
Sudah beberapa minggu ini Dave merasa muak dengan Agra karena semenjak pertemuannya di mall Agra selalu datang ke rumahnya hanya untuk sekedar meneriaki nama Violet contohnya seperti hari ini Agra berdiri di depan pagar tak lupa meneriaki nama Violet "Dave?.. Vi gak fokus nonton di depan bersisik banget..." Ujar Violet kesal dan Dave sangat mensyukuri itu karena Violet sudah tak memiliki rasa lagi pada Agra "iya sayang aku usir dulu dia" ujar Dave sembari berdiri tapi tangan Violet mencegah Dave untuk pergi "jangan pergi disini aja biarin aja nanti juga pergi..." Dave mengangguk Violet semakin manja dan menggemaskan membuat Dave semakin menyayangi nya Dave kembali duduk di samping Violet karena Violet yang sedang tidak mau duduk di sofa Dave pun ikut duduk di karpet bulunya yang hangat Dave duduk bersila Dave meraih handphonenya melihat perkembangan beberapa perusahaannya dan semuanya stabil "Dave?" Panggil Violet dan Dave hanya berdehem menyaut panggilan Violet dengan pelan merangkak ke arah Dave masuk ke sela-sela tangan Dave dan duduk di pangkuan Dave dengan menghadap Dave yang masih fokus pada handphonenya Violet memeluk Dave menelusupkan wajahnya pada leher Dave mencoba menganggu Dave agar memberi perhatiannya pada Violet "Dave?.." Dave melirik Violet yang tengah menatapnya lalu melanjutkan kegiatannya lagi dengan handphonenya kesal karena tak diperhatikan Violet meraih handphone Dave membantingnya dengan kasar ke arah pantai hingga terpecah menjadi beberapa keping "Vi itu disini di depan Dave tapi Dave malah fokus ke benda itu!!... Dave kenapa sih Vi cuman mau di perhatiin hikss.... Kenapa Dave cuek sama Vi hikss... Dave jahat!!.." Violet memukul dada Dave karena pukulan Violet cukup hebat Dave menahannya dengan tangannya "Dave kasar banget sih!.. masa pukulan Vi ditepis hikss..." Ha?apa? Dave tak paham dengan Violet apakah Violet sedang dalam mood yang jelek mengapa Violet sangat sensitif "Vi sayang maaf ya aku cuman~"
__ADS_1
"Cuman apa?.. Vi tau Dave itu selingkuh terus Vi tetep setia di samping Dave tapi Dave malah cuekin vi hikss..." Sumpah demi apapun Dave tak pernah selingkuh bahkan tadi saja ia hanya melihat data perusahaan Dave Takan pernah berani untuk selingkuh itu sama saja menyakiti Violet dan Dave tak ingin itu terjadi "aku gak pernah selingkuh Vi..." Ujar Dave berusaha membela dirinya yang sedang ternistakan "Dave selingkuh!.. makanya Vi ancurin biar Dave gak bisa selingkuh lagi!... Dave maen hape terus Dave selingkuh sama ponsel itu Vi gak suka Dave gak perhatiin Vi hikss..." Tolong apakah ada yang bisa jelaskan? Sejak kapan Violet jadi kurang waras seperti ini otak Dave sudah tak bisa berfikir mulutnya bisu untuk berkata "sstt.. sayang kamu kenapa?.. " Dave mengusap pipi violet melingkarkan tangannya pada pinggang Violet mata mereka saling menatap Violet mengusap bibir Dave menggesekkan jarinya dengan bibir bawah Dave "kamu menggodaku Vi?.." Violet mengalungkan tangannya ******* bibir Dave dengan pelan tanpa nafsu dan Dave membalasnya walaupun rasanya perpaduan antara manis dan asin tapi lebih dominan pada rasa asin
__ADS_1
Violet juga Tak mengerti kenapa ia se emosi itu moodnya sedang buruk dan Dave harus mengerti itu dia tidak boleh membuat kesal Violet sekarang Violet tengah di kamarnya melihat ke arah jendela dimana Agra masih setia berdiri disana tapi Violet tak ada niatan untuk menemuinya bahkan rasa kasihan pun tidak ada "Anne tolong potong apel hijau itu Vi mau makan itu..." Ujar Violet pada Anne di sampingnya "baik nona.." Anne berjalan menuju laci sedang di dekatnya ia memotong apel itu menjadi beberapa bagian lalu memberikannya pada Violet saat Violet melihat Agra yang sedang berdiri menatap pintu utama dua bodyguard berbadan besar datang dan menyeret Agra agar lebih menjauh dari rumahnya Violet membuka jendela kacanya "hei?!.. lepasin apa yang kalian lakukan lepasin dia!!.." teriak Violet karena dia tidak suka melihat orang yang teraniaya apalagi ini di hadapannya "Vi?.. Violet aku mohon turunlah aku ingin bicara sama kamu!..." Ujar Agra penuh semangat "nona sebaiknya tutup jendela jika tidak tuan akan marah.." ujar Anne ingin menutup jendela "baiklah..." Ujar Violet lalu duduk di tepi ranjang
__ADS_1
Pintu terbuka menampilkan Dave yang baru selsai mengerjakan tugas kantornya Dave berdiri di hadapan Violet "kenapa?.." tanya Dave Violet menaikan satu halisnya dan Anne langsung pergi meninggalkan kamar mereka "apa kamu simpati sama dia?.." tanya Dave lagi "apaansih Dave suka gajelas gitu.. Vi cuman gak mau apa-apa pake kekerasan semuanya kan bisa dibicarain baik-baik kenapa sih Dave suka maen otot terus kan ada otak bicarain dengan kepala dingin!.." Dave menindih Violet membuat Violet terbaring dengan kedua tangan menahan dada bidang Dave "bukan itu yang kumaksud.." Violet menghela nafas panjang lalu tersenyum "Vi hanya mencintai Dave tak ada yang lain dan Dave mencintai Vi gak boleh ada yang lain..." Dave puas dengan jawaban Violet Dave menciumi leher Violet naik ke atas ke pipi lalu kening dan terakhir bibir "baiklah sayang untuk makan malam kamu ingin apa?.." tanya Dave dengan lembut "terserah Vi makan apa yang ada di meja makan aja..." Dave menyunggingkan senyumnya "bagaimana jika santapan malamnya aku?.." blush wajah Violet memerah "kyaaa... Dave mesum sana pergi!.."
__ADS_1