Posesif Daddy

Posesif Daddy
pulang


__ADS_3

Setelah acara peluk²annya Regan pun pulang karena Alena pasti menunggunya pulang dan awalnya Violet ingin ikut tapi Violet ingin menghabiskan waktu hari ini bersamaan Dave hanya berdua tidak ada yang lain "bagaimana?..." Tanya Dave di samping Violet "apanya?.." tanya balik Violet yang tidak mengerti apa-apa "bukannya kamu mau jalan-jalan?... Mau kemana?.." Violet mengerti ia berusaha berfikir keras kemana ia akan pergi "kemarin Vi liat Leo bawa martabak tapi Vi mau martabak telor spesial bukan yang manis..." Dave melirik leo disampingnya mengapa leo memalingkan wajahnya "sejak kapan kau suka makanan manis?..." Tanya Dave pada leo "itu bukan untuk saya tapi untuk tuan anon..." Dave mengerutkan keningnya "tuan anon mengirim saya pesan untuk mengantarkan martabak ke rumahnya katanya nona Violet menginginkannya tapi ternyata itu buat pacar anon..." Violet tak kuasa menahan tawa padahal kemarin Violet dan Dave hanya pergi ke Indomaret untuk membeli eskrim dan dengan hebat anon memanfaatkan situasi apakah semalas itu anon pergi membelinya sendiri? Padahal itu untuk pacarnya "baiklah lain kali jangan mudah ditipu tuyul dewasa itu..." Ujar Dave sembari berdiri diikuti Violet karena mereka akan pergi untuk membeli martabak dan jalan-jalan sebentar ke luar


Violet sudah cantik dengan dress di atas paha yang berwarna putih bermotif bunga mawar rambut yang tergerai indah dan Dave hanya memakai pakaian santai yang sangat elegan saat Dave kenakan mereka bergandengan tangan menuju mobil setelah itu Dave menancap gas dan melakukan mobil ke tempat martabak terkenal di kotanya

__ADS_1


"Kenyang?..." Tanya Dave setelah melihat Violet menghabiskan satu porsi martabak Violet mengangguk "yauda ayo kita ke mall lihat-lihat barang yang bagus..." Dave menyimpan uangnya di atas bon di atas meja karena mall tidak begitu jauh di tempat mereka berada Dave dan Violet pun berjalan kaki menuju mall mereka berkeliling melihat-lihat pakaian Dave tak sengaja melihat pakaian yang sangat ingin ia beli tapi jika ia beli di depan Violet mungkin Violet akan marah dengan diam-diam Dave mengambil handphonenya ia memotretnya lalu mengirimnya pada leo agar segera membelinya "Dave?.." panggil Violet karena sendari tadi Dave melihat handphonenya terus "iya ada apa sayang?..." Dave menyimpan ponselnya takut Violet merebutnya "Vi haus..." Ujar Violet sembari mempoutkan bibirnya yang sangat ingin Dave gigit saat itu juga "baiklah kamu duduk disini dulu aku belikan oke.." Dave mendudukan Violet di kursi kosong di dekat sana Violet duduk menunggu Dave yang sedang mengantri minuman


Violet melihat Dave yang sepertinya sudah hampir selesai Violet berdiri tak melihat orang yang tengah berjalan dari arah sampingnya alhasil tubrukan pun terjadi Violet terjatuh kare a tak siap dengan benteruan itu "maaf vi gak senga~.." Violet memberhentikan ucapannya setelah ia mendongak melihat orang yang sudah menabraknya "Agra makanya lihat-lihat kalo jalan jadinya kamu nabrak orang kayak gini ceroboh banget sih kamu!..." Marah sindy karena agra menabrak wanita hingga terjatuh seperti ini "bukannya dibantuin malah bengong kamu kenapa sih?!..." Teriak sindy sembari membantu Violet berdiri Violet merasa tidak nyaman karena tatapan Agra yang Violet yakini Agra masih memiliki rasa padanya Agra tak menghiraukan panggilan sindy yang terus memarahinya Agra masih fokus pada wanita di hadapannya disaat ia ingin memulai melupakan Violet dan membuka hati pada sindy itu semua sirna Agra tak bisa pungkiri ia masih mencintai Violet dengan cepat Agra memeluk Violet yang terlihat terkejut karena pelukan Agra yang sangat erat sindy tak percaya dengan apa yang ia lihat apa-apaan ini mengapa Agra tega berbuat seperti ini di hadapannya "kamu kemana aja Vi?!.. aku mohon jangan pergi lagi tetap di sisiku Vi aku mohon!!..." Violet berusaha melepaskan pelukannya ia berusaha mendorong Agra tatapan sindy sangat tidak bersahabat "Agra?!!.." teriak sindy mencoba menarik Agra melepaskan pelukannya Agra melepas pelukannya dan menatap tajam sindy yang juga terlihat marah sindy melirik Violet mendekatinya

__ADS_1


dengan kerasnya sindy menampar Violet dan dorongan kasar yang sindy dapatkan dari Agra karena telah melukai Violet "apa-apaan kamu ini kamu udah gila?!.. apa maksud kamu nampar dia?!.." ujar Agra murka "kamu yang apa-apaan kenapa kamu main peluk dia di depan aku?!.. aku itu tunangan kamu harusnya kamu mikir Agra!!.." Agra memegang kedua pundak sindy cukup kasar dan sebelum Agra berucap Violet melirik Dave yang tengah berjalan ke arahnya "maaf untuk semuanya Vi gak sengaja dan maaf Vi udah buat kalian berantem maaf Agra Vi harus pergi!..." Violet berbalik membuat Agra menahan pergelangan tangannya dan dengan kasar Dave menepis tangan Agra menarik Violet ke arah sampingnya tak ingin ada keributan Violet berusaha menenangkan Dave "Dave kita pulang ya?!.. Vi mau pulang jangan barantem kita pulang aja!.." ujar Violet berusaha menahan Dave yang saling bertatap tajam dengan Agra "beraninya kamu menyentuh milikku!!.." ujar Dave menatap remeh Agra di hadapannya "siapa yang milikmu?!.. dia milikku!..." Sindy geram ia menatap Violet ini semua gara-gara Violet jika saja Violet tidak menabrak Agra mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini mungkin saja Agra dan sindy masih berduaan dan bermesraan "Dave?.. ayo pulang!.." ajak Violet karena mata semua orang sudah mulai tertuju padanya "yauda terserah!!."


Violet pergi meninggalkan kerumunan ia malu dan Dave masih saja enggan untuk pergi dan setelah pergi meninggalkan mall Violet melihat Dave yang berlari mengejarnya "Vi sayang tunggu dulu..." Ujar Dave meraih tangan Violet "apa?.. Vi kan udah bilang pulang tapi kenapa Dave gak denger?!.. Vi bilang pulang pulang yauda biar Vi aja yang pulang sendiri!.." Dave memeluk Violet yang mulai berkaca-kaca mengecup singkat kening Violet "iya ayo kita pulang.." Dave merangkul Violet menuju mobilnya lalu melajukan mobil pulang kembali ke rumah

__ADS_1


__ADS_2