Posesif Daddy

Posesif Daddy
sekilas ingatan


__ADS_3

Dave dan Violet sudah berada di mobil terbaru yang baru saja dibeli bulan lalu oleh Dave mereka sedang menunggu leo mengambilkan cincin Violet yang tertinggal entah dimana "yauda Vi minta maaf lagian Vi lupa bukan sengaja gak pake..." Ujar Violet karena Dave tidak berbicara sendari tadi "lalu kenapa kamu lepas?!" Tanya Dave dengan dingin "Vi cuman lepas sebentar terus Vi lupa nyimpennya dimana..." Violet berkata jujur niatnya ia ingin melepas sebentar dan entah mengapa ia merasa ingin melepas cincin nya "kamu tau jika itu cincin tunangan kita?!.. dan kamu lepas seenaknya?!.. atau kamu emang gak mau tunangan denganku?!.. begitu Vi?!..." Dave mengumpat dirinya mengapa ia membentak Violet dan sekarang lihat Violet sudah berkaca kaca "Vi? Maaf yauda ayo kita jalan-jalan" dengan cepat Violet keluar dari mobil dan berlari menuju kamarnya yang sekaligus kamar Dave saat Violet berlari menuju lift ia menabrak Leo yang sudah membawa cincin tunangan mereka


Brak!..


Violet menutupnya dengan kasar ia memunggungi pintu lalu duduk di depan pintu dengan memeluk lututnya saat Dave akan membuka pintu ia mendengar isakan kecil dan Dave yakin Violet tengah memeluk lututnya Dave tak kuat melihat Violet menangis sekarang ia mulai luluh lagi dengan tangisan Violet "Vi?... Maaf sayang aku gak bermaksud buat kamu sedih maaf ya? Sekarang ayo kita jalan-jalan kamu ingin beli makanan manis bukan?.." ujar Dave di balik pintu Dave hanya mendengar isakan tangis Violet "sayang?.." Violet mengusap pipinya dengan kasar "Vi kan udah minta maaf!.. tapi kenapa Dave terus bentak Vi?!.. Vi udah bilang Vi lupa naruh cincinnya dimana!..." Teriak Violet dengan air mata yang terus berjatuhan ke pipinya "iya sayang maaf cincin nya sudah ketemu kok buka pintunya ya?.." Violet berdiri ia perlahan membuka pintu yang sama sekali tak ia kunci terlihat Dave yang sedang tersenyum padanya "maaf ya?.." Dave mengusap pipi Violet "jangan marah lagi jangan bentak Vi lagi Vi takut.." Dave memeluk Violet dan mengangguk ia mencium puncak kepala violet mereka berpelukan di depan kamar mereka dan ingat Dave tak pernah berbuat macam-macam pada Violet karena ia akan menunggu setelah hari pernikahan mereka yang bahkan belum mereka berdua putuskan kapan Dave melepas pelukannya ia meraih tangan kiri Violet dan memakaikannya lagi cincin tunangan mereka yang tadi Leo berikan saat Dave menyusul Violet "jangan nangis lagi Vi kamu jelek jika menangis..." Ujar Dave dengan lembut "Dave nya gak sadar diri siapa yang bikin Vi nangis kayak gini.." ujar Violet memalingkan wajahnya membuat Dave terkekeh "jadi gak?.." tanya Dave mengusap kepala Violet "apanya?.." tanya Violet dengan sesenggukan yang belum hilang "jalan-jalannya..." Violet mengangguk lalu tersenyum karena Dave menertawainya dan mereka pun berjalan kembali menuju mobil

__ADS_1


Agra baru saja membeli minuman di minimarket terdekat di rumahnya ia masuk kembali ke mobilnya dan berniat pulang tapi handphonenya berbunyi


"Iya ma?.."


"Mama minta tolong sama kamu tolong jemput temen mama di halte Deket pertigaan namanya sindy ya"

__ADS_1


Agra menyimpan kembali handphone nya lalu melaju ke halte dekat pertigaan karena tidak terlalu jauh jadi hanya beberapa menit Agra sampai di sana terlihat seorang wanita muda tengah duduk dengan memegangi ponselnya Agra pun turun dan mendekat


"Sindy?.." sindy mendongak menatap orang yang memanggilnya "siapa ya?.." tanya sindy karena ia memang tak mengenali Agra "aku disuruh mama untuk jemput kamu" sindy mengangguk lalu berdiri dan mereka berdua masuk ke dalam mobil "maaf ngerepotin.." ujar sindy dan Agra mengangguk membuat sindy mengerutkan keningnya seharusnya Agra menyangkal ucapan sindy dengan berkata ya tidak apa-apa begitu karena malas memikirkan Agra sindy pun menyibukkan diri dengan handphone nya Setelah sampai rumah sindy turun di susul Agra yang langsung nyelonong masuk ke rumahnya tanpa menghiraukan sindy sebagai tamu


"Sindy? Ayo masuk.." ajak Rini dan sindy pun mengangguk dan masuk lalu duduk di sofa ruang tamu "gimana kabar mama kamu?.." tanya Rini dengan ramah dan sindy tersenyum canggung "baik Tante.." ujar sindy karena mereka baru bertemu untuk pertama kalinya inipun ibunya sindy memaksa katanya Rini ingin bertemu dengan anak sahabatnya itu "kok Tante?.. panggil mama aja" ujar Rini membuat sindy terkejut dan Rini hanya tertawa kecil dan saat itu pula Agra berjalan menuju pintu utama membuat sindy langsung menatap Agra "Agra?.. kamu mau kemana?.." tanya Rini "kantor ma Agra mau ketemu papa" ujar Agra tanpa melihat Rini membuat Rini menggelengkan kepalanya lalu melirik sindy yang masih menatap Agra "bagaimana? Agra tampan kan?.." tanya Rini membuat lamunan sindy buyar "hah?.. apa Tante? Eh.. ma?.." Rini berniat menjodohkan Agra dengan sindy.

__ADS_1


Sekarang Dave dan Violet tengah duduk di kursi taman karena Violet tengah memesan permen kapas tak lama permen kapas pun datang "Vi sebaiknya kamu jangan terlalu banyak makan makanan yang manis itu nggak sehat buat gigi kamu.." Violet memakan permen kapas tersebut dan rasanya enak Violet suka sangking sukanya dan berniat langsung menghabiskan permen kapas itu Violet tak sadar jika permen kapas yang ia makan belepotan kemana-mana dan dengan cepat Dave menarik dagu Violet menciumi permen kapas yang ada di bibir Violet dan Violet diam selintas kepalanya memperlihatkan kejadian serupa "ada apa Vi?" Tanya Dave setelah melepas ciumannya "apakah Dave pernah beliin Vi permen kapas?.. Vi rasa Vi inget sesuatu dan itu tentang permen kapas..." Dave mengangguk "dulu kamu selalu memakan permen kapas Vi.." Violet mengangguk paham lalu melanjutkan makannya Dave berbohong ia tak pernah membelikan Violet permen kapas kecuali hari ini "kenapa ingatan Vi serasa gak ada Vi seakan melupakan semuanya.." Dave melirik Violet yang mulai sedih "aku sudah bilang itu karena kamu jatuh dari tangga kamu melupakan semuanya tapi kamu gak usah khawatir Vi aku selalu ada buat kamu" Violet tersenyum lalu Dave memeluk Violet "Vi ngantuk kayaknya Vi kekenyangan Vi mau tidur.." Dave mengerti ia menggendong violet lalu berjalan menuju mobil lalu mendudukan dan mereka pun melaju menuju mansion


Dave menggendong Violet yang sedang memejamkan matanya ia baru saja masuk ke dalam lift dan lift pun naik setelah itu Dave berjalan menuju pintu yang langsung dibuka oleh Leo lalu Dave membaringkan Violet di ranjang tak lupa dengan kecupan di keningnya Dave pun pergi ke ruang tamu menunggu Violet bangun dengan membaca perkembangan beberapa perusahaannya


__ADS_2