
Ini sudah hampir larut malam tapi regan masih setia duduk di jendela kamar Violet ia masih belum bisa menemukan Violet kemana sekarang Regan harus mencarinya apakah Dave membawanya ke luar negri tapi kemana seandainya handphone itu masih hidup mungkin akan lebih mudah Regan menemukan Violet dalam benak Regan hanya terbayang senyum dan wajah lucu Violet regan sangat rindu Violet, suaranya, tingkahnya, dan Regan rindu saat Violet menyambutnya pulang kerja wajah cerianya selalu membuat lelah Regan hilang hanya dengan Violet di sampingnya Regan sudah sangat bahagia walaupun memang Dave takan mungkin melukai Violet tapi rasa khawatir di hati Regan tak pernah hilang Regan juga manusia Regan punya rasa sedih ingin rasanya Regan menangis tapi tak ada gunanya itu hanya menguras tenaganya saja Regan memejamkan matanya ia menarik nafas panjang lalu ia membuka mata ia sudah bertekad untuk menemukan Violet
Dave menatap wajah Violet yang sedang tertidur wajahnya sangat imut membuat Dave gemas sendiri dari tadi Dave mengelus pipi Violet dan sesekali ia juga mencubit hidung Violet sebahagia inikah Dave saat Violet disampingnya? Tentu saja ya!.. kebahagiaan Dave sangat sederhana cukup dengan adanya Violet disampingnya ia akan sangat bahagia ya Tuhan jika memang ini mimpi biarkanlah aku tidur selamanya itu yang Dave ucapkan dalam hatinya walaupun memang awalnya Violet menolak tidur seranjang dengan Dave tapi setelah Dave paksa dengan cara mengancam akan membuka baju akhirnya violet mau dan tak lama Violet pun tertidur membuat Dave gemas karena ia hanya main-main saja ia hanya ingin membuat Violet takut "aku mencintai mu violet tapi jika kamu tidak mencintaiku maaf aku Takan melepaskan mu aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku!" Dengan pelan Dave menarik Violet menuju dekapannya Dave membuat Violet menelusupkan wajahnya ke dada bidangnya mungkin jika Violet terbangun Violet bisa merasakan detak jantung Dave yang begitu kencang
¶∆¶
__ADS_1
Dave sangat kesal karena saat ia bangun Violet sudah tertidur di sofa padahal sebelum ia tidur Violet sudah berada di pelukannya dan mengapa saat Dave bangun Violet berada di sofa dengan satu bantal dan tanpa selimut Dave yakin Violet pasti kedinginan Dave menatap Violet yang masih tertidur di sofa " huft.. kakak hanya ingin tidur dengan mu Vi kakak tidak akan macam-macam, setakut itukah kamu?!" Dave berbicara dengan orang yang tengah tertidur pulas
Tok.. tok..
"Permisi tuan di depan ada yang mencari tuan besar" ujar maid di luar pintu Dave tak menyahut ia berjalan menuju pintu dan membukanya lalu ia pergi ke lantai bawah untuk menemui tamunya dan Dave yakin tamu tersebut adalah orang yang waktu itu Dave telpon di pesawat Dave memerintahkan maid untuk menyuruh masuk orang tersebut menuju ruang tamu "tuan?" Panggilnya di hadapan Dave "kau sangat lambat kenapa sangat lama?!" Dave memasang wajah marah "anda memberi waktu satu hari dan saya sudah cepat bahkan saya menyisakan waktu satu jam" ujar anon tanpa dosa "terserah.. cepat lakukan tugasmu Violet ada di atas" Dave berdiri menuntun anon menuju kamarnya dan saat Dave membuka kamarnya ia tak menemukan Violet "Violet?!..." Teriak Dave karena Violet tak ada anon mengikuti Dave ia mencari Dave tapi mereka tidak memeriksa di balik pintu dimana Violet sedang bersembunyi disana dengan perlahan Violet berjalan menuju pintu dan saat mereka berdua lengah Violet langsung berlari membuat Dave mengetahui pergerakan Violet "Violet berhenti!.." Dave berlari mengejar Violet dan Violet berlari sekuat tenaga menuju lift dan saat pintu lift terbuka terlihat Alice yang keluar dari dalam lift tersebut "Alice tangkap Violet!.." teriak Dave dan Violet pun langsung berlari menuju tangga ia berlari dengan cukup kencang karena Alice tepat di belakangnya Alice harus mendapatkan Violet ia terus mengejar violet karena kesal Violet terus lolos akhirnya saat di anak tangga Alice menendang kaki Violet hingga Violet terjatuh dari tangga Dave berteriak ia berlari menghampiri Violet yang sudah tergeletak di tengah anak tangga dengan memegangi kepalanya "Vi? Bertahanlah!.." Dave menggendong Violet menuju mobilnya dengan sigap leo langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit "bertahanlah Vi kakak tau kamu kuat!" Violet menatap Dave kesadarannya sudah mulai hilang dan Violet pun tak sadarkan diri
__ADS_1
Leo memarkirkan mobilnya ia berjalan menuju mansion lalu mencari Alice yang ternyata sedang berada di kamarnya "Alice?" Alice berbalik menatap Leo ia sudah sangat ketakutan Alice memang berniat membuat Violet jatuh tapi ia tidak tau jika Violet akan jatuh separah itu "iya? Ada apa?" Leo tersenyum membuat Alice semakin ketakutan "anda di pecat silahkan keluar dari rumah ini" ujar leo membuat Alice lega ia kira ia akan dibunuh "baiklah.." Leo pergi meninggalkan Alice yang sedang bersiap untuk pulang Alice tak ingin pergi dari mansion ini ia pasti akan sangat merindukan Dave bertahun tahun Alice menunggu Dave pulang dan saat dave pulang mengapa ia membawa Violet hati Alice hancur dalam hatinya ada niatan untuk menyingkirkan Violet dengan cara apapun termasuk membunuhnya
Alice berjalan kaki dengan membawa koper berisi pakaiannya karena rumahnya tidak terlalu jauh mungkin butuh waktu tiga puluh menit untuk jalan kaki ia memutuskan untuk berjalan lebih menghemat uang saat di pertigaan entah mengapa jalanan sangat sepi apakah sedang ada penutupan jalan Alice tak menyadari seseorang tengah mengikuti di belakangnya dan saat Alice sedang fokus ke depan dengan tiba tiba ia terduduk ada apa ini mengapa ada yang menancap di pundak Alice rasanya sangat sakit dan perih darah segar terus mengalir menelusuri punggungnya Alice melirik ke belakang dan siapa itu seperti ada seseorang yang tengah berjalan mendekat "leo? Apa yang kamu lakukan?!.." leo tersenyum. Ia mencabut pisau yang menancap di pundak Alice membuat Alice menjerit kesakitan tadinya ia ingin menancapkan ya di kepala belakang Alice tapi karena leo tak sengaja tersandung oleh kakinya sendiri pisaunya meleset itu karena leo terlalu fokus mengincar kepala belakang Alice "maaf saya lupa jika tuan memerintahkan saya untuk memberi hadiah pada kepala pelayan alice!" Alice menggeleng wajahnya sangat ketakutan ia harus kabur atau meminta pertolongan bodoh!.. sekarang ia tau mengapa jalanan sangat sepi membuat ia Takan bisa meminta pertolongan "takut?! seharusnya anda tau jika anda akan mati jika melukai nona saya!.. hanya kepala pelayan saja anda sudah berani menyukai majikannya sendiri! Sangat tidak pantas!!.." Alice beringsut ke belakang ia mencoba kabur dari Leo yang sedang tersenyum di tempatnya Alice berbalik hendak berlari dan dengan cepat Leo menarik rambut Alice membuat Alice terbanting ke belakang "hiks.. maafkan saya maaf... Hiks.. tolong jangan bunuh saya!.." Leo menatap pisau kecil kebanggaanya walaupun kecil tapi sangat tajam "apakah saya tidak tau jika anda yang memberi tahu nona jika ada tuan anon di ruang tamu?!.. anda sangat bodoh saya selalu senantiasa di sisi nona Violet saya tau apa yang anda katakan pada nona Violet setelah mengatakan itu anda pergi anda membuat nona kabur sungguh picik sekali pikiran kepala pelayan tuanku!.." Leo mengusap wajah Alice yang sudah basah karena air matanya tangan kiri leo mengusap jidat Alice dan tangan kanan Leo turun ke dada Alice dan
KRAKK!!....
__ADS_1
Leo mematahkan leher alice.