
Violet tertidur ia sudah sangat lelah tapi Dave masih dengan kegiatannya uang sangat menguras banyak tenaga Dave terus memaju mundurkan miliknya hingga hentakan terakhir membuatnya mendongak merasakan sensasi nikmat yang ia terima beberapa kali dan Dave melakukan ini karena tidak ingin Violet melukai dirinya sendiri lagi lalu apakah perbuatan Dave salah? Pastinya tidak salah kan? Dave tau itu
__ADS_1
Dave melepas ikatan tangan Violet ia berbaring di samping Violet mengingat apa yang baru saja ia lakukan dimana setelah Dave membanting Violet ke arah ranjang ia langsung memakan obat perangsang yang langsung ia salurkan kepada Violet melalui mulutnya dan setelah obat bius itu habis Dave mengikat Violet dengan cukup erat agar Violet tak bisa berontak betapa bruntalnya Dave saat bercinta dengan penuh nafsu dan emosi yang meledak-ledak seakan tak peduli dengan Violet yang sendari tadi mengeluarkan air matanya Dave terus menerobos pertahanan Violet dan saat Dave berhasil memasukannya ia langsung memasukan tiga jarinya ke dalam mulut Violet membuat Violet menjadikan jari itu pelampiasan rasa sakit yang Dave berikan
__ADS_1
Betapa cantiknya Violet di mata Dave dengan wajah yang Semerah tomat mata yang sayu keringat dimana-mana dan kissmark di sekujur tubuhnya membuat gairah Dave tak kunjung sirna dan malah membuat Dave semakin bernafsu untuk bercinta dengan Violet "aku mencintaimu Violet..." Kata itu yang selalu Dave ucapkan sendari tadi cepat atau lambat Violet akan menjadi miliknya tak ada yang boleh memilikinya selain dirinya hingga ia pun menyusul Violet ke alam mimpi bersama
__ADS_1
Jam menunjukan pukul sembilan pagi tapi dua pasangan ini tak kunjung membuka matanya hingga sinar matahari yang begitu panas menerpa wajah Violet membuat Violet menggeliat tak nyaman lalu membuka matanya "sakit... Hikss... Kenapa sakit banget..." Violet berusaha menggerakkan kakinya dan itu terasa sangat linu ini sudah ke sekian kalinya Dave memperkosanya apakah serendah itu Violet dimatanya apakah Violet wanita yang seenaknya bisa Dave cicipi jika sedang murka serendah itukah Violet!? Violet melirik Dave di sampingnya "kenapa?... Hiks.. kenapa Dave begini?..." Dave membuka matanya setelah mendengar apa yang baru saja Violet ucapkan "kenapa Dave kenapa hiks..." Wajah Violet begitu imut saat menangis membuat Dave mengecup singkat bibir Violet yang basah karena air mata "Vi gak nyakitin Anne tapi kenapa Dave seperti ini hikss.... Ini sakit Dave jahat!.." Violet menangis membuat Dave merasa bersalah tetapi Dave juga senang karena Violet mengakui bahwa itu sakit dan pasti Violet Takan mau lagi melakukannya (mau tapi tidak dengan cara bruntal) Dave tersenyum "lalu vas itu bagaimana bisa pecah?" Tanya Dave merubah posisinya menjadi menyamping menghadap Violet yang mulai berhenti menangis dan matanya melirik kesana kemari membuat Dave tau jika Violet tengah bingung "katakan sayang..." Violet tak kunjung bicara membuat tangan Dave meraba perut Violet dan perlahan turun ke bawah membuat Violet tersentak dan memegang erat tangan Dave "jangan!.. itu sakit.. iya Vi cerita tapi Dave jangan sentuh itu lagi!..." Dave menarik tangannya "Vi gakda niat buat nyakitin Anne... Tapi waktu Anne mendekat buat ngambil serpihan vas ditangan Vi Anne gak sengaja nginjak serpihan di lantai terus keningnya juga kena serpihan yang Vi pegang tapi Vi tau Vi salah jadi Dave jangan marah dulu itu sakit.... Vi yang pecahin vas bunganya..." Violet melirik Dave yang mengangkat satu halisnya membuat dirinya tegang takut jika Dave kembali marah "Anne bilang dia pelayan disini tapi pakaiannya beda apa mungkin Dave punya wanita lain di belakang Vi?... Apakah Anne selingkuhan Dave?.... Apakah Vi udah gak cantik lagi sehingga Dave berpaling dari Vi?..." Oke. Dave tak percaya dengan pendengarannya sendiri baru saja Violet mengatakan hal yang mustahil untuk Dave lakukan apakah Violet sudah mulai menerima Dave di hatinya "Dia pelayan kepercayaanku Vi... Ah tidak mungkin sekarang kepercayaan tapi entah jika nanti mungkin bisa saja dia berkhianat dan jika kamu sangat membencinya aku bisa menghilangkannya..." Violet berusaha bangun dengan susah dan sedikit bantuan dari Dave akhirnya Violet bisa bersandar di kepala ranjang "oya?.. kalau begitu ceritakan sama Vi.." dan dengan senang hati Dave menceritakan semuanya dari hilangnya Violet dan kedatangan Anne di rumah ini Violet pun mengerti dan rasa bersalahnya karena melukai Anne mulai menghilang
__ADS_1
"Aku suka kamu yang cemburu seperti ini itu sangat lucu sayang!..." Dave mencubit gemas pipi violet yang semakin hari semakin chubby dan Dave melihat dengan jelas semburat merah di pipi Violet oh ya Tuhan betapa bahagianya Dave melihat itu ingin sekali Dave memeluk erat dan menciumi wajah imut itu tapi ia tahan karena sekarang Violet tengah cemberut karena Dave yang mencubit gemas pipinya "Dave apaansih sakit tau!..." Ujar Violet dengan sedikit nada gugup apakah hanya dengan sebutan yang selalu Dave lontarkan sekarang Violet blushing "iya maaf sayang.." ya Tuhan wajah Violet semakin merah Dave gemas sendiri melihatnya "Vi? Kamu kenapa sayang? Kamu sakit?.." Dave mencoba menggoda Violet yang sedang memalingkan wajahnya "ha?oh.. nggak Vi cuman panas aja" elak Violet terlihat jelas Violet berbohong "sayang?... honey?.. kamu oke baby?..." Oke. Violet menutup wajahnya dengan selimut "sayang?.." ujar Dave menarik selimut dan Violet masih menutup wajahnya "nggak!.. jangan liat Vi lagi jelek!..." Okeoke mereka melanjutkannya dengan debat panjang sepeti ini
__ADS_1