Posesif Daddy

Posesif Daddy
ikan bakar


__ADS_3

Beberapa Minggu berlalu Violet duduk di bawah lantai ia melihat kado-kado yang begitu menumpuk di kamarnya satu persatu ia membuka semua kado tersebut dan isinya memang sangat menakjubkan dari gaun hingga bahkan ada yang memberikan Violet surat dimana didalam surat tersebut Violet harus berhati-hati dengan Dave dan yang pasti itu dari anon

__ADS_1


Dave membuka pintu kamarnya sembari membawa satu susu ibu hamil yang ia baru saja beli eh tidak lebih tepatnya yang baru saja Leo belikan "nih minum..." Ujar Dave sembari memberikan susu tersebut pada Violet dan Violet menghabiskannya dalam sekali teguk "sayang kamu haus?..." Tanya Dave "nggak.. Vi doyan.." Dave terkekeh membuat Violet mengerutkan keningnya heran "ada apa?... Apa yang lucu?..." Dave duduk di samping Violet menatap lekat sang istri yang semakin chubby "kamu lucu... Aku jadi makin sayang..." Violet merona! Kenapa hanya dengan perkataan seperti itu Violet blushing "apaansih Dave suka gajelas gitu aneh..." Violet memeluk Dave di sampingnya masih tak menyangka lelaki rupawan ini adalah suaminya "tumben gak selingkuh?.." oke pertanyaan Violet terdengar ambigu di telinga Dave apakah sebuah benda mati bisa dijadikan selingkuhan oleh Dave "sayang masa handphone selingkuhan aku..." Ujar Dave membenarkan anak rambut violet"Vi nanya bukannya dijawab malah balik nanya!..." Dave harus sabar Violet dua kali lipat lebih emosian dari sebelumnya itu mungkin karena efek samping dari kehamilan nya "nggak... Aku lagi mau sama kamu mau habisin waktu berdua hanya sama kamu istriku...." Violet tersenyum membuatnya menelusupkan wajahnya pada dada bidang Dave "Vi kangen kakak... Main ke sana yu..." Dave mengangguk mengiyakan karena Violet pasti jenuh dua bulan ini terus berada di rumah Violet bangkit untuk bersiap-siap dan Dave hanya duduk di atas ranjang ia akan menunggu Violet dan memapahnya menuruni tangga ia tak ingin jika Violet terpeleset dan jatuh dan ia akan terus waspada

__ADS_1


Dave membukakan pintu mobilnya untuk Violet iaenggandeng tangan Violet berjalan menuju rumah Regan yang masih tertutup rapat sepetinya Regan sedang ada di dalam rumah "kakak!.." teriak Violet dan pintu utama pun langsung terbuka oleh salah satu maid disana "silahkan masuk tuan Regan ada didalam bersama nyonya alena.." Violet masuk dan melihat Regan dan Alena yang sedang duduk di ruang tamu "kenapa gak kabarin dulu mau kesini?..." Tanya Regan bangkir dari duduknya "katanya kangen.." ujar Dave yang tangannya tak lepas dari tangan Violet

__ADS_1


"Dave ingat! Violet tengah mengandung turuti apa yang ia mau dan jangan terlalu mengekangnya mengerti?.." Dave tidak merasa ia mengekang Violet ia hanya ingin melindungi istrinya saja "aku tau apa yang kau pikirkan aku kakakmu turuti saja... Jika tidak Violet pasti akan marah jika kamu terlalu overprotektif padanya apalagi ia akan menjadi seorang ibu.." Dave mengangguk paham kata-kata Regan tak mungkin salah "baiklah.. tapi apa mengambil air harus selama ini?.."

__ADS_1


"Apakah kamu selalu memasak Vi?..." Tanya Alena yang sedang melumuri bumbu pada ikan "iya.. tapi Vi selalu masak tanpa sepengetahuan Dave.. karena Dave pasti akan marah..." Tidak seharusnya Dave marah karena seorang wanita memang harus bisa memasak saat Alena akan memasukan ikan ke dalam wajan panas ikan tersebut licin membuat ikan terjun dengan kasar dan minyak panas pun mengenai punggung tangan kanan Violet membuat Violet meringis kepanasan "astaga... Ayo Vi kita pakaikan odol.." ujar Alena saat mereka hendak ke toilet Dave datang dengan wajah marah "apa yang sedang kamu lakukan?!... Vi?.. kamu kenapa?.." Violet menyembunyikan tangan kanannya di balik tubuhnya membuat Alena diam takut akan tatapan tajam Dave "Vi lagi ngobrol... Terus Vi mau ke toilet.." Dave mendekat melihat kompor yang mati dan ikan yang terendam minyak panas "siapa yang masak ini?..." Tanya Dave memastikan jika Violet yang tidak memasak ikan ini bagaimanapun juga Dave khawatir jika Violet kenapa-napa Dave melirik Violet yang langsung memalingkan pandangannya Dave semakin curiga ia menarik tangan kanan Violet tapi tidak terlalu kasar oke "awh.." Dave mengusap tangan Violet dan ringisanlah yang Violet perlihatkan "sakit?.. kita ke dokter oke.." Violet menggeleng lalu menarik tangannya "cuman pake odol aja pasti sembuh gak usah pake ke dokter segala..." Ujar Violet karena itu tidak perlu sampai memanggil dokter segala "Violet!.. kamu itu kenapa sih?!.. aku khawatir!.." bentak Dave membuat Violet kaget "Vi itu mau jadi mommy!!... Vi harus bisa masak lagian Vi emang mau bisa masak!.. ini tuh cuman luka kecil Dave gak usah segitunya itu cuman membebani Vi!!..." Dave langsung teringat kata-kata Regan ia melihat Violet yang sudah ingin menangis wajahnya terlihat sangat kesal Dave mendekat memeluk Violet "maaf aku cuman khawatir..." Violet diam menerima pelukan Dave ia juga terbawa emosi "Vi cuman mau ikan bakar.." ujar Violet dengan pelan "para maid bisa buatkan sayang... Kamu gak usah turun tangan seperti ini..." Violet mengangguk paham tak lama Regan datang ia datang karena teriakan Violet yang begitu nyaring menggema di rumahnya "Vi mau pulang.." Dave melirik Regan yang dibalas anggukan oleh Regan "kami permisi dulu kak..." Violet memeluk Regan dan juga alena lalu mereka masuk ke dalam mobil Dave melajukanobil dengan kecepatan normal Dave melirik Violet yang mengusap hidungnya yang basah Violet masih kaget dengan bentakan Dave tadi "sayang... Kamu mau makan ikan bakar gak?... Di depan sana ada tempat ikan bakar yang enak..." Violet tersenyum lalu mengangguk antusias ya walaupun Dave agak malas makan di pinggiran jalan sepeti itu tapi demi menggembalikan mood Violet ia harus mau

__ADS_1


__ADS_2