
Hana dan Saka kembali ke istana saat hari sudah gelap.
Saka merasa sangat lelah hari ini,,Dirinya tidak terbiasa berada di tempat ramai.
Saka terbiasa menyendiri,Tapi demi melihat wajah bahagia Hana akhirnya Saka merasa lelah nya bukanlah apa-apa.
Hana merasa sepertinya Saka kesal padanya,Terbukti sepanjang perjalanan kembali ke istana saka sama sekali tidak bicara.
"Apa dia marah padaku ya karena memaksanya melihat kembang api dan pulang kemalaman??
Ahhh... biar Saja dia kesal.bukan kah ini yang memang kuinginkan."Gumam hana berlalu menuju kamar mandi
Hana keluar kamar mandi dan melihat Saka sudah tertidur lelap.
Tiba-tiba Saka berteriak "Jangan tinggalkan aku..Jangan tinggalkan aku.Aku takut di sini sendiri....
Saka masih saja bergumam seperti orang ketakutan dengan mata terpejam.
"Apa Saka bermimpi buruk?" gumam Hana
Hana menghampiri Saka dan menyentuh pundaknya,
"Saka bangun,Saka..saka...."Hana setengah berteriak sembari mengguncang bahu Saka
Hening..Saka belum bangun juga tapi sepertinya sudah lebih tenang.
Hana menepuk pelan Pipi Saka..
"Saka bangunlah..Apa kau mimpi buruk?" Ucap Hana berbisik dan Menunduk untuk melihat wajah saka lebih dekat
__ADS_1
Saka tidak membuka matanya,Hanya tangan nya yang menarik Hana
"Hufftttt"Hana terjatuh di atas tubuh Saka dan Saka memeluknya erat
Saka membuka matanya
"Apa yang kau lakukan barusan?Kau mau mencuri pipiku ya saat aku tidur?"
"Siapa yang mau mencuri pipimu?" Tanya Hana masih dalam posisi yang aneh menurutnya
"Tadi kau mengelus-elus pipiku dan aku merasakan hembusan nafasmu di dekat wajahku.
Kau pasti mau mencium pipiku diam-diam ya???
Itu bisa di katakan pencurian!!."Ucap Saka dengan wajah tak berdosa
"Kalau begitu, Kau harus mencuri lebih banyak dariku sayang!!!"ucap Saka lalu dengan cepat ia mengecup bibir istrinya
Bukan nya menjawab Hana hanya bengong dengan wajah penuh pertanyaan dan kening yang sudah mengkerut tanda sedang berpikir keras
"Aku sudah mencuri tubuhmu untuk ku peluk dan aku mencuri bibir mu untuk ku cium.Kalau kau merasa rugi kau boleh mencuri apapun dariku!!" Ucap saka menahan senyum.
Senang sekali bisa menggoda istrinya
Hana tak menjawab, Hanya melepaskan rangkulan Saka dengan Kasar dan berdiri serta memperbaiki penampilan nya yang sedikit berantakan.
"Aku mau makan,Jika kau ingin makan bersamaku! segera bersihkan dirimu!!..Jangan lupa pakai sabun yang banyak!!Tubuhmu bauuuuu.
Tidak pake lama.Kalau Lama akan kuhabiskan semua makan malam yang ada di istana"Ucap Hana ketus dan berlalu meninggalkan kamar
__ADS_1
Saka tertawa kecil sambil berteriak"Kau yakin tidak mau mencuri salah satu bagian tubuhku?? Barangkali kau ingin bibirku???
Aku akan memberikan nya jadi bila rindu kau bisa menciumku di mana saja!!!
Hana mendengar suara Saka dari kamar yang bergema sampai di lorong istana.
Hana hanya melihat semua pengawal dan penjaga istana sedang berusaha menahan senyum demi mendengar ucapan Rajanya barusan
"Dasar Raja mesum" gumam Hana kesal sambil terus berjalan menuju ruang makan.
Saka terlihat murung di kamar,Dirinya sengaja menggoda Hana agar hana lupa dan tidak bertanya tentang mimpinnya barusan.
Sudah lama dirinya tidak ingat kejadian itu,Masa di mana paman nya burya membawanya keluar istana dengan iming-iming Permen kapas dan selalu meninggalkan nya di tengah-tengah keramaian.
Saka yang saat itu masih kecil hanya akan menangis dan menunggu prajurit istana menemukan nya.
Terkadang ia menangis sampai festival berakhir dan menunggu dalam gelap seorang diri.
Ketika ayahnya bertanya kenapa dia bisa keluar istana sendirian??
Paman nya akan berkata bahwa saka yang memaksa keluar istana dan dirinya tidak sengaja kehilangan saka di tengah keramaian atau bahkan lebih parahnya lagi paman mengatakan bahwa Saka yang susah di atur dan suka berlarian kesana kemari dan tidak mau berpegangan pada nya.
Saka sebenarnya sudah lupa kejadian itu.
Tapi hari ini dia bermimpi lagi, Mungkin karena tadi ia memaksaka dirinya berada di tempat ramai dan gelap.
Saat tadi kembali keistana,Saka memang tidak berbicara sama sekali dan hanya berpegangan erat pada Hana.
Saka takut kalau dirinya akan di buang dan di tinggalkan seperti masa kecilnya dulu.
__ADS_1