
"nyonya tolong bantu saya tolong agar tuan mau ke kantor besok karena ada rapat penting yang harus tuan datangi..." Ujar leo memohon dan pasti Violet akan membantunya sudah cukup lama Dave menemani Violet sekarang Dave harus bekerja ke kantor
Violet membuka matanya melihat Dave di sampingnya ia ingat apa yang leo katakan padanya sekarang Dave harus berangkat ke kantor "Dave... Bangun..." Violet menggoyang goyangkan tubuh Dave tapi Dave tak kunjung bangun kandungan Violet sudah menginjak delapan bulan tak terasa hanya tinggal hitungan Minggu ia akan melihat buah hatinya lahir "Dave bangun!..." Teriak Violet dan akhirnya Dave pun bangun "emhh.. ada apa?... Kamu mau sesuatu?..." Tanya Dave memejamkan kembali matanya "ya!.. Vi mau Dave berangkat ke kantor kerja disana karena Dave juga harus tanggung jawab sama perusahaan yang Dave bangun..." Dave membuka matanya "malas sayang... Mendingan aku temenin kamu disini..." Ujar Dave manja "nggak... Kalo nggak pergi jangan tidur di kamar tidurnya di luar!.." Dave menatap kaget Violet selama ini sebelum Dave tidur ia selalu minta di kelonin (dipeluk sampai tidur) oleh Violet jika ia tidur di luar siapa yang akan memilikinya hingga tertidur? Leo? Yang benar saja "baiklah..." Dave bangkit dari tidurnya ia berjalan lesu menuju kamar mandi bersiap berangkat ke kantor
__ADS_1
Dave sudah lengkap dengan jasnya hanya saja dasinya yang hanya ia kalungkan di lehernya dan tujuannya memang sudah jelas agar Violet yang membenarkannya Dave duduk di samping Violet yang sudah mengambil nasi untuk mereka berdua "aku pulang siang ya sayang..." Ujar Dave sembari Violet membenarkan dasi yang Dave kenakan "nggak.. beresin dulu baru boleh pulang..." Terlihat wajah kecewa Dave seharusnya ia selalu di samping Violet karena Dave tak ingin sesuatu terjadi pada istri cantiknya ini setelah sarapan Dave pun pergi ke kantor dengan Leo dan Violet kembali masuk ke dalam kamarnya pinggangnya pegal jika ia berdiri ia ingin berbaring
Tok..tok..
__ADS_1
Anne membukakan pintu mobil untuk Violet ia selalu melayani Violet dengan sempurna "silahkan duduk disini nyonya..." Ujar Anne menunjuk kursi di hadapannya dan Violet pun duduk mobil pergi mencari tempat parkir dan Violet mulai melihat-lihat orang berlaku lalang udaranya sangat sejuk mantel yang ia gunakan sangat hangat membuatnya betah disana "nyonya tunggu sebentar saya akan mengambil cemilan nyonya..." Violet mengangguk tanda mengiyakan tapi tak lama Violet mendengar langkah kaki "kenapa cepat sekali Anne.." belum sempat Violet melirik ke belakang seseorang memeluknya dari belakang melingkarkan tangannya pada leher Violet bidikannya masuk ke dalam Indra pendengaran Violet dan lelaki itu pun pergi meninggalkan Violet yang sudah tertidur pulas
polisi mengetuk pintu rumah kediaman caram dimana Violet tengah duduk di sofa menunggu sang ayah yang katanya akan membelikannya makanan kesukaannya Ellen berjalan menuju pintu utama ia kaget dengan dua orang polisi di hadapannya dua polisi tersebut melepas topi mereka "vleyn caram meninggal di tempat akibat kecelakaan yang menimpanya mobilnya terjun ke jurang curam dekat laut" Ellen menutup mulutnya tak percaya dan Violet yang penasaran menghampiri ibunya "ada apa kenapa mama menangis?..." Tanya Violet yang masih berumur lima belas tahun itu dua polisi itu menjelaskannya vleyn hangus terbakar mayatnya sudah menjadi abu kecelakaan ini sangat tragis vleyn berusaha menghindari truk yang oleng karena pengemudinya sedang mabuk Violet menangis janji seorang ayah yang akan pulang membawa makanan kesukaannya telah vleyn ingkari
__ADS_1
Kehidupan baru dimulai saat Ellen mendapatkan cintanya lagi ia menikah tanpa persetujuan Violet dengan bima dan ya Violet mendapatkan cinta seorang ayah kembali dan seorang kakak yang sangat sempurna dimana Regan selalu ada jika Violet memburuhkan tapi semua itu awal dari bencana diamana disanalah Violet bertu Dave orang yang membunuh ibu dan ayah angkatnya yang juga ayah kandungnya sendiri Violet merasakan kehilangan kembali hidupnya hancur ia terduduk lemas kejadian ini sangat cepat dunia berputar sangat cepat lubang hitam di bawah kakinya membesar membuatnya masuk ke dalam pusaran hitam yang begitu dalam ia tak bisa berteriak ia hanya bisa melihat ke atas dimana cahaya itu perlahan lenyap dan semua gelap