
Mereka akhirnya tiba di rumah Hana dan Ana
"Terimakasih Patih Saka dan Randu karena telah berbaik hati mengantar kami sampai di rumah.
Maaf sudah merepotkan."Ucap Hana
"Tidak apa Nona Hana.
Kami senang bisa membantu.
Untuk seminggu Kedepan kami tinggal di rumah sebelah jadi kalau ada apa-apa bisa minta bantuan kami." Ucap saka seolah tak mau pulang dari rumah hana
"Kami pamit masuk kedalam dulu.
Tuan-tuan hati-hati di jalan."ucap ana
Dalam perjalanan pulang kerumah Saka masih senyum-senyum sendiri mengingat ketika tadi dia mendekat ke wajah putri...ahhh seandainya tadi dirinya lebih berani sedikit dan tidak ada adipati Randu mungkin aku boleh mencuri sedikit ciuman dari bibirnya yang merah itu...
Adipati Randu memperhatikan Pangeran
"Pasti lagi mikirin nona Hana nih,
Baru juga berpisah Pangeran sudah begini seperti bibirnya habis di sengat lebah jadi kadang monyong-monyong kadang senyum merekah
Seandainya aku sudah bosan hidup ingin sekali ku siram pakai air wajahnya supaya kembali waras dan sadar bahwa dia seorang Pangeran.
kemana larinya pangeran yang tegas dan berwibawa selama ini?" suara hati Randu
"Randu apa yang kau pikirkan??
Jangan bilang dirimu membayangkan wajah nona hana juga ya??" Tanya pangeran saka melihat serius wajah randu
__ADS_1
"Curhat pangeran,,"
Ucap adipati randu sambil berlari masuk rumah dan menertawai pangeran.
meninggalkan saka yang masih bengong..
"Benar juga ucapan Randu."Gumam Saka
Di kediaman Hana dan ana sedang makan malam karena sore tadi mereka berdua tidak sempat makan akhirnya mereka makan malam juga daripada tidak bisa tidur karena kelaparan.
Setelah selesai makan Putri Hana dan Ana berbincang bincang mengenai kejadian sore tadi.
"Apa yang terjadi sebenarnya Tuan putri hana ? "Tanya ana
"Akupun tidak tau ana,
Seingatku tadi aku di taman bunga lalu tiba tiba ada yang menutup mulutku dengan sapu tangan lalu aku tidak sadarkan diri dan begitu sadar aku sudah ada di kediaman saudara Randu dan ada Patih saka juga?"Jawab Hana
Aku curiga."Tanya ana
"Akupun berpikir yang sama Ana,
Sepertinya kita harus berhati-hati pada mereka.
Siapa lagi yang berencana melakukan hal jahat itu Padaku?
Kita tidak pernah berbuat jahat selama di desa ini.
Hanya pada Awan saja itupun tidak melewati batas.Kurasaaa sh begituuuuu..."Jawab Hana tersenyum
"Baiklah Tuan Putri,
__ADS_1
Istirahatlah dirimu pasti lelah.
Aku akan menyelidiki kedua Pria itu besok bersama para pekerja lain nya.
Untuk kedepan nya kita harus hati-hati tuan putri karena kita hanya berdua dan wanita pula"Jawab ana khawatir
"Tenanglah Ana..Bukankah kemampuan bela diri kita masih sanggup melawan pemuda-pemuda yang berniat jahat pada kita."Jawab Hana mengingatkan
"siap Tuan putri,
Aku bahkan rela mengorbankan nyawa ku untuk melindungi Tuan Putri."Ana
"Sepertinya Patih Saka menyukaiku ana,
Aku akan mendekatinya untuk bisa mengorek informasi dari kerajaan sambara,
Aku harus mengetahui alasan Kerajaan ku di serang dan siapa yang membunuh orang tua ku.
Kita berhutang nyawa pada wanita yang menyelamatkan kita dan menyembunyikan kita disini.
Siapa dan Apa tujuan wanita itu menyelamatkan kita.
Kita harus mencari tahu semuanya!!
Ingat Ana panggil aku Hanaaa..Hana....!!Mengerti???
Jangan sampai seperti tadi kau hampir membuka identitasku."Ucap Hana tegas
"Maaf Hana aku hanya belum terbiasa."Jawab ana merasa bersalah
Mereka berdua pun kembali ke kamar masing-masing karena hari sudah semakin malam, Besok mereka harus bangun Pagi-pagi karena besok mereka akan panen jagung dan pekerja akan datang pagi-pagi sekali.
__ADS_1