lakukan sekarang "kak? maaf Vi cuman takut waktu pelayan itu datang kekamar dia bilang kak Dave akan tetap membunuh kak Regan dan Agra walaupun Vi udah ada di samping kak Dave!" Walaupun Dave memang ingin melakukannya tapi ia sudah berjanji dan janji harus ditepati "kamu lebih percaya pelayan dibandingkan janji kakak?!" Semua jadi serba salah Violet menggeleng ia semakin bingung Dave menarik dagu Violet Agra menatapnya "kakak memiliki satu syarat jika kamu tidak ingin semua itu terjadi!..." Mau tidak mau Violet harus mau karena ini jalan agar Dave tidak membunuh lagi dan tak lama terdengar suara ketukan pintu "masuklah!" Ujar Dave dan pintu pun terbuka memperlihatkan anon dengan wajah kesalnya karena sendari tadi ia diancam jika pulang ia hanya akan tinggal nama saja dan itu sangat menjengkelkan "kak jangan Vi mohon biarin Vi inget semuanya Vi masih mau tau kak Regan dan Agra setidaknya biarin Vi inget mereka.." mata violet sudah sangat berkaca-kaca tapi itu Takan membuat Dave Luluh untuk saat ini, Dave berdiri dan berjalan mendekat pada anon "lakukan!.." anon mengangguk lalu mendekat pada Violet yang sudah gemetar dan bumm Violet melupakan semuanya, lagi.

__ADS_1


__ADS_2