Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Menanti Jawaban


__ADS_3

Sudah cukup lama Saka menunggu Hana keluar dari dalam rumah.


Hari sudah beranjak siang.


Akhirnya Pangeran Saka memutuskan pergi mencari Ana agar bisa membantunya menanyakan kepada Hana.


apakah Hana baik-baik saja?


Dilihatnya Ana sedang sibuk di kebun bersama Randu,


Pangeran segera menghampiri ana...


"Yaaaaa ,, yang senang sekali habis piknik berdua Hana!!


Sampai lupa waktu bahwa hari sudah siang dan kami kelaparan menunggu kalian berdua.." ledek Randu


"Diamlah randu!!!Ana bisa aku bicara dengan mu?" Tanya Saka cepat


"Ada apa ini?Sepertinya serius.


Dimana Hana bukan kah tadi kau bersamanya?


Apa yang terjadi?" Tanya Ana mulai khawatir.


Ana memang semalam sudah mengetahui rencana tuan putri mau menikah dengan patih Saka agar bisa membalaskan dendamnya kepada keluarga kerajaan Sambara,


Tapi kenapa Tuan Putrinya malah menghilang?


Bukankah seharusnya Putri pura-pura senang ya?


Apakah patih Saka tidak menyukai Putri Hana?


Tapi mana mungkin?

__ADS_1


Dalam hati Ana terus saja menanyakan ini dan itu.


"Tadi Hana tiba-tiba menangis dan berlari kerumah.


Aku sudah mengejarnya tapi Hana sudah keburu masuk rumah dan belum keluar sampai sekarang." Jawab Saka ikut khawatir


Belum selesai saka bercerita.


Ana sudah lari secepat kilat seperti di kejar setan menuju rumah...


ini lebih seram dari setan yang mengejar karena Tuan Putri menangis kata Patih Saka tadiiii.


Padahal selama 3 Th Mereka bersama di desa ini belum pernah sekalipun Ana melihat Hana menangis.


Ana selalu mati-matian menjaga Tuan Putrinya jangan sampai menjadi wanita lemah dan Terus menangis Karena ana tau airmata tak kan menyelesaikan masalah,


Bukan cuma keluarga Hana yang meninggal akibat peperangan itu.


Padahal di dunia ini hanya kakaknya saja yang dimilikinya ..karena ana dan kakaknya sudah yatim piatu dari kecil.


Ana langsung menerobos masuk ke rumah sambil berteriak "Putri Hana,Putri Hana dimana dirimu??Jangan membuat ku khawatir,Ayo cerita padaku apa yang terjadi". Ucap Ana sambil membuka pintu kamar Hana


Pintu tidak bisa terbuka,ada yang mengganjal.


Rupanya Hana masih duduk di balik pintu.


Hana pun bangun,Membuka pintu lalu memeluk Ana erat-erat.


Hanya Ana yang berarti untuk hidup Putri Hana.


Ana sudah seperti adik,kakak,bahkan orangtua untuk Putri Hana.


Lalu Hana mengajak Ana duduk di tempat tidurnya.

__ADS_1


Hana pun menceritakan semua yang terjadi di kebun bunga dan siapa sebenarnya Saka..


Ana hanya bisa Melotot!!Kaget tepatnya..


Kadang memasang wajah sendu membayangkan apa yang terjadi..lalu dia cuma angguk-angguk kepala tanda mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Tuan Putrinya ini.


"Lalu apa yang akan kau lakukan Tuan Putri?


Apakah kau akan menerima lamaran nya?


Lalu jika kau ke sambara..Apa kau yakin kau tidak akan bertemu dengan wanita yang menyelamatkan kita? "Ucap Ana cemas


"Ana Aku akan tetap menikahi Putra mahkota Saka.


Justru bagus jika dia pangeran aku bisa dengan mudah meracuni mereka sekeluarga.


Tentang wanita yang menolong kita kau tidak perlu khawatir Karena walaupun bertemu dengan ku dia takkan berani membongkar identitas ku karena dia akan di anggap sebagai penghianat kerajaan sambara." Jawab Hana yakin bahwa penolong mereka pastilah hanya seorang prajurit wanita atau dayang di istana sambara


"Baiklah jika kau yakin itu yang terbaik.


Aku selalu mendukungmu dan akan selalu di sisimu.


Kau mengerti kan?"" Tanya Ana


"Ana ikutlah dengan ku ke istana kinandra,Statusmu kan adik ku.


Jangan bilang kau lebih memilih kehidupan tenang di perkebunan ini,


Egoiskah aku jika memaksamu ikut dengan ku lagi?" Tanya Hana dengan wajah memohon


"Tidak..tidak..Tuan Putri tidak egois.


Tanpa tuan putri minta pun aku akan ikut dengan Tuan Putri ke istana kinandra." Jawab Ana tegas

__ADS_1


__ADS_2