Posesif Daddy

Posesif Daddy
tangis


__ADS_3

Air mata terus menetes meski wajahnya sudah sangat sembab Violet menatap keluar jendela kecil di sampingnya hanya ada awan putih dan pemandangan yang indah tapi pikiran Violet masih penuh dengan Agra dan regan ia tak mau pergi tapi takdir tak bisa ia ubah Dave tidak mungkin melepaskan Violet "Vi?" Panggil Dave di samping Violet dan Violet tak menoleh ia masih setia menatap awan di sana dan Dave meraih tangan Violet ia genggam tangan Violet dan ia menarik dagu Violet agar menatapnya "sudahlah jangan bersedih lagi sekarang ada kakak disini kakak akan selalu bersamamu Vi dan kakak akan selalu mencintaimu" tapi Violet masih meneteskan air matanya Dave mengusap air mata Violet ia mengecup singkat kening Violet "apa nanti kamu mau aku panggilkan anon?.." Tanya Dave dan Violet menggeleng ia tidak mau "nggak kak biarin Vi inget semuanya" Dave menarik tekuk leher violet mencium dan ******* bibir violet "aku tidak mau kamu sakit karena memikirkan mereka" ujar Dave dengan lembut Dave tak ingin Violet selalu memikirkan mereka terutama Agra Dave hanya ingin Violet memikirkannya saja "baiklah Vi gakan mikirin mereka lagi tapi janji jangan panggil anon" Dave mengangguk lalu mengusap puncak kepala Violet "tidurlah Vi kakak tau kamu ngantuk bukan?" Violet menggeleng ia tak mau bisa tidur walaupun matanya memang lengket "jangan buat kakak marah Vi ikuti perintah kakak oke...." Dave mengusap wajah Violet "Vi gak mau kak Vi gak ngantuk" ujar Violet memalingkan wajahnya Dave melirik Violet yang terlihat sangat mengantuk dan Dave yakin sebentar lagi Violet akan tertidur apalagi sudah beberapa jam Violet menangis dan benar dugaan Dave ternyata tak lama setelah itu Violet memejamkan matanya Dave berdiri mengambil selimut lalu menyelimuti Violet ia mengecup singkat kening Violet dan mencubit pelan pipi violet "katanya gak mau tidur tapi malah tidur uhhh.. gemes banget sih vi-nya kakak ini.." Dave mengambil handphonenya ia mencari kontak elice sang kepala pelayan di mansion yang mulai sekarang akan Dave tinggali bersama Violet

__ADS_1


"Siapkan semua dengan sempurna jika Violet ku merasa tidak nyaman disana aku yang akan mematahkan lehermu!..." Dave menutup telpon sepihak ia menyimpan handphonenya di meja kecil di hadapannya sekarang Dave hanya ingin memperhatikan Violet yang tengah tertidur wajahnya terlihat jelas sangat lelah untung saja Dave memaksa Violet untuk naik pesawat pribadinya jika sekarang Violet naik pesawat umum mungkin Violet tidak akan bisa tidur karena berisik inilah Dave tak pernah naik pesawat umum jadi tidak tau kondisi di dalam pesawat umum seperti itu

__ADS_1


elice berbalik menatap para bawahannya "siapkan semua dengan sempurna tuan besar akan kesini hari ini dan jangan buat kesalahan nona Violet adalah tamu utama hari ini!..." semua pelayan mendengarkan dengan baik lalu elice berbalik dan pergi untuk menyiapkan kamar Dave dan Violet 'akhirnya tuan besar pulang' batin elice senang mendengar kepulangan tuan rumah dan jika kalian ingin tau Alice mencintai Dave.

__ADS_1


Regan menatap handphone yang berada dalam gelas lalu Regan mengambilnya mengapa Violet memasukan handphone ke dalam gelas? dan kapan Violet mempunyai handphone? Regan duduk di tepi ranjang Violet ia mencoba menghidupkan handphone tersebut tapi ini pasti sudah lama berendam disana dan Regan yakin handphone ini pemberian dari Dave "kamu dimana Vi" Regan sangat merindukan Violet merindukan teriakan nyaring seorang Violet jika Regan menggoda Violet, Violet akan berteriak dan Regan sangat merindukan itu "Regan?" Panggil alena di luar pintu karena Alena ingin menemani Regan ia tidur di ruang tamu karena regan tidak memperbolehkan Alena tidur di kamar Violet "ada apa?" Tanya Regan dengan wajah yang lelah "istirahat lah Alena aku tau kamu capek" perkataan Regan mengingatkan Alena pada kejadian tadi malam dimana Violet berkata bahwa ia sudah capek dengan semuanya ia sudah lelah menghadapi Dave "Alena?" Panggil Regan karena melihat Alena yang melamun "maaf aku gak tau kalo semuanya akan jadi seperti ini maaf..." Regan tak tega melihat Alena yang hampir menangis ia berdiri dan mendekap Alena ke dalam pelukannya "sudahlah jangan siksa dirimu seperti ini" Regan mengusap punggung Alena dan Alena membalas pelukannya "aku mencintaimu Alena" ujar Regan dan Alena mendongak "tapi~" Regan mengecup singkat bibir Alena dan ini yang pertama untuk mereka berdua Alena sangat terkejut "Violet juga memberi tahumu agar aku tidak membencimu bukan? Dan akan aku penuhi itu sekarang kita akan cari Violet dan membawanya kembali pulang" Regan memeluk kembali Alena dan terlihat senyuman terukir di wajah Alena 'aku sangat beruntung memiliki kamu dan aku sangat bodoh membiarkan Violet pergi' batin Alena lalu menghirup dalam-dalam baju regan yang sangat harum Alena lupa dengan kakaknya ia lupa dengan mayat kakaknya "Regan kakak ku dia masih di mansion Dave!" Ujar Alena mendongak menatap Regan "ayo kita cari petunjuk disana" Alena mengangguk lalu Regan mengambil kunci mobilnya

__ADS_1


__ADS_2