
Regan duduk di sofa rumahnya Regan sudah mencari violet kemana mana tapi Regan tidak menemukan Violet entah mengapa hati Regan tidak tenang dimana Violet sekarang?! Dan saat Regan sedang duduk dengan air putih ditangannya seseorang datang dengan menggebrak pintu
Brak!.. Regan menoleh ke pintu utama ia kaget dengan Alena yang penuh dengan keringat Regan berlari menghampiri Alena "ini pagi dini hari ada apa kamu kesini?!" Tanya Regan lalu membawa alena ke sofa "hikss.. maaf Regan maaf kan aku hikss.." ujar Alena yang membuat Regan tidak mengerti "ada apa? Apa ada hubungannya dengan Violet?!" Ujar regan karena hatinya tak tenang karena Violet yang tak kunjung ia temukan alena menceritakan semuanya tentang Alena yang sengaja perintahkan bawahan Dave untuk menaruh bangkai anjing di depan rumah Regan dan mobil Agra ia sendiri yang memotong kabel remnya semuanya Alena ceritakan termasuk orang gila yang ternyata adalah kakak kandung Alena dan Alena juga menceritakan tentang Violet yang dibawa pergi oleh Dave "maaf aku tau aku jahat gak seharusnya aku gini" ujar Alena menjambak rambutnya "aku kecewa alena!.." sesakit inikah rasanya?!.. Alena menggeleng bagaimana pun ia sangat mencintai Regan adanya Regan di kehidupannya mewarnai hari-hari nya yang suram seandainya saja Dave tidak datang dan mengancam Alena mungkin sekarang Regan dan Alena hidup bahagia "pergi kemana mereka?!.." tanya Regan dengan dingin "aku gak tau Regan aku gak tau!.." Regan berdiri dan berjalan menuju mobilnya Alena ingin menyusul tapi Alena takut dengan tatapan dingin dari Regan akhirnya ia duduk dan memeluk tubuhnya sendiri dengan tangisan yang semakin kencang
Regan menelusuri jalanan mencari mobil yang bergerombol karena Regan yakin Dave akan membawa para bawahannya untuk berjaga jaga tapi hingga jam lima pagi Regan tak kunjung menemukan jejak Violet dimana sekarang Violet mengapa Regan membiarkan Violet sendirian Regan ceroboh seharusnya ia temani Violet "kamu dimana Vi?" Lirih Regan yang sudah mulai lelah Regan kembali menuju rumahnya bagaimana pun ia sudah meninggalkan seorang perempuan yang sedang bersedih sendirian dan saat Regan berjalan menuju rumah ia terkejut dengan Alena yang sedang menangis terduduk di lantai dengan kepala menunduk dan air mata yang dengan deras membasahi pahanya Regan berlari menghampiri Alena "Alena?! Ada apa?" Tanya Regan dan Alena langsung memeluk Regan dengan sangat erat "Violet!.. baru saja ia kemari hiks.. aku menahannya pergi hikss.. tapi ia malah pergi bersama Dave hikss... Maafkan aku Regan!.. maafkan aku hikss.. maaf!..." Regan mengelus kepala Alena menunggu Alena tenang dan ia akan menanyakan lebih lanjut pada Alena
__ADS_1
Regan duduk di samping Alena sekarang Alena sudah mulai tenang hanya saja sesenggukannya masih ada dan matahari pun sudah mulai terbit Regan mengusap tangan Alena yang gemetar takut "apa yang Violet katakan?" Tanya Regan dengan lembut dan Alena mendongak menatap Regan "dia bilang dia menyayangimu dia mencintai Agra dan juga dia menyayangiku dan" air mata alena mulai menetes kembali mengingat apa yang telah ia lakukan pada Violet dan Violet masih bisa berkata bahwa ia menyayanginya "Violet berkata padaku agar kamu gak benci aku maaf Vi masa aku benci!.. aku sangat tidak suka saat Violet memperlihatkan senyumannya yang seperti itu aku tidak suka!.. senyum palsunya sangat menyakitkan bagaimana dia bisa tersenyum saat matanya meneteskan air mata aku hanya membawa penderitaan untuk Violet!.." Regan memeluk Alena mengusap punggung Alena dan satu hal yang Regan tak bisa pungkiri bahwa ia masih mencintai Alena "jangan berbicara begitu Alena aku tau ini bukan kemauanmu ini paksaan bukan?" Alena melepas pelukannya lalu mengangguk "apa kamu masih marah?" Tanya Alena dan Regan memalingkan wajahnya membuat Alena meneteskan kembali air matanya yang langsung Regan usap dengan ibu jarinya "aku tidak marah aku hanya kecewa dan sekarang mari kita cari kembali Violet bawa kembali Violet kita yang cerewet" Alena tersenyum lalu mengangguk dan mereka pun pergi ke rumah sakit melihat Agra karena kemungkinan besar Violet akan menemui Agra seperti ia menemui Alena pasti Violet akan datang secara diam-diam
Agra masih belum siuman matanya masih terpejam alat bantu terpasang di tubuhnya nafasnya teratur dan Rini yang sedang tidur bersama Dion di sofa tak menyadari akan seseorang yang sedang berjalan masuk dengan membawa selembar kertas lalu mendekat pada Agra "love you Agra" ucap Violet mengecup kening Agra lalu mengusap rambut Agra "maaf" hanya kata itu yang Violet lontarkan lalu ia menyimpan kertas yang ia bawa dan ia simpan di atas tangan Agra tapi saat Violet akan pergi tangan Agra dengan tiba-tiba bergerak menahan tangan Violet agar tidak pergi membuat Violet menangis ia akan meninggalkan orang yang sangat ia cintai tapi demi keselamatan orang yang ia cintai Violet harus melakukannya "Vi?" Panggil Agra dengan lemah dan Violet menangis akhirnya ia bisa melihat mata itu terbuka lagi akhirnya ia bisa mendengar suara Agra kembali "jangan pergi" ujar Agra dan Violet tersenyum ia melepas pegangan tangan Agra lalu berbalik dan pergi meninggalkan Agra yang sudah mendapatkan firasat bahwa Violet akan pergi untuk waktu yang sangat lama dan mungkin ia Takan bertemu kembali "mah..pah.." Agra berusaha berteriak membangunkan kedua orang tuanya tapi suaranya masih belum bisa membangunkan Rini dan Dion yang sedang terlelap hingga akhirnya Agra nekad bangun ia mencabut infusan di tangannya melepas alat bantu oksigen di hidungnya ia berusaha bangun dan berdiri tapi tak bisa hingga Agra terjatuh dan Rini pun bangun dan berteriak membangunkan Dion "pa Agra pa!.." Dion membantu Agra kembali ke ranjangnya ia menidurkan kembali Agra "kamu kenapa Agra?!" Tanya Rini dengan khawatir "Violet mah Violet pergi" ujar Agra dan Rini yang masih tidak mengerti mengerutkan keningnya "ia pasti sedang istirahat di rumahnya" ujar Dion dan Agra menggeleng ia mencari kertas yang Violet simpan di tangannya tadi ia mengambilnya lalu membacanya
Love you Agra
__ADS_1
Agra menutup matanya rasanya baru saja ia berpelukan dengan Violet baru saja ia mendekap Violet di pelukannya tapi sekarang Violet sudah pergi Agra sendirian sekarang Agra harus apa cintanya telah pergi Agra yakin setiap Violet menulis kata di surat itu ia pasti meneteskan air mata dan dalam kondisi seperti ini ia tidak mungkin menyusul Violet "ada apa?" Tanya Rini lalu merebut kertas tersebut dan saat ia dan dion membacanya Rini melirik anaknya Rini tau rasanya kehilangan itu pasti sangat sakit
"Pa aku mohon perintahkan bawahan papa untuk cari Violet Agra mohon pa!.." ujar Agra dengan menjambak rambutnya "Agra? Papa pasti akan cari Violet oke sekarang kamu harus sembuh terlebih dahulu baru kita akan mencari violet bersama sama" ujar Dion mengusap rambut anak semata wayangnya dan Rini ia hanya bisa terdiam undangan sudah menyebar dan pernikahan akan dibatalkan
Regan berjalan menuju ruangan Agra saat membuka pintu ia bisa melihat Agra yang sudah siuman "Agra? Kamu sudah sadar?" Tanya Regan dengan bahagia dan Agra mengangguk lemah "Violet kak!.. baru saja Violet dari sini" ujar Agra dan Regan menatap Agra "benarkah?" Agra mengangguk semua hening semua diam dan Alena mulai bicara ia menceritakan semuanya tak ada satu pun yang terlewatkan alena memperlihatkan penyesalan nya dan Alena juga berharap Violet kembali bersama mereka "maaf aku minta maaf" ujar alena menundukan wajahnya dan semua hening rasanya menatap wajah Alena sangat memuakan dan Agra mengerti mengapa Violet menuliskan bahwa ia tidak boleh membenci Alena ternyata ini alasannya 'maaf Vi aku tidak bisa tidak membenci alena dan jika kamu tidak ditemukan aku Takan memaafkan alena!' batin Agra sembari memejamkan matanya
__ADS_1