Posesif Daddy

Posesif Daddy
halusinasi


__ADS_3

Dion baru saja pulang hari ini banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan dan untungnya ada Agra yang bisa membantunya walau sedikit


Dion duduk di ujung ranjang ia melirik kamar mandi karena Rini sedang di dalam kamar mandi mungkin sedang mencuci muka tak lama Rini datang "pa?.." panggil Rini lalu duduk di samping Dion "mama mau bicarakan sesuatu ini tentang Agra" ujar Rini dan Dion yang sedang melepas jasnya melirik Rini "ada apa?.. mengapa terlihat serius seperti itu" Rini menarik dafas dalam "mama mau jodohin Agra sama anak temen mama" Dion kaget dengan ucapan Rini itu terlalu mendadak dan Dion yakin Agra Takan pernah setuju "nggak mungkin Agra setuju ma lagi pula mengapa harus maen jodoh jodohan?.. ini bukan jaman Siti Nurbaya Agra bisa memilih pasangan hidupnya sendiri!.." seperti dugaan Rini suaminya Takan setuju tapi Rini melakukan ini juga demi kebaikan Agra "mama kasian liat Agra terus mikirin Violet anak kita juga harus bahagia!.." Dion menggenggam tangan Rini "ma?.. batalkan perjodohan itu karena itu hanya akan memperburuk keadaan!" Rini mengerutkan keningnya merasa kesal karena Dion seperti mengatakan bahwa apa yang Rini lakukan itu salah padahal itu demi kebaikan keluarganya "terserah papa mau bilang apa mama tetep mau jodohin Agra sama anak temen mama dan ini juga buat Agra bukan buat mama!.." Rini berdiri meninggalkan Dion sendiri berjalan menuju kamar tamu dan mengunci pintunya Dion memijat pelipisnya ia tak tau harus berbuat apa dan Dion yakin Rini belum membicarakan hal ini pada Agra dan Agra pasti akan marah karena cintanya saja belum ditemukan dan Rini sudah main jodohkan saja dengan anak temannya itu


Sepi sunyi dan gelap rumahnya sekarang seperti rumah kosong seperti tak ada penghuni itu yang Regan rasakan mengapa Violet belum juga ketemu argh Regan hampir gila dibuatnya Regan duduk di sofa ia sudah sangat merindukan Violet "kamu dimana Vi?!.." Regan mengusap wajahnya kasar dan detik berikutnya kepalanya sakit bahkan sangat sakit ini pertama kali Regan alami Regan seperti melayang penglihatannya kabur Regan berusaha mengambil handphonenya ia mencari kontak alena


"Halo ada apa?! Bukannya kamu sibuk dan gak mau diganggu?!.." ketus Alena

__ADS_1


"Alena tolong... Akhh..."


Bruk!..


"Halo?.. Regan?... Regan?!..."


Alena melirik handphonenya ia langsung lari dan naik taksi menuju rumah Regan ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada Regan dan saat Alena sampai di pintu utama ia terkejut dengan Regan yang sudah pingsan di lantai "Regan?!... Kamu kenapa?!..." Alena menelpon seseorang yang kemungkinan besar bisa membantunya dan Alena mencari kontak Agra lalu menelponnya

__ADS_1


"Halo?"


"Agra tolong!.. cepat kesini Regan pingsan!... Cepat aku mohon!..."


Agra langsung terbangun ia mengambil jaketnya dan pergi ke rumah Regan dengan menggunakan mobilnya


Saat di rumah sakit semua hening hanya ada tangis Alena menggema di depan ruang UGD lalu dokter pun keluar "dokter bagaimana keadaannya?!" Tanya Alena dengan khawatir "penyakitnya kambuh dan ini sudah stadium lanjut" Alena menggeleng ini pasti karena Regan terlalu memikirkan Violet seandainya Alena tak melakukan itu pada Violet mungkin Regan Takan begini "baiklah saya permisi" ujar dokter dan pergi Agra langsung masuk melihat keadaan Regan yang terlihat sangat lelah wajahnya pucat "maaf Regan hikss... Maafkan aku.." tangis Alena di samping Regan "sudahlah jangan menangis lagi kak Regan akan sembuh" ujar Agra berusaha menenangkan Alena dan mereka pun menghabiskan malam mereka di rumah sakit

__ADS_1


Violet terbangun dari tidurnya ia merasakan tenggorokannya yang sangat kering ia haus Violet bangun dari tidurnya dan melirik ke samping ternyata Dave tidak ada "Dave?.." panggil Violet tapi Dave tak kunjung datang akhirnya Violet berdiri dan berjalan ke luar kamar karena air putih di kamarnya habis Violet berjalan sembari menguap matanya begitu lengket dan kepalanya begitu sakit setelah turun dari lift Violet berjalan menuju dapur dan hampir semua maid disana terkejut dengan datangnya Violet ke dapur "nona?!... Nona sedang apa disini?.." tanya Anne kepala pelayan baru dengan panik "kenapa? Vi haus..." Maid itu pun langsung memberikan air putih pada Violet "nona bisa panggil pelayan jika membutuhkan sesuatu dan nona bisa menekan belnya agar saya bisa langsung ke kamar nona..." ujar kepala pelayan dan Violet mengangguk lalu berbalik dan berjalan kembali menuju kamarnya dan saat berjalan menuju lift Violet seperti mendengar suara leo sedang mengobrol karena Violet penasaran ia berjalan mendekat melihat leo yang sedang mengobrol dengan seseorang melalui handphone? Violet bersembunyi dan menguping pembicaraan leo "bagus terus perhatikan gerak gerik mereka terutama Agra jangan sampai dia menemukan lokasi nona..." Violet mengerutkan keningnya apa tadi?!.. apa yang terlintas di benaknya? Lelaki yang tampan Violet semakin penasaran ia berusaha mendengar apa yang akan Leo katakan selanjutnya "jangan lupa awasi reg~" Violet tak bisa melihat!.. matanya di tutup dengan tangan oleh seseorang Violet menarik tangan tersebut dan ternyata itu Dave "kamu sedang apa Vi?.." tanya Dave dan Violet melirik tempat Leo berdiri tadi dan tidak ada orang leo sudah pergi "tadi leo ada disana.." tunjuk Violet dan Dave tersenyum "gak ada siapa-siapa disana mungkin kamu salah lihat.." Violet menggeleng tidak mungkin ia salah lihat itu terlihat sangat nyata "Vi? Masuklah sekarang sudah malam" Dave menggandeng Violet menuju kamarnya dan melirik tajam ke arah Leo yang sedang bersembunyi spontan Leo menunduk tangannya gemetar ia ceroboh menelpon di tempat terbuka ia kira Violet sudah tidur dan Takan ke lantai bawah lagi mungkin besok atau malam ini Leo akan mendapatkan hukuman karena kecerobohannya


Violet tak bisa tidur ia masih teringat kejadian tadi apakah memang ia salah lihat? Tapi ia mendengar jelas suara leo itu tidak mungkin hanya halusinasi dan siapa Agra mengapa Leo membicarakan Violet dengan Agra "Dave?.." Violet menggoyang goyangkan tubuh Dave agar terbangun "Vi? Ada apa? Tidur ya sudah malam..." Dave menepuk tangan Violet agar tertidur "bangun dulu jangan tidur... Dave?!..." Dave bangun membuka matanya "siapa Agra?.." mata Dave terbuka sempurna kenapa tiba-tiba Violet menanyakan itu apakah karena leo "dia hanya pelayan di rumah ini" ujar Dave dengan datar lalu membenarkan posisi tidurnya agar lebih nyaman "benarkah?" Dave menarik Violet untuk berbaring di dada bidangnya mengelus kepala Violet Dengan lembut "ya, aku memecatnya" ujar Dave dan Violet mendongak menatap wajah Dave "kenapa?" Dave mempunyai sebuah cerita yang ia baru saja karang sendiri "Dia hampir melecehkan kamu dia pelayan yang sangat jahat tidak berguna makanya aku pecat dan dia menyukai kamu sang majikan itu sangat tidak pantas!.." ujar Dave dengan puas karena telah memaki Agra di depan Violet "tidurlah..." Violet berusaha memejamkan matanya dan tak berjalan lama mereka pergi ke alam mimpi bersama


__ADS_2