Posesif Daddy

Posesif Daddy
surat


__ADS_3

Violet bersendawa setelah menghabiskan nasi gorengnya "Vi? Itu gak sopan" Violet terkekeh lalu menatap Agra yang masih makan nasi gorengnya "love you Agra" ujar violet dengan senyumnya Agra tersenyum lalu menggenggam tangan violet "love you too Vi" sekarang mereka berdua sudah mulai terbiasa dengan panggilan sayang atau semacamnya


"Mau kemana lagi?" Tanya Agra saat baru saja membeli minuman di minimarket "gak tau Agra mau kemana lagi? Atau Agra sekarang lagi pengen apa?" Violet mengambil satu minuman yang Agra beli lalu ia membukanya dan meminumnya Agra menatap lekat bibir Violet yang basah karena minuman 'aku ingin itu' batinnya menunjuk bibir Violet "aku mengingin kan sesuatu Vi" ujar Agra dengan semangat "apa?" Tanya Violet penasaran Agra tidak langsung menjawab ia melajukan mobilnya


"Keren!..." Ujar Violet saat ia melihat sunset di pantai "kamu suka?" Tanya Agra lalu Violet mengangguk dengan cepat "Vi suka banget ternyata Agra lagi pengen ke pantai?" Tanya Violet dan dibalas gelengan oleh Agra "aku mau ini" ujar Agra dengan mengelus casual bibir bawah Violet "apa boleh?" Tanya Agra dan Violet ia diam membuat Agra menunduk kecewa Violet merubah posisinya dengan cepat ia duduk di paha agra "Vi? Apa yang kamu lakukan?" Violet tersenyum ia menangkup wajah tampan Agra "apapun yang kamu mau selagi Vi bisa lakukan akan Vi berikan" ujar Violet lalu mencium bibir Agra dengan lembut Agra tak menyia-nyiakan kesempatan ia langsung ******* bibir Violet dan Violet mengalungkan tangannya ke leher Agra dan pergulatan panas terjadi di antara mereka Violet mencubit pundak Agra saat ia sudah mulai kehabisan nafas "fuahh.. Agra jangan lupa kalo Vi butuh oksigen" ujar Violet terengah-engah dan Agra terkekeh "iya Vi sayang habisnya bibir kamu candu buat aku" Agra menggerakkan kakinya membuat mereka semakin dekat hingga tak ada jarak diantara mereka tapi Agra heran mengapa Violet berkaca kaca "Vi? Kamu kenapa? Apa aku salah bicara?" Tanya Agra karena Violet mulai menangis "Vi berat ya?!... Makanya Agra pegel!.." Agra tertawa ia menggerakkan kakinya agar Violet semakin dekat saja "bukan gitu Vi aku gak pegel kok" Agra mengusap pipi violet "terus kenapa kaki Agra gerak?" Tanya Violet menunduk dengan suara kecil "supaya aku lebih leluasa" Violet mendongak dan Agra langsung mencium kembali bibir violet perlahan menjadi lumatan


Dave memperhatikan mobil Agra sungguh sangat kejutan karena tiba tiba Agra mendatangi pantai "kita lihat apa yang akan kalian lakukan" ujar Dave sembari terus menatap mobil hitam disana tapi mereka tak kunjung keluar membuat Dave semakin jengkel "jika saja agra berbuat hal yang tidak-tidak padamu aku akan membunuh agramu Vi aku janji" Dave setia menunggu violet keluar dari mobil dan akhirnya mereka membuka pintu Dave rindu Violet ia sangat ingin memeluk Violet dan betapa terkejutnya Dave saat Violet berjalan menghampiri Agra lalu memeluknya Violet mendongak menatap Agra dan satu ke kecupan mendarat di bibir merah muda Violet membuat amarah Dave kian memuncak

__ADS_1


Violet duduk di pasir saat sunset semakin jelas Violet menunggu Agra yang sedang membeli es kelapa "permisi nona?" Ujar seorang lelaki dengan sopan "ya? Ada apa?" Lelaki itu memberi sebuah surat pada Violet "saya mendapatkan titipan surat untuk nona" ujarnya dan Violet menerimanya belum sempat Violet bertanya dari siapa surat ini lelaki itu sudah pergi mungkin saja dari Agra


Dave terus memperhatikan violet dari atas rumahnya ia melihat Leo memberikan surat yang baru saja ia tulis untuk Violet


Violet membuka surat itu ia membacanya perlahan


Aku hanya ingin memberi tahu bahwa bom yang aku siapkan di bawah perusahaan Aditama sudah siap tinggal menekan satu tombol perusahaan Aditama akan hancur seperti perusahaan Bima ranjaya

__ADS_1


Dan satu lagi di bawah rumah Agra pun sudah ada beberapa bom disana kamu tinggal membatalkan pernikahanmu maka semuanya akan baik-baik saja


Jangan beri tahu siapaun tentang surat ini jika tidak mau bom itu meledak aku selalu memperhatikanmu sampai jumpa sayang


Love u


Violet meremas surat itu ia takut sekarang apa yang harus ia lakukan Violet mengubur surat itu di dalam pasir saat Agra sudah duduk di sampingnya "maaf lama Vi sangat banyak yang membeli jadi aku harus mengantri" ujar Agra dengan dua es kelapa ditangannya "seharusnya kamu kembali aja kalo penuh aku gak maksa kamu buat beli kok" Agra memberikan satu es kelapanyan "apapun yang kamu mau akan aku lakukan" ujar Agra lalu mulai meminum es kelapanya Violet melirik sekitarnya mencari sesuatu yang bersangkutan dengan Dave dan ia menemukan Dave yang sedang duduk dengan tumpang kaki di lantai dua "ag--gra kita pulang ya?! Vi kangen kak Regan" ujar Violet dengan tergesa-gesa "oke ayo pulang" mereka berdua berdiri Violet sesekali melirik ke atas dan Dave selalu mengawasinya membuat Violet semakin takut saat Violet hendak masuk ke dalam mobil Leo melambai memberi isyarat untuk Violet mendekat "aku ke toilet dulu" akhirnya Violet mendekati leo "ada apa?" Tanya Violet dengan tangan yang gemetar "terima ini nona ini dari tuan Dave" ujarnya sembari menyodorkan handphone keluaran terbaru "disana hanya ada nomor tuan Dave" Violet menerima handphone tersebut lalu Leo membungkuk dan pergi meninggalkan violet yang sedang gelisah Violet melirik ke atas dan Dave masih memperhatikannya Violet berjalan menuju mobil ia masuk dengan menyembunyikan handphonenya dan Agra pun melajukan mobilnya dengan kecepatan normal niatan Agra sih tadi ingin menginap di hotel tapi pisah kamar!.. tapi karena Violet ingin pulang iya batalkan

__ADS_1


__ADS_2