Posesif Daddy

Posesif Daddy
akhir dari semuanya


__ADS_3

Violet terbangun saat mimpi buruk menghampirinya lagi dimana ia melihat lagi dengan jelas bagaimana Dave membunuh orangtuanya "kamu kenapa Vi.." Violet menatap Agra disampingnya kenapa ia baru sadar jika sekarang ia tengah berada di pesawat "familiar bukan?... Dave selalu membawamu ke pesawat pribadinya dan sekarang aku pun begitu..." Agra sudah membuat Violet bermimpi buruk Agra yang telah membuat Violet terus merasa sedih "haah.. sangat lucu jika kamu mengingatnya kembali... Benci dan cinta menyatu menjadi satu... Tapi sayang rasa cintamu lebih dominan daripada rasa bencimu..." Wajah Agra datar Agra mengusap air mata Violet yang terus mengalir "agra... Hiks.. Vi mau pulang hikss..." Violet menangis sesekali mengusap pipinya yang basah membuat Agra gemas "kita akan pulang Vi..." Agra mendekat berniat memeluk Violet tapi nihil Violet menolaknya ia mendorong Agra supaya menjauh "aku sempat berfikir bagaimana jika aku melakukan apa yang pernah anon lakukan..." Violet melirik Agra apa yang Agra maksud mengapa ia berbicara seperti itu dan apa yang pernah anon lakukan mengapa ia selalu berbicara berbelit-belit sepeti ini oh ya Tuhan apakah Agra berniat membuat Violet lupa semuanya dan hanya akan mengingatnya seorang saja? Violet tidak ingin itu terjadi bagaimana pun perasaannya pada Agra sudah lenyap ia harus mencari jalan keluar supaya Agra tidak macam-macam padanya ia harus mengulur waktu menunggu Dave datang menjemputnya "aku sudah bilang jika aku belajar apa itu psikologis dan aku tau jika kamu sedang memikirkan ku dan yang pasti itu bukan hal yang baik untukku..." Ujar Agra dengan senyumannya "ah.. Agra jangan gini jangan buat Vi takut..." Agra bersyukur karena Violet tidak berubah ia masih wanita polos dan juga imut ah tidak Violet sudah tidak polos lagi ia sudah tau apa itu bercinta "aku akan mengatakan kebenaran yang akan membuat kamu ragu untuk meminta pulang pada Dave..." Violet masih dengan ketakutannya dan Agra masih dengan senyumannya "truk yang hampir menabrak mobil vleyn..." Violet tersentak bagaimana bisa Agra tau vleyn bagaimana Agra tau tentang kecelakaan itu dan apa yang istimewa dari kecelakaan itu sehingga Agra ingin mengungkap kebenarannya


Firasat nya buruk apakah ada sesuatu yang akan terjadi bagaimana dengan Violet sebenarnya siapa yang menculi Violet kenapa ini menjadi rumit seperti ini apalagi Regan yang sendari tadi terus menghawatirkan Violet


Dave menuruni tangga pesawatnya ia mengingat kembali alamat yang Violet ucapkan dan mereka berdua pun langsung meluncur ke alamat tersebut dan ternyata ini wahana permainan ada roller coaster kora-kora dan masih banyak yang lainnya Dave melihat sekeliling dan tidak ada yang mencurigakan hanya ada banyak orang yang menaiki wahana tersebut tapi sepertinya roller coaster tidak berfungsi sendari tadi tidak menyala


Ting


Satu pesan Dave terima dan ternyata dari nomor tidak dikenal


_mansion_


Dave mengerutkan keningnya dimana ada mansion? Ia tidak melihatnya ini komedi putar tidak mungkin ada mansion "ada apa?.." tanya Regan saat melihat Dave yang seperti kebingungan "Violet ada di mansion.. tapi aku tidak melihat mansion di dekat sini..." Regan juga mencarinya ie melihat sekelilingnya dan memang tidak ada mansion


Ting

__ADS_1


Dave menambatkan search look dari sang pengirim ia langsung bergegas dan pergi ke alamat tersebut dan benar saja ada mansion disana terlihat mewah mereka berdiri di depan pintu utama dan Dave langsung mendobrak pintu dan berteriak "sstt... Jangan berisik" ujar Regan merasa aneh dengan sekitarnya dan benar saja obat bius menancap sempurna di leher mereka penglihatan pun kabur dan bruk mereka pingsan


Dave bangun saat merasa ada yang memanggilnya "ah.. lama sekali pingsannya..." Dave mendongak ia hanya bisa melihat pantulan dirinya saja ia seperti berada di sebuah ruangan yang hanya terdapat cermin di sekitarnya dan terdapat kamera di atasnya di samping kamera tersebut terdapat spiker yang terdapat cahaya berwarna merah di samping pokoknya "tragisnya hidupmu dunia berputar sangat cepat bukan?.." Dave tersentak apakah ini suara Agra? Ini tak mungkin bagaimana bisa Agra berbuat seperti ini "aku Agra... Haah membosankan..." Dave mengepalkan tangannya ia berniat memukul cermin di hadapannya tetapi cermin ini tak bisa pecah ataupun hancur sudah beberapa bercak darah menempel di cermin tersebut dan Dave masih belum bisa menghancurkannya ia merasakan perih ditangannya "baiklah akan aku buat ini menjadi menyenangkan.... Aku suka film Doraemon dan apakah kamu tau jika Doraemon pernah berkorban demi kekasih kucingnya yang hampir terlindas roller coaster?... Dan lihatlah ini!.." sebuah tv dibelakang Dave menyala memperlihatkan Violet yang terikat di atas rel dengan mulut di lakban "aku tau!.. apa yang kau inginkan?!.." teriak Dave pada kamera di atasnya dan terdengar suara tawa di spiker tersebut "aku sudah bilang ini akan menyenangkan bukan?..." Dave melirik pintu di sampingnya yang terbuka dan seorang wanita yang kepalanya di tutup kain hitam di dorong dipaksa masuk lalu pintu di tutup kembali "buka penutup wajahnya!.." ujar Agra dan Dave mendekat ia membuka penutup kepalanya dan ternyata itu Felicia pantasan saja Dave merasa kenal dengan bodynya "dia anak yang sudah dibuang oleh ayahnya sendiri dan itu karena kamu Dave!... Aku hanya ingin kamu bercinta dengannya!!" Dave membulatkan matanya ini tidak mungkin ia lakukan Felicia menggeleng setelah hidupnya hancur ia tidak mau mati dibunuh Dave "tolong ampuni aku!.. biarkan aku pergi!!.." Felicia bersujud menghadap kamera tersebut "kalian yang memaksaku melakukannya!!" Dave mantap roller coaster yang mulai berjalan mendekati Violet dan Violet yang berteriak semakin histeris "Agra!! Keluar kau sialan!!..." Dave panik ia harus apa ia melirik Felicia tidak ada pilihan lain! Dave menarik Felicia ia mendorong Felicia ke lantai lalu menaiki tubuhnya "buatlah kalian lebih cepat menuju puncaknya dengan begitu roller coaster ini akan berhenti istrimu tercinta akan selamat!.."


Violet duduk di samping ranjang ia menunggu Agra yang sedang membawakannya makanan bagaimana pun ia harus mengisi perutnya agar dedek bayinya tidak kelaparan


Ceklek


Agra mendekat kalau menyimpan makanannya di atas meja "Vi ayo makan.." ujar Agra dan Violet mendekat duduk di atas sofa lalu mengambil nasinya "aku akan mencari Chanel yang seru.." ujar Agra mengambil remote tv lalu mulai memindah-mindahkan channel ke channel yang lain dan Agra memperlambat jarinya "tunggu!.. kembali ke yang tadi!.." ujar Violet dengan mata membulat membuat smirk Agra terlihat jelas


Violet menjatuhkan nasinya ke lantai ini pasti tidak nyata mengapa Dave tega berbuat seperti ini padanya mengapa Dave malah bercinta dengan Felicia dan betapa bruntalmya Dave saat melakukannya terlihat Felicia yang sedang menangis apakah Dave memaksanya? "Ini bohong kan?... Hikss.... Kenapa?... Ini pasti bohong!!..." Violet menatap tajam ke arah Agra "maaf Vi aku mengurung Dave dengan Felicia karena mereka telah menjahatimu... Tapi tidak kusangka mereka malah berbuat hal yang memalukan seperti ini..." Ujar Agra membuat wajahnya sesedih mungkin "bawa Vi kesana!.." Agra mengangguk lalu memapah Violet ke ruang kaca tersebut


Tetesan air mata tak berhenti mengalir rasa sakit yang baru saja ia rasakan kini ia kembali rasakan mengapa Dave tega sepeti itu apakah Dave tidak peduli dengan Violet? Oke jika memang begitu maunya tapi setidaknya pikirkan anaknya yang hitungan hari akan segera lahir Violet melihat jelas apa yang sedang Dave lakukan dengan Felicia dan ini cermin satu arah ia melihat semuanya bahkan ia mendengar desahan Felicia "jangan menangis orang seperti itu tidak pantas kamu tangisi..." Agra memeluk Violet dari belakang ia berbisik di telinga Violet sesekali menciumi pundak Violet "baiklah kita buat dia sengsara.." ujar Agra lalu menekan salah satu tombol merah di hadapannya dan bom kaca itu menjadi tembus pandang Dave melihat Violet yang menangis dengan Agra di belakangnya dan apa ini Violet melihat ia bersetubuh dengan orang lain tapi bukannya Violet ada di atas rel itu mengapa ia ada Disni "pikiranmu sedang kacau Dave... Aku tidak menyangka kau akan seperti ini... Sangat penting menonton kartun saat kau kecil..." Dave membenarkan pakaiannya ia mendekat pada Violet yang terhalang kaca "sayang?.... Kamu baik-baik saja kan?..." Tanya Dave dengan khawatir "tentu saja Violet baik-baik saja tapi kamu malah berfikir bahwa Violet akan tiada dan dengan begitu kamu bercinta dengan orang lain..." Ujar Agra mengadu domba "Vi sayang... Dengarkan aku..." Violet mengusap wajahnya "Vi mau masuk ke sana..." ujar Violet Pada Agra lalu berjalan menuju pintu dan dengan senang hati Agra membukakan pintu tersebut lalu menutupnya kembali Dave mendekat "sayang.... Ini gak sepeti yang kamu pikirkan... Jika bukan karena ancamannya aku Takan sepeti ini..." Violet melirik tajam Felicia yang menunduk takut


"papa vleyn" semua hening dan Agra hanya menjadi penonton di kursinya "maksud kamu apa Vi?..." Violet tertawa hambar ia berusaha untuk tetap tersenyum "kecelakaan papa!... Itu bukan karena truk!... Itu hanya siasat kamu saja yang tidak ingin bertanggung jawab atas kematian papa!!... Kamu lempar kesalahan kamu pada supir truk yang tidak bersalah!!.. dan begitu mudahnya polisi itu memutar balikkan fakta..." Begitu deras air mata yang Violet keluarkan Dave tak bisa berbuat apa-apa kebenaran selalu terungkap "saat mama menikah dengan ayah kamu hanya kasihan hikss... Kamu hanya kasian padaku!!... Semua rasa cinta kamu itu palsu Dave!.. kamu hanya kasian dengan aku yang kehilangan papa vleyn gara-gara kamu yang sembrono membawa mobil!!... Kamu menghancurkan sebuah keluarga yang seharusnya sekarang tengah bahagia!!..." Emosi yang Violet perlihatkan memang sangat meledak-ledak membuat Dave tak bisa berkata ia hanya menunduk "aku benci!!... Aku benci kamu Dave!!... Hikss...." Dave hendak mendekat tapi tangan Violet terangkat ke arah dadanya dan betapa hancurnya Dave saat Violet menatapnya dengan penuh kebencian "aku benar-benar mencintaimu Vi..." Violet menatap ke atas matanya terus mengalirkan air mata dan sangat terasa dedek bayi yang menendang perut Violet "betapa menyedihkannya kamu membunuh orangtuaku hanya karena rasa kasihan!!... Dan betapa rendahnya aku yang menganggap bahwa kamu memang benar mencintai aku!!..." Salah! Apa yang Violet katakan salah Dave memang benar-benar mencintai Violet "jangan katakan apapun!!... Hikss...." Violet menjambak rambutnya "Vi sayang aku minta maaf... Akan aku lakukan apapun termasuk bunuh diri jika kamu mau memaafkan aku..." Violet menatap tajam Dave betapa sakitnya hati Dave saat Violet tertawa seperti itu "aku merindukan papa dan mama.... Apa yang bisa kamu lakukan?... Bunuh aku?... Atau membangkitkan papa dan mama?... Apa huh?!..." Dave diam "aku benci karena aku tau bahwa aku mencintai kamu..." Dave menggeleng ia berniat menyentuh pipi Violet tapi hanya tepisan kasar yang ia terima "saat anak ini lahir kita urus surat perceraian kita.... Dan kamu boleh mengambil hak asuh anak ini...." Violet berbalik tapi Dave langsung memeluk Violet ia tidak ingin Violet pergi hidupnya sudah sempurna dengan adanya Violet ia tidak ingin Violet pergi lagi "aku mohon Vi... Jangan siksa dirimu seperti ini.... Kamu hanya sedang emosi... Tenang lah Vi... Kak Regan sudah mengatakan lupakanlah masa lalu..." Dave menggenggam erat tangan Violet agar tidak pergi "ya, itu memang benar... Tapi aku tidak tau jika masa lalu itu sangat menyakitkan apakah kamu tau jika aku dan papa sangat dekat sehingga aku hanya berani menangis di depan papa... Dan sekarang aku hanya ingin menjalani hidupku tanpa adanya kamu di sisiku... Hanya itu... Dan ini juga balasan untuk kamu yang menyembunyikan kebenaran sebegitu lamanya..." Violet melepaskan pelukan Dave membuat Dave mempererat pelukannya dan empat bodyguard berbadan besar menghampiri Violet memisahkan mereka dan memegangi Dave yang terus berontak "aku akan mengurus semuanya... Dan kamu tunggu sampai anak ini lahir..." Violet berbalik meninggalkan Dave yang terus berontak "nggak Vi!!... Aku mohon kembalilah!... Violet jangan pergi!!... Kembali lah!..."

__ADS_1


Violet menghadap Regan di depannya ia tersenyum "maaf Vi kakak hanya takut untuk mengatakannya kakak tidak mau kamu larut dalam keseringan lagi.." ujar Regan saat Violet bertanya apakah Regan tau tentang vleyn "dan kakak mohon jangan pergi oke... Kamu bisa tinggal dengan kakak..." Ujar Regan memegang kedua tangan Violet "vi tau kak... Tapi ini pilihan Vi... Vi harus pergi dan kakak tenang saja Vi akan mengunjungi kakak..." Ujar Violet pada Regan "tapi kapan?.." tanya Regan "secepatnya..." Regan memeluk Violet "ini terlalu menyiksa Vi..." Ujar Regan entah siapa yang tersiksa sebenarnya "maaf Vi hanya ingin sendiri dulu.." Regan melepaskan pelukannya mengecup kening Violet lalu mengangguk "kakak tau.. jadi cepatlah kembali..." Violet mengangguk lalu berjalan ke mobil di hadapannya ia masuk dan mobil pun melaju meninggalkan mansion tersebut


Violet menatap jalanan akhirnya ia bisa bebas dan ia juga sudah tidak ada urusan lagi dengan Agra karena Violet meminta agar Agra melepaskannya Violet berkata jika ia Takan dimiliki siapapun dengan begitu Agra harus mencari wanita lain Violet tertawa hambar Violet mengerutkan keningnya mengapa sopir didepannya ini melajukan mobil begitu cepat "pelankan kecepatannya!" Ujar Violet dengan tegas "maaf" Violet membulatkan matanya menatap supir dihadapannya yang tengah memakai topi dan masker tersebut "jika kamu tidak menjadi milikku maka aku Takan membiarkan kamu dimiliki orang lain!!" Itu Agra. Orang yang tengah mengendarai mobil tersebut adalah Agra pantas saja Violet tidak melihat Agra saat setelah perpisahan tadi "terkadang kita harus egois Vi... dan mari kita pergi ke akhirat bersama!!" Dengan kecepatan tinggi Agra menabrakan mobilnya pada trotoar jalan membuat mobil terbang dan berbalik mobil tersebut berputar dan mengeluarkan percikan api


Dave berlari keluar mansion setelah berhasil melepas cengkraman kuat para bawahan Agra Dave melihat Regan yang tengah berdiri menghadap jalanan "kak dimana Violet?!" Tanya Dave dengan panik "berikan dia waktu dia pasti akan kembali..."


Dave mengambil handphonenya yang baru saja berdering ia melihat nama anon yang menelponnya Dave pun mengangkatnya "Dave kau dimana?!!..." Bentak anon "ada apa?" Dave membulatkan matanya setelah mendengar apa yang anon katakan bagaimana mungkin ini terjadi "ada apa?..." Tanya Regan penasaran "Violet kecelakaan..." Dave berlari menuju mobilnya disusul Regan dibelakangnya dan mereka pun melaju kendaraannya dengan kecepatan tinggi


Dave berlari menuju ruang persalinan ia bisa melihat anon yang sedang duduk di kursi dekat pintu "apa yang terjadi?!... bagaimana keadaannya?!.." anon berdiri menghadap Dave niatnya ia hanya ingin menjenguk sodara temannya yang terkena DBD tapi ia kaget saat ambulans berhenti dan terlihatlah Violet yang berlumuran darah dengan raut wajah yang begitu kesakitan "entah dia baru saja masuk..." Dave ingin sekali mendobrak pintu tersebut tapi ia tahan dan dengan tiba-tiba suara bayi terdengar nyaring ditelinganya betapa bahagianya Dave mendengar suara sang buah hati


Ceklek


Pintu terbuka memperlihatkan sang dokter yang sudah basah oleh keringat sang dokter melepas maskernya "kami sudah berusaha semampu kami tapi Tuhan berkehendak lain ibu dari sang anak tidak bisa kami selamatkan"


Dave memasuki ruang persalinan ia menatap tubuh yang sudah ditutupi kain hingga lehernya betapa hancurnya Dave saat melihat wajah pucat Violet wajah yang selalu tersenyum ceria sekarang sudah terpejam dengan bibir yang pucat bahkan suhu tubuh Violet sangat dingin membuat tubuh Dave gemetar tak bisa menerima kenyataan bahwa Violet sudah tiada Dave didampingi Regan yang sedang berdiri disampingnya Regan mengeluarkan air matanya begitu pula Dave yang mengeluarkan air mata begitu deras suara tangisan bayi lelakinya membuat Dave semakin tak bisa menerima kenyataan bahwa anaknya akan dibesarkan tanpa seorang bimbingan ibu dan kenyataan bahwa orang yang membunuh Violet adalah mantan kekasih dari Violet sendiri yaitu Agra dan Dave tak bisa berbuat apa-apa selain menangis hari ini biarkan seorang Dave yang tegar ini menangis mengeluarkan kesedihannya ia tak bisa berbuat apapun bahkan jika ia ingin melampiaskan kemarahannya itu harus pada siapa? Agra? Percuma dia sudah mati "hatiku hancur Vi..." Isakan Dave semakin terdengar jelas hatinya sangat hancur saat harus mengingat kembali tatapan terakhir yang Violet lihatkan pada Dave dan pertengkaran itu yang akan terus Dave ingat sepanjang hidupnya jika saja anaknya tidak selamat mungkin tidak ada lagi tujuan hidup yang akan Dave jalani "hidup memang tidak adil!!" Teriak Dave dengan menatap wajah sang istri Dave melirik anaknya yang masih menangis mungkin anaknya juga sedih telah kehilangan seorang ibu yang baru saja melahirkan nya Dave mendekati anaknya ia menggendongnya dengan hati-hati "jangan nangis... Mommy cuman tidur dia pasti bangun..." Dave mengusap pipi anaknya ia mencium bertubi tubi keningnya berharap Violet akan terbangun kembali tapi nyatanya itu harapan yang tidak berguna Violet sudah tiada

__ADS_1


Hay sider :v


__ADS_2