Posesif Daddy

Posesif Daddy
surat Violet untuk Regan


__ADS_3

Mustahil untuk Dave datang ke tempat Regan melihat wajahnya saja sudah sangat muak apalagi bertemu ARGHH rasanya Dave ingin mengikat Violet dengan rantai memborgol tangan Violet agar tak bisa bergerak dan jika bisa Dave ingin mematahkan kaki Violet agar Violet tak bisa pergi darinya "bagaimana?!..." tanya Dave pada leo disampingnya "belum ada perkembangan tuan, nona menghilang seperti di telan bumi..." Bagaimana Violet tidak bisa menghilang jika yang membantunya adalah Felicia anak dari mafia besar di negaranya "pergi ke bandara lihat cctv disana!!.." leo berjalan menuju pintu lalu menutupnya Dave takut kehilangan Violet lagi.


"Tidak ada!.." jawab Violet dengan dingin "benarkah?.. kau hebat sekali Vi!..." Violet melirik Felicia yang memperlihatkan senyum menyedihkannya "apa yang kau takuti?.." tanya Violet bertanya apa yang baru saja Felicia tanyakan "aku takut jika Dave semakin membenciku aku takut jika Dave tak bisa bersamaku dan aku takut Dave pergi meninggalkanku..." Violet tersenyum miring kepalanya mulai pening otaknya seakan sedang berputar "aku akan membantumu mendapatkan Dave asalkan kau membantuku menghilangkan hal burukku!.." Felicia tersenyum dan mengangguk "oiya aku lupa menanyakan kemarin apakah kamu memang suka bergadang?.." tanya Felicia penasaran Violet tersenyum membuat Felicia menelan ludahnya sendiri "aku sudah memberi tahumu jika aku seorang gangguan mental aku selalu ingin merasakan sakit di tubuhku dan ketika migrain itu datang aku menyukainya..." Felicia akui Violet memang benar-benar menakutkan "tapi kau juga kesusahan berdiri saat itu..." Ujar Felicia "ya, semalam rasa sakitnya sangat hebat aku baru merasakannya...." Ujar Violet tersenyum lalu memejamkan matanya Felicia meraih tangan Violet "Vi, aku akan merubahmu.." Violet menatap datar Felicia dan Felicia hanya tersenyum

__ADS_1


Dave melihat wajah Violet di dalam handphone nya walupun pajangan di kamarnya lebih dominan pada wajah Violet tapi Dave lebih menyukai foto yang ada di handphonenya sebulan tidak bertemu itu sangat menyiksanya walaupun Dave pernah diam-diam mendatangi Violet saat tengah malam tapi Dave belum puas jika tidak memeluk Violet rasa rindunya semakin bertambah saat mengetahui Violet di bawa seorang ***** Dave mendongak menatap langit-langit kamarnya "sialan.. kamu dimana sayang?... Aku merindukanmu Vi..." Seharusnya Dave memerintahkan sebagian besar bawahannya untuk berjaga di rumah Violet seandainya Dave tak ceroboh seperti ini mungkin Violet masih ada di rumahnya "tuan kamera cctv sebuah cafe melihat nona Violet dan nona Felicia!.." ujar leo dengan bersemangat Leo menaruh laptop nya di hadapan Dave dan memperlihatkan Violet dan Felicia yang sedang mengobrol dengan serius karena kamera cctv cukup jauh dengan posisi duduk Violet Dave tak mendengar jelas apa yang mereka bicarakan tapi Dave terkejut dengan Violet yang melempar gelas ke arah kanannya dan berdiri seperti membentak itu membuat Dave sangat penasaran apa yang sedang mereka bicarakan hingga Violet semurka itu "terus cari!.." leo mengangguk dan pergi mencari info lebih dalam dari perginya Violet


¶∆¶

__ADS_1


"Apa yang Dave lakukan padanya!..." Regan hendak pergi tapi ekor matanya melihat selembar kertas di atas laci Regan langsung mengambilnya dan ia amat sangat kenal dengan tulisan tangan di kertas ini dengan teliti Regan membacanya


Hai kakak Regan apa kabarmu semoga sehat oke. Dan kau sangat tampan saat tertidur selamat untuk pernikahanmu semoga kau bahagia karena aku sebenarnya tidak peduli padamu aku tidak tau harus menulis apa lagi ohya kakak ipar sangat galak tapi aku suka itu sudahlah selamat tinggal dan sampaikan salamku untuk kakak ipar

__ADS_1


Ini orang lain. Itu yang Regan pikirkan setelah membaca surat ini bicara nya sangat berbeda atau apakah Dave mengubah Violet menjadi orang lain? Tertulis jika Violet tidak peduli tapi untuk apa Violet menulis surat jika tidak peduli? Regan merasakan kepalanya kembali pening dengan cepat Alena mengambil surat itu dan membacanya lalu melipatnya dan memasukannya ke dalam laci "aku mohon pikirkan dirimu juga!.. Violet sehat aku yakin itu. Kamu baru sembuh Regan aku mohon jangan terlalu memikirkan Violet aku takut kamu sakit kembali..." Regan tersenyum dan mengangguk Regan yakin ini tak adil untuknya Regan terlalu memikirkan Violet "maafkan aku Alena aku janji tidak akan seperti ini lagi aku hanya akan memikirkanmu.." Alena tersenyum lalu memeluk Regan "terima kasih dan maaf jika aku egois.." Regan menggeleng yang egois itu dirinya bukan Alena "aku mencintaimu alena.." semburat merah terlihat jelas di pipi Alena "aku juga.." ujarnya dengan malu


__ADS_2