
Dave sedang membenarkan dasinya yang miring hari ini ia harus ke kantor bersama leo karena ada sesuatu yang harus Dave urus Violet hanya memperhatikan Dave di atas ranjangnya ia ingin lebih lama dengan Dave ingin menghabiskan waktunya dengan Dave tapi Dave harus pergi ke kantor "sayang aku berangkat..." Ujar Dave mengecup singkat kening Violet lalu pergi menutup pintu dan tinggallah Violet sendiri di kamar itu
Dave duduk di kursi kerjanya sebentar lagi ia harus mengadakan rapat dan sepertinya ada yang berusaha mencuri data perusahaan dan Dave sangat malas berurusan dengan curut seperti itu "tuan apakah tempat pernikahannya sudah sempurna?... Jika ada kekurangan saya akan perbaiki hari ini juga.." ujar leo berniat ingin menghibur Dave "jika kamu ingin menghiburku itu tidak akan berhasil..." Dave menyenderkan tubuhnya "ekhem!.. sepertinya sudah cukup bagus tapi perbanyak anggrek di sekitarnya..." Leo tersenyum ternyata tuannya sangat pemalu dave akan menikahi Violet besok lusa dan tentu saja Violet tahu hanya saja Violet lebih memilih Dave yang mengurusinya tapi untuk gaun pengantin tentu Violet yang memilihnya karena jika Dave yang memilihnya bisa-bisa Dave memilihkan pakaian yang sangat pendek
"Nona apakah nona sudah mendingan?..." Tanya Anne pada Violet yang tengah berbaring "apakah anda melihat bulan purnama semalam?.." Violet mengangguk dengan wajah bersalahnya "itulah mengapa anda jadi masuk angin..." Violet tak menjawab ia sangat lemas setelah muntah-muntah dan kepalanya sangat pusing jika saja Violet tidak melihat bulan semalam mungkin ia takan seperti ini "huwekk... Anne Vi mual lagi!.." anne langsung bergegas mengambil baskom kecil dan membawanya ke dekat Violet namun sama saja Violet tidak mengeluarkan apapun "nona istirahatlah saya akan hubungi dokter.." Violet mengangguk lalu Anne keluar untuk menghubungi dokter padahal Violet hanya ingin Dave segera pulang
Dokter sedang memeriksa Violet dan dokter ini lelaki jika saja Dave tau dokternya lelaki mungkin Dave akan memotong tangan dokter itu yang berani menyentuh Violet "anda baik-baik saja.." ujar dokter setelah memeriksa Violet "apa? Tapi nona saya mengalami mual yang parah setidaknya berikan vitamin!.." ujar Anne merasa dokter dihadapannya ini tidak becus dalam bekerja "ini sangat wajar jika terjadi pada ibu hamil nanti mual dan pusingnya juga akan hilang..."
¶∆¶
__ADS_1
Dave memarkirkan mobilnya tak disangka sekarang sudah tengah malam padahal ia berbuat pulang siang tapi berkas-berkas terus berdatangan Dave berjalan menuju kamarnya Violet pasti sudah tidur tapi saat Dave membuka pintu kamarnya
Dor!..
"Kyaaa!..." Jika kalian beranggapan orang yang berteriak itu Dave kalian salah mana mungkin Dave berteriak seperti itu ia harus bersikap cool Dave mendekati Violet yang terlihat kesal dengan bolpoin ditangannya dan Dave melihat balon yang sudah meletus di atas selimut "kamu lagi ngapain Vi?.." tanya Dave sembari duduk di tepi ranjang "Vi mau buat wajah lagi senyum di balon tapi Dave tiba-tiba buka pintu balonnya jadi ketusuk..." Dave membuka jasnya "ini udah malam tidur ya.." Violet menggeleng "kenapa?.." tanya Dave karena ia saja sudah mengantuk "Vi mau nasi goreng.. tapi harus Dave yang buatin.." ujar Violet dengan manja "aku capek sayang... Besok aja ya.." Violet mempoutkan bibirnya lalu berbaring dan menyelimuti seluruh tubuhnya memberi tanda jika Violet sedang marah "haah yauda aku buatin.." ujar Dave dengan lembut "nggak!!" Teriak Violet membuka selimutnya "dave buang nafas panjang yauda kalo nggak mau Vi gak maksa!.." kenapa Violet tidak mengerti Dave itu lelah ia baru saja pulang dan Violet malah seperti ini Dave mengerutkan keningnya "Violet!.." Dave menaikan suaranya membuat Violet Diam tak berani berbicara
Violet membanting kasar selimutnya ia berdiri dan berjalan keluar kamar dengan wajah marah "Vi bisa buat sendiri!!.." teriak Violet sambil berlari menuruni tangga menuju dapur
Violet lupa ia tengah mengandung mengapa ia berlari menuruni tangga itu sangat berbahaya Violet memegangi perutnya yang mulai sakit Violet bodoh ia kurang berhati-hati padahal anaknya sedang ingin makan nasi goreng tapi Violet malah berdebat dengan Dave dan lihat sekarang bahkan Dave tak menyusulnya padahal Violet tengah kesakitan Violet melihat leo yang baru saja datang "leo.." panggil Violet nyaris tak terdengar Violet tak kuasa menahan tubuhnya ia terduduk sembari memegangi perutnya "akh.. leo..." Violet tak kuat rasanya sangat sakit apakah Violet akan kehilangan anak yang baru saja ia ketahui tadi pagi leo melirik sekitar seperti ada seseorang memanggil namanya "astaga!.. nona!..." Leo mendekat ia bingung harus apa jika ia Gendong Violet Dave pasti akan marah tapi jika ia biarkan Violet Dave juga pasti akan marah "tuan!!..."
__ADS_1
Dave membaringkan tubuhnya ia harus menyusul Violet tapi tubuhnya sangat lelah Dave berdiri berniat menghampiri violet tapi teriakan leo yang begitu kencang membuat Dave tambah kesal dengan suara keras Leo Dave menuruni tangga ia terkejut dengan Violet yang terduduk lemas dengan tangan memegang tangan leo "siapkan mobil!!.." leo mengangguk lalu berlari keluar rumah Dave mengangkat Violet "sakit.." lirih Violet suaranya semakin melemah membuat Dave panik cengkraman tangan Violet sangat kuat dan Dave pastikan Violet memang sedang sangat kesakitan
¶∆¶
Selama di depan UGD Dave tak bisa tenang ia menjambak rambutnya mengusap wajahnya dengan kasar "kenapa ini bisa terjadi?" Tanya Dave tanpa menatap Leo di sampingnya "saya baru pulang tuan saya mendengar nona memanggil nama saya dan saat saya lihat nona sudah terduduk di lantai.." ujar leo dengan hati-hati Dave tak bisa menyalahkan leo ini juga salahnya mengapa ia tidak langsung menghampiri Violet penyesalan selalu datang diakhir
Dokter keluar yang langsung Dave hampiri "bagaimana keadaannya?!.." Dave panik ia juga khawatir dengan Violet "dari pengakuan pasien tolong jaga pasien agar kejadian serupa tidak terulang kembali sangat berbahaya menuruni tangga dengan berlari itu bisa membahayakan anak didalam kandungannya..." Dave melongo begitu pula leo "kalau begitu saya permisi dan pasien sebaiknya pulang besok pagi..." Dave masuk ke dalam ruang UGD ia melihat Violet yang sedang memakan apel yang baru saja suster berikan "saya permisi dulu.." ujar suster lalu pergi "Vi?.. apa benar kamu hamil?.." Violet tak menghiraukan Dave yang sedang bertanya ia masih dengan keguatan makannya "Vi sayang..." Violet meraih tangan Dave ia menaruh tangan Dave di atas perutnya yang masih rata "iya.." Dave tersenyum jika tau ini kemauan anaknya Dave akan langsung buatkan nasi goreng tersebut "jadi nasi goreng itu kemauan...~" Violet mengangguk sembari tersenyum Dave mencium kening Violet menyalurkan rasa bahagianya saat ini "Dave jangan marah lagi ya maaf kalo Vi buat Dave marah ini karena Vi gak bisa ngontrol emosi vi..." Dave menggeleng ia tak setuju dengan ucapan Violet bagaimanapun juga ini kesalahan Dave yang tak bisa mengerti Violet "Dave Vi takut.." ujar Violet menggenggam tangan Dave "kamu takut apa Vi?.." tanya Dave karena Dave akan selalu disamping Violet dengan begitu Violet tidak perlu takut apapun "bagaimana jika gaun yang Vi pilih gak muat?.. apa Vi harus pilih lagi yang sedikit lebih besar?.." Dave tertawa. Ia sudah tegang tapi Violet malah memikirkan gaun perut Violet saja masih rata bagaimana mungkin gaunnya tidak muat "berapa usia kandungannya Vi?.." tanya Dave penasaran "tiga Minggu.." jawab Violet dengan tenang "pasti muat sayang... Yauda sekarang kamu mau apa?.. biar aku beliin.." Violet berusaha berfikir "nggak mau apa-apa Vi mau Dave temenin Vi disini..." Dave tersenyum dan Dave semakin suka tingkah manja Violet
______&__$_____________&__&__________
__ADS_1
-jangan bosen sama ceritanya ya
😊