
...[Sebagian chapter dihapus demi privasi Dave]...
Violet membuka matanya ya seperti biasa karena gangguan dari mulut Dave yang menciumi pundaknya ia terbangun "pagi Vi ayo kita mandi bersama" ujar Dave pada Violet yang menatapnya tak percaya "ada apa Vi?" Tanya Dave kembali "hiks.. apa yang kakak lakukan kak hikss... Kakak bukan manusia hikss.. mana hati nurani kakak?!... Hiks.. kenapa kak kenapa?!... Hiks..." Dave tersenyum ia semakin erat memeluk Violet dan Violet pun bisa merasakan detak jantung Dave yang begitu kencang "kamu juga menikmatinya sayang" memang benar Violet menikmatinya tapi sayang itu efek dari obat bejat itu dan Violet juga wanita normal ia juga pasti akan terangsang "brengsek!.." umpat Violet lalu melepaskan pelukan Dave ia membuka selimutnya sekarang tubuhnya sudah pernah Dave lihat ia harus pergi ke kamar mandi dan saat satu langkah
BRUK!
Violet terjatuh kakinya begitu lemas bahkan ia merasa kakinya lumpuh "ada apa ini kenapa kaki aku mati rasa!?.." Violet panik ia tak bisa merasakan kakinya Dave bangun dan mendekati Violet ia tau apa yang terjadi semalam Dave baru saja menghantam dinding rahim Violet tentu saja ia akan merasa lemas Dave membantu Violet duduk di ranjang "biar Daddy bantu" Dave menggendong violet dan membawanya ke kamar mandi lalu mereka duduk bersama di bathtub merendam tubuh mereka yang lengket oleh sprema dan Dave ia menggosok punggung Violet yang sekarang sedang duduk di depannya dengan memunggunginya "kamu mau keramas Vi?" Tanya Dave tapi tak ada jawaban dari Violet ia masi melamun tatapannya kosong karena sudah terlanjur basah Dave memberi sampo pada rambut Violet "akhh... Sakit" ringis violet saat Dave menyentuh bagian bawahnya "maaf daddy hanya ingin membersihkannya" Violet menatap tak suka Dave ia ingin sekali mencekik Dave tapi ia urungkan niatnya karena tak berani_-
__ADS_1
Dave membawa kembali Violet ke ranjang lalu ia memilih baju yang pas untuk Violet karena ia akan membawa Violet ke suatu tempat yang sangat indah baginya dan Violet ia tak berontak ia menerima setiap perlakuan Dave ia terlalu cape untuk berontak dan untuk apa ia berontak itu hanya akan membawa bencana lagi padanya
Setelah selsai mendandani Violet hanya dengan baju dress selutut berwarna pink(ciri khas seorang Violet selalu memakai dress selutut yang membuat kesan imut padanya) dengan polesan bedak bayi di wajahnya lalu rambut yang di gerai Violet sangat sempurna bak bidadari surga dan Dave? Ia mengenakan kameja navy yang digulung lengannya hingga siku Dave membuka pintu lalu menggendong Violet ala bridal style seperti biasanya lalu ia membawa Violet ke lantai bawah menuruni banyak anak tangga Violet mengalungkan tangannya di pundak Dave ia pasrah ia menurut dan tak bertanya Violet tertawa hambar rasanya ia seperti boneka hidup yang tak bisa berontak dan harus mengikuti apa keinginan majikannya dan saat Dave mencapai lantai dasar kei datang menghampiri Dave dengan menundukkan wajahnya kei sangat terpesona melihat Violet yang sangat cantik pagi ini mengingatkan pada seseorang, Violet melirik kei rasanya ia menjadi orang lain jika bersama Dave "maaf menganggu tuan tapi saya hanya ingin bertanya" Dave tau apa yang ingin kei tanyakan ia ingin bertanya ia harus apakan William yang sedang di kurung di ruang bawah tanah "bunuh saja apa susahnya!..." Kei mengangguk paham lalu pergi Violet mengerutkan keningnya apa yang sedang mereka bicarakan lalu Violet memberanikan diri untuk berbicara "ada apa?" Tanya Violet lembut saat Dave mulai berjalan kembali "tidak ada apa-apa sayang jangan khawatir" Violet tak percaya ia yakin mereka menyembunyikan sesuatu "William?" Tanya Violet karena ia yakin Dave Takan membiarkan William lari begitu saja "iya jangan tanyakan apapun lagi sebaiknya kamu jangan pikirkan lelaki lain saat bersama Daddy" Violet mengangguk paham lalu menyenderkan kepalanya di tekuk leher Dave Saat mereka sampai parkiran Dave menuju salah satu mobil barunya lalu ia dudukan Violet di kursi sebelah kemudi dan Dave memutari mobil lalu masuk di kursi kemudi dengan kecepatan normal Dave melaju mobilnya dengan hati yang berbunga bunga
'semesta gak adil kenapa harus mempersatukan aku dan kak dave kenapa?! Bahkan hanya untuk bertemu dengan orang yang aku cintai aku tidak bisa' batin Violet mengeluarkan isi hatinya walaupun tidak seluruhnya ia keluarkan "Vi? Kamu gak tanya kita akan kemana?" Tanya Dave pada Violet dan apakah Violet berhak bertanya? Ia hanya boneka hidup yang harus menurut apa yang majikannya perintahkan "buat apa? Lagian aku gak bisa nolak" Dave mengerti dan kembali fokus pada jalanan menuju tempat yang sudah Dave rencanakan
Deg. Violet diam ia tak mampu berkata kata lagi pernikahannya besok lusa dan itupun tanpa persetujuannya usianya belum siap untuk menikah dan ia tak mau menikah dengan Dave ia ingin memiliki keluarga bersama Agra orang yang ia cintai "lanjutkan.." perintah Dave pada lelaki tadi dan lelaki tadi pun mengangguk lalu pergi "aku nggak mau!...kak sadar kak aku itu adik kakak!..." Dave menatap dingin Violet "lalu kamu mau apa? Kabur?! Silahkan!..." Ini kesempatan bagus untuk Violet kabur ia berbalik dan SHIT kakinya mati rasa hanya untuk melangkah saja susah apalagi kabur "kenapa Vi? Daddy bolehin kamu kabur loh kok malah diem?" Smirik Dave terlihat di wajahnya ia tau Violet Takan bisa lari dengan kondisi seperti ini Violet punya ide bagaimana kalau ia permalukan Dave itu ide bagus Violet berbalik menghadap Dave yang tengah tersenyum seolah meledek Violet dan itu sangat menjengkelkan "apakah kakak gak percaya diri? Apakah kakak gak percaya sama kemampuan kakak?!..." Dave mengerutkan keningnya apa yang Violet bicarakan ia tak mengerti "maksud kamu apa Vi?" Violet berjalan mendekat dan percayalah melangkah seperti itu sangat susah bagi Violet karena bawahnya sangat nyeri "apakah kakak gak percaya sama diri kakak kalau kakak bisa ngambil hati aku?! Kakak jadi ambil jalan pintas dengan melakukan semua ini!.." Dave paham apa yang Violet maksud tapi Dave masih diam membiarkan violet berbicara sepuasnya "orang seperti kakak gak mungkin bisa punya kepercayaan diri" Violet tertawa kecil lalu melanjutkan ucapannya "rasa malu aja nggak punya!.." itu batasannya rahang Dave mengeras wajahnya menjadi dingin dan Violet menciut ia takut ternyata idenya sangat bodoh dengan satu gerakan Dave menggendong violet "ahh!... Apa yang kakak lakukan turunin!.." Dave membawa Violet ke kursi panjang yang ada di tengah tempat itu Dave mendudukan Violet di pangkuannya ia menarik tekuk leher violet lalu menciumnya "awh!..." Ringis Violet saat Dave menggigit bibir bawahnya Dave ******* bibir Violet penuh nafsu ia melakukannya di tempat ramai Violet mendorong Dave sekuat tenaga tapi kenapa tenaganya sangat tidak berpengaruh "fuah... Dasar gila!... " Violet mencoba turun dari pangkuan Dave tapi tangan Dave dengan cepat menahannya "kamu sendiri yang bila kalo daddy gak punya malu" Violet bodoh apa yang dirinya lakukan malah membuat situasi semakin rumit tangan nakal Dave mulai meraba bagian intim Violet yang masih sakit "Aww... Sakit kak!.." ringis Violet saat Dave mengusap vagin*nya Dave menyunggingkan senyumnya "benarkah? Apakah Vi mau coba lagi disaat masih sakit seperti ini dan akan Daddy lakukan disini" Dave senang saat melihat wajah Violet yang mulai pucat pasi ia begitu ketakutan dan menggelengkan kepalanya "baiklah lain kali jaga bicara kamu sayang" dave mengusap wajah Violet yang sangat lembut dan Violet menerimanya "kamu tau Vi Daddy sangat sayang kamu" Violet tak mau menjawab ia mengangguk pelan dan di saat itu juga terdengar suara yang sangat familiar di telinga mereka
__ADS_1
Blush!.. Violet belum makan!! Dia lapar ya ampun kenapa perutnya tidak bisa diajak kompromi dengannya kenapa harus bersuara di depan Dave itu sangat memalukan Violet menunduk dengan wajah yang sudah memerah Dave tertawa renyah tawanya pecah karena Violet dan untuk pertama kalinya Violet melihat tawa lepas seorang Dave "jangan ketawa!.." Violet mengguncang guncangkan bahu Dave agar ia berhenti tertawa para karyawan yang sedang menghias memperhatikan mereka berdua betapa romantisnya mereka(?) "iya iya Daddy nggak ketawa fftthh..." Dave mengeluarkan tawanya lagi dan itu membuat Violet semakin malu oh astaga seandainya Violet tidak mengeluarkan suara itu mungkin dave Tidak akan seperti ini dan ini sangat menjengkelkan tapi Violet beruntung ia bisa melihat wajah Dave yang berbeda ini sangat berbeda dia sangat tampan jika tertawa Violet mengusap wajah Dave "kakak tampan jika tertawa seperti ini" Violet tak sadar ia mengatakan itu ia memalingkan wajahnya mengapa ia berkata seperti itu pasti Dave akan besar kepala "benarkah? Daddy akan terus seperti ini jika kamu mau" Violet menatap Dave ia tersenyum "jangan jadi orang lain kak jadilah kak Dave yang dulu kak Dave yang selalu menyayangi Vi dan kak Dave yang selalu menjaga Vi dan jangan jadi kak Dave yang sekarang berubahlah seperti dulu lagi kak ini sebuah permintaan" perlahan tapi pasti Violet akan pergi jika Dave terus seperti ini tapi jika ia berubah menjadi Dave yang dulu mungkin Violet juga akan stay dengannya "bagaimana jika kak Dave kabulkan?" Betapa bahagianya Violet saat Dave memanggil dirinya dengan sebutan kakak bukan Daddy lagi Violet memeluk Dave sangat erat ia senang akhirnya Dave mau berubah "tapi pernikahannya tetap lusa" senyum Violet pudar pelukannya melonggar "tapi~" Dave mengecup bibir violet singkat "nggak ada tapi sayang jika kamu ingin kakak berubah maka kamu yang akan merubahnya dan ayo kita pulang kakak tau kamu lapar" Dave mengangkat Violet kembali terlihat wajah Violet yang terlihat sedih dan Dave? Ia bahagia ia senang dengan kegagalan Violet untuk membujuknya mereka masuk ke dalam mobil lalu pulang ke mansion Dave karena Dave tau Violet belum sarapan di dalam mobil Violet tak berbicara sama sekali ia menunduk memainkan jari jari mungilnya Dave fokus pada jalanan dan sesekali mencuri pandang pada Violet
_________________&__$_____________________
*jadiin jangan nikahnya?
-kalian tim mana Yoo (*0*)/
__ADS_1
see u next time