
Regan berada di kantor polisi harus menunggu dua puluh empat jam agar kasusnya di tindak lanjut besok Regan akan pergi menjemput Violet ia pasti ketakutan disana
Dave mengepalkan tangannya kemana lagi Violet kabur bagaimana pun juga ia akan ditemukan oleh Dave "sial!.." umpat Dave dan saat akan pergi ia melihat pintu toilet terbuka kemungkinan besar sebelum kabur Violet pergi ke kamar mandi terlebih dahulu dan saat Dave berjalan mendekati kamar mandi ia kaget dengan adanya Violet yang sedang duduk di depan kloset dengan mata yang terpejam "Vi? Kamu ngapain disini sayang?" Violet membuka matanya ia melirik Dave dengan lemas "Vi habis pipis tapi Vi gak kuat berdiri lagi kepala Vi pusing kak..." Dave menggendong Violet ia membawa Violet ke kasurnya lagi dan ia baringkan perlahan "hikss... Sakit... Kepala Vi sakit... Hikss..." Dave mengusap air mata violet "sudah jangan menangis Daddy pijit oke?" Violet mengangguk dan Dave pun memijit pelipis Violet dengan lembut ia tak ingin Violet menangis rasanya hatinya sangat sakit jika melihat Violet menangis dan tadi Dave sudah salah sangka ia mengira Violet akan kabur dan ternyata ia salah Violet sedang di kamar mandi "makan dulu nanti daddy pijit lagi" Dave mengambil bubur yang tadi ia beli dan mulai menyuapi Violet dan Violet pun makan dengan lahap
Pulang sekolah agra langsung ke rumah Regan dimana Regan memberi tau bahwa Violet sudah ditemukan dan sekarang ia tengah berada di Prancis "kapan kita akan kesana kak?" Tanya Agra dengan tergesa-gesa sekarang mereka tengah duduk di sofa ruang tamu "sepertinya besok" Agra mengangguk paham lalu bersandar di sofa "apakah kamu menyukai Violet?" Tanya regan "tidak kak" Regan mengerutkan keningnya heran "bahkan ini lebih dari sekedar suka ini cinta kak aku mencintai Violet bahkan aku ingin melamarnya saat kelulusan nanti aku ingin nikah muda bersama Violet kak memiliki keluarga kecil bersama Violet" Regan tersenyum sebesar inikah cinta Agra pada Violet? Agra memang cocok dengan Violet mereka sangat serasi
Violet harus bagaimana apakah berpura pura kembali di sisi Dave akan berhasil? Apakah dengan menjadi Violet yang dulu akan berhasil membuat Dave lengah bagaimana pun caranya ia harus bisa pergi tapi dengan kondisi seperti ini mustahil untuk Violet kabur "Vi?..." Panggil Dave saat melihat Violet melamun "iya kak?" Violet menoleh pada Dave "kamu kenapa melamun? Kamu memikirkan apa hm?" Violet memalingkan wajahnya ia takut Dave tau apa yang sedang ia pikirkan "Vi?" Ucap Dave saat Violet tak kunjung menjawab "nggak kok Vi nggak mikirin apa-apa" Dave mengangguk lalu mengusap tangan Violet yang sedang ia genggam
__ADS_1
Hari pun sudah mulai larut Violet diperbolehkan pulang setelah ia merengek pada Dave agar dipulangkan dan dave setuju asalkan Violet menurut dan Violet mengangguk mengiyakan
Violet turun dari mobilnya saat ia sudah sampai di mansion Dave ia berdiri di samping mobil menunggu Dave mendatanginya dan langsung menggandeng tangannya Dave pun datang menghampiri violet lalu mengandeng Violet dan berjalan masuk ke dalam rumahnya kei membuka pintu utama lalu membungkuk memberi hormat Violet tidak mau sekamar dengan Dave ia harus bagaimana agar ia pisah kamar dengan Dave Violet menghela nafas panjang membuat Dave tau lalu melirik Violet "ada apa Vi?" Violet melirik Dave lalu tersenyum lalu menggeleng Dave mengusap kepala violet dan membawanya ke lantai dua lalu berhenti di satu kamar Violet heran mengapa ia dibawa kesini apakah ini kamar barunya dengan Dave? "Ini kamar kamu Vi dan ingat jangan nakal atau nanti kamu tidur dengan Daddy" Violet sangat senang ia memeluk Dave lalu mengecup singkat pipi Dave yang membuat Dave sangat terkejut seharusnya Dave dari dulu seperti ini dengan Violet bukannya memaksanya "makasih kakakku yang baik..." Dave tersenyum lalu menarik pinggang Violet "kak Vi mau istirahat lepasin..." Dave menyunggingkan senyumnya bagaimana pun ia belum puas dengan kecupan Violet barusan Dave menarik tekuk leher Violet dan mulai mencium bibir violet perlahan menjadi ******* tapi Dave kesal dengan Violet yang tak membuka akses masuk ke dalam mulutnya "buka mulut kamu Vi dan balas ciuman Daddy" Dave mulai mencium Violet kembali dan Violet membuka mulutnya membiarkan Dave mengobrak Abrik mulutnya mengabsen apapun yang ada di mulutnya hingga
"Ukhh..." Lenguh Violet karena ciuman mereka yang semakin dalam Violet mendorong Dave mencoba memberhentikan ciuman mereka Dave terus mencium Violet walaupun Violet sudah memukul dadanya tanda kehabisan nafas "aww... Sakit jangan digigit!.." kesal Violet saat Dave menggigit bibirnya "maaf sayang Daddy terlalu bersemangat sekarang kamu Istirahat oke" Violet mengangguk lalu membuka pintu kamarnya dan ia kaget kamarnya sangat mirip dengan kmaarnya dulu bahkan ini sama persis bahkan rasa nyamannya pun sama Violet masuk dan menutup pintu karena Dave yang sudah pergi meninggalkannya "hikss... Ayah bunda Vi kangen hikss..." Violet duduk di tepi ranjang air matanya menetes membasahi pahanya apakah Violet harus menyusul kedua orang tuanya? Rasanya hidupnya begitu berat andaikan Dave tak terobsesi padanya mungkin keluarganya masih utuh dan mungkin sekarang mereka sedang berkumpul bercanda ria dengannya kenapa Dave Setega ini hingga membunuh orangtuanya sendiri walaupun ibunya Violet bukan ibu kandung Dave tapi Violet yakin bahwa ibunya sudah menganggap Dave seperti anaknya sendiri
Violet melirik pintu ia bangkit dari duduknya lalu berjalan mendekati pintu dan saat membuka kenop pintu Violet berniat berlari tapi ia tak sengaja menuburk dada bidang kei
__ADS_1
Bruk!
"No..na anda tidak apa-apa?" Kei membantu Violet berdiri terlihat Violet yang sangat lemas matanya sembab ia yakin Violet baru saja menangis "mari saya antar ke kamar nona kembali" Violet menggeleng ia menatap kei lalu memeluknya yang Violet butuhkan saat ini hanya pelukan yang membuatnya merasa tenang ia tak memikirkan kei yang mulai pucat bagaimana jika Dave tau iya dipeluk Violet ia yakin itu sangat tidak menguntungkannya "hikss... Kei bagaiman jika kamu merindukan seseorang yang sudah enggak bisa kamu peluk bahkan gak bisa kamu lihat hikss..sekarang Vi lagi ngerasain kei!... Rasanya sakit hikss... Vi harus gimana Vi kangen bunda, ayah, dan kak Regan hikss..!" Kei memiliki perasaan ia tau apa yang Violet rasakan ia melepas pelukannya memberi ruang untuknya bicara "saya mengerti nona tapi nona jangan seperti ini" ke mengusap pipi Violet yang basah dan Violet mendongak menatap kei "anda harus yakin jikalau ini memang pilihan terbaik dari yang di atas dan Jangan menangis lagi nona apakah nona tidak kasian jika ayah dan bunda nona melihat nona seperti ini tidak mengiklaskan kepergiaan mereka? Mereka pasti sangat sedih melihat nona seperti ini maka jangan menangis masih ada tuan Regan dan tuan Dave bukan?" Violet tersenyum ia memeluk kembali kei tangisannya mulai berhenti hanya sesenggukannya yang belum berhenti "kei sangat dewasa Vi suka jangan berubah ya kei tetap jadi kei yang Vi kenal" kei mengangguk lalu melepaskan kembali pelukan mereka takut akan Dave datang dan melihat mereka bisa saja bogeman Dave mendarat di wajah mulus kei walaupun kei lebih muda dari Dave tapi ia yakin Dave tak mempunyai belas kasih pada siapapun yang menganggu miliknya "iya nona dan lebih baik sekarang anda masuk kembali ke dalam kamar anda" Violet menggeleng ia bosan dan ia juga tidak mau mengingat kamar itu yang nantinya ia akan menangis kembali mengingat banyak kenangan di kamar itu "apa boleh kei ajak Vi jalan jalan? Vi bosen" kei menggeleng tanda tidak setuju yang membuat Violet mempoutkan bibirnya "anda harus meminta izin terlebih dahulu kepada tuan Dave setelah itu saya akan mengantar nona" Violet memalingkan wajahnya mustahil Dave akan mengizinkannya ia pasti akan marah "yasudah ajak Vi keliling rumah ini aja biar gak perlu izin kak Dave" kei mengangguk lalu membawa Violet ke lantai satu dimana ada dapur dan juga ruang tamu
Dave menyeringai hukuman apa yang pantas untuk tangan kanannya itu? Bunuh dia? Tapi dia masih berguna atau ia potong jarinya? Akh pasti akan menyusahkan saat ia harus bekerja dengan Dave atau ia bunuh orang terdekatnya? Ya sepertinya itu ide bagus kapan Dave akan melakukannya? Tergantung moodnya saja dan itu sangat tak pasti kapan akan terjadi Dave keluar dari kamarnya menyusul Violet yang sedang berkeliling
Violet duduk di kursi taman dimana kei berdiri di sampingnya "kei apakah kei punya kakak?" Tanya Violet sembari memakan pisang yang dibawakan oleh kei "tidak nona tapi saya mempunyai adik perempuan" ujar kei dengan sopan "kalau gitu bawa kesini kenalin sama Vi" ucap Violet senang karena akan mendapatkan teman kei tersenyum "sesuai keinginan nona saya akan membawa adik saya besok" ucap kei lembut "kei Vi pegel leher kalo liat kei berdiri gini sini duduk" ajak Violet sembari menepuk nepuk kursi kosong di sebelahnya dan kei pun menurut ia duduk di samping violet "terima kasih nona" Violet kesel sendiri mendengar kei memanggilnya nona "nggak usah pake Nona segala panggil vi aja kei nggak usah sungkan sama Vi" kei mengangguk paham apapun yang Violet minta selagi tidak membahayakan ia pasti akan menurut "kalau begitu kita masuk Vi malam sudah larut takutnya Vi masuk angin" Violet mengangguk dan membuang asal kulit pisang tadi Violet berjalan tanpa memperhatikan jalan tanpa sengaja kulit pisang tadi ia injak hingga Violet hilang keseimbangan dan akhirnya duduk di pangkuan kei yang belum siap dengan jatuhnya Violet hingga wajah mereka hanya beberap Senti untuk saling bersentuhan
__ADS_1
"Sialan!...."