Posesif Daddy

Posesif Daddy
ayam goreng


__ADS_3

Enam bulan berlalu tapi masih belum ada kemajuan tentang Violet membuat Regan tak fokus dengan pekerjaannya dan sekarang Regan tengah duduk di kursinya dengan Alena di depannya "sudahlah regan jangan terlalu memikirkan bagaimana jika kamu sakit" ujar Alena khawatir dengan Regan yang sudah beberapa hari ini belum tidur sama sekali "aku merindukannya!" Ada apa ini mengapa hati Alena terasa sedih apakah Alena cemburu dengan Violet? Yang benar saja dia itu adiknya Regan jadi wajar jika Regan mencemaskan Violet "Regan Hargai aku yang masih ada di samping kamu!.. apakah hanya Violet yang ada di otak kamu?!.." Regan memejamkan matanya ia menghela nafas kasar "pergilah Alena biarkan aku sendiri!.." ujar Regan dengan dingin dan Alena beranjak dengan kesal keluar ruangan Regan lalu mengerjakan pekerjaannya "Vi?!.. kamu dimana?!." Regan menjambak rambutnya frustasi ia sudah tak kuat kepalanya selaku terasa sakit dan Alena yang selalu mengajaknya adu mulut seperti tadi


Takda hari tanpa bayangan Violet di pikirannya Agra selalu memikirkan Violet sekarang ia sudah sembuh walupun memang belum total tapi ia sudah bisa berjalan sendiri Rini menatap anaknya ada niatan dalam hati kecil Rini untuk menjodohkan Agra dengan anak temannya supaya Agra bisa sedikit melupakan Violet

__ADS_1


Dave berlari dengan sangat kencang ia tengah lari pagi dan berlari memutari taman semua wanita menatap kagum pada seorang Dave wajahnya yang tampan dan juga bodynya yang ulala sixpack Dave berhenti melirik ke belakang melihat seorang wanita berparas cantik nan juga imut tengah berusaha menyusul kecepatan lari Dave yang seperti kesetanan "Dave!.. Vi udah bilang gak usah cepet² Vi cape!.." teriak Violet dengan memegangi lututnya nafasnya sangat tidak teratur "Vi? Kita sedang taruhan bukan? Dan aku ingin menang" Violet menatap Dave dengan kesal wajahnya cemberut dan halis yang mengkerut "kamu kan cowok harusnya ngalah sama cewek gimana sih!... Masa kamu gak mau ngalah sama Vi?!... Vi kan mau makan udang goreng!.." Dave mencubit gemas kedua pipi Violet ia tak kuat dengan tingkah kekanakan Violet ingin sekali Dave mengigit pipi Violet tapi Violet pasti akan marah "gak Violet!.. sebagai pemenang taruhan sarapan hari ini kamu makan sayur sayur dan sayur..." Itu membuat Violet frustasi ia tak suka sayur ia benci sayur rasanya tak enak "nggak!.. Vi gak mau..." Dave tersenyum lalu menarik pinggang Violet memisahkan jarak diantara mereka Dave mencium bibir Violet perlahan menjadi lumatan Dave tidak tau tempat ia melakukannya di tempat umum "apaansih ini di tempat umum gak tau malu banget!.." ketus Violet padahal pipinya sudah memerah jantungnya berdegup kencang Dave terkekeh "sebagai gantinya setelah kamu sarapan sayur aku akan belikan apapun yang kamu mau.." Violet melirik Dave perlahan senyuman terukir di wajahnya "bener nih?... Gak bohongkan?!.." Violet menyipitkan matanya tangannya melipat di dada "iya Vi aku janji sekarang ayo pulang.." Dave menggandeng Violet yang langsung memeluk tangan Dave dan mereka pun berjalan menuju mansion Dave yang tidak begitu jauh di taman itu


"Udah segini aja!..." Teriak Violet lalu mengembalikan sayur yang baru saja Dave taruh di atas piring Violet "Vi? Itu hanya kuah saja tambahkan ini oke" Dave menaruh sayur kangkung yang merupakan sayur favoritnya ke atas piring Violet yang langsung di kembalikan lagi oleh Violet "ganti aja ya?!... Pake ayam goreng Vi mau paha ayam.." rengek Violet membuat Dave mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu tentang ayam

__ADS_1


FLASHBACK ON


"Violet!.." Dave menggebrak meja membuyarkan lamunan Violet "a.. ada apa?!.." tanya Violet karena kaget dan Dave memejamkan matanya "kamu yang kenapa?!" Violet mengangkat bahu acuh "Vi cuman kangen ayam goreng" Dave mengerutkan keningnya mengingat ada apa dengan ayam goreng dan Dave ingat jika Regan sangat menyukai ayam goreng terutama paha "damn!.." saat Violet akan mengambil ayam goreng dengan cepat Dave mengambil piring yang berisikan ayam tersebut lalu menyuruh maid mendekat dan memberikannya pada maid "buang" ujar Dave mantap membuat heran Violet sekaligus kesal "jangan dibuang!.. Vi belum ngambil lagian kenapa dibuang?!.." Dave menatap datar Violet lalu mulai memakan makanannya tak menghiraukan ocehan Violet yang mengumpat kesal Dave "Dave kenapa sih? Pms ya?!.. aneh tau gak?!! Ayam gak salah apa-apa malah dibuang!.." Dave kembali menggebrak meja dengan cukup kencang membuat Violet kaget "m..maaf Vi cuman asal ngomong Dave jangan marah maafin Vi.." Violet sudah mulai berkaca-kaca ia menunduk memainkan jarinya membuat Dave merasa bersalah ia hanya ingin Violet diam karena tentang ayam tadi membuat Dave sedang dalam mood yang buruk "Vi?.." Dave berdiri dan mendekati Violet menghapus air mata yang melintas di pipi Violet "aku gak bermaksud buat kamu takut sayang aku cuman lagi~" Dave bingung ia harus bagaimana melanjutkan perkataannya "Dave kesel karena Vi gak bisa jaga omongan Vi kan? Dave juga gak suka kalau Vi ngomong gitu kan? Makanya Dave marah sama Vi Dave benci Vi~" ucapan Violet terhenti karena Dave mencium bibir merah muda Violet "jangan berbicara seperti itu" ujar Dave dan Violet mengangguk "iya maaf" Dave menggeleng "maksudku jangan berbicara jika aku membencimu jika aku tidak menyukaimu karena itu Takan pernah terjadi!.." Violet menatap Dave senyuman terukir di wajahnya Violet dengan cepat memeluk Dave "kyaa!.. mulut Dave manis banget Dave juga ganteng Vi kasih tau dave kalau sekilas melihat Dave kayak playboy yang cuman bisa ngomong doang tapi ternyata Dave itu baik sayang sama Vi gak pernah nyakitin orang Dave suka pake otak gak pernah pake otot uhh Vi sayang Dave!.." Dave memalingkan wajahnya saat Violet berkata bahwa ia tak pernah melukai orang lain lalu bagaimana dengan kedua orang tuanya? Kei? Alice? Dan yang lainnya "i love you vi.." Dave membalas pelukan Violet ia menghirup tekuk leher violet yang beraroma khas dari Violet*

__ADS_1


FLASHBACK OFF


"Violet apa kamu lupa terakhir kali ada ayam di meja makan?" Tanya Dave dan Violet mencoba mengingat memangnya ada apa dan Violet ingat ia mengangguk ia ingat bagaimana Dave menggebrak meja wajahnya sangat menakutkan "yauda Vi makan sayur tapi janji nanti pergi jalan jalan dan beliin apapun yang Vi mau!.." Dave mengangguk membuat Violet senang dan Violet mulai memakan sayur dengan lahap

__ADS_1


__ADS_2