
Sore harinya Ana menghampiri kediaman Pangeran saka dan adipati randu.
"Salam hormat Pangeran Saka.
Maaf Hamba tidak tau bahwa anda adalah pangeran dari Kerajaan Sambara."Ucap Ana sambil hendak berlutut
"Jangan lakukan itu Ana!!
Kau juga akan menjadi adik ku jika aku menikah dengan Hana.
Sekarang beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Saka
"Dipikirnya aku sudi berlutut pada orang yang telah membuat aku dan Putri Hana menderita?"Suara hati Ana
"Kak Hana tadi menangis karena merasa dirinya yang rakyat biasa mungkin tak pantas bersanding dengan calon Raja kami." Ucap Ana menahan emosi
"Apakah benar itu yang terjadi Ana?
Lalu di mana Hana?" Tanya Saka celingukan mencari keberadaan hana
"Hana ada dirumah,
Sebenarnya Hana ingin memberikan jawaban atas pinangan dari Pangeran tapi karena matanya masih bengkak sehabis menangis jadi Hana malu sehingga di urungkan niatnya untuk kemari.
Kalau Pangeran tidak keberatan maukah Pangeran menghampiri Hana kerumah?
Maafkan hamba yang sudah lancang berani memerintah Pangeran." Ucap Ana
"Rasakan itu,
__ADS_1
Aku takkan mengizinkan tuan putri Hana yang kemari dan seperti mengemis cintamu.
Aku akan membuat mu benar-benar bertekuk lutut pada tuan putri.
Ciiiihhhh , Kau boleh seorang pangeran tapiii lihatlah kerajaan sambara mu itu tidak ada apa-apanya di banding istana Kinandra milik Tuan Putri ku??
Aku kau anggap adik??
Anggaplah seperti itu sebelum pedangku menghunus leher indah mu itu Pangeran.."Suara hati ana
"Tidak apa adik ipar.
Aku akan segera kesana untuk menghampiri Hana.
Justru aku berterimakasih atas informasi yang kau berikan."Ucap pangeran saka semangat.
Ia pun bergegas menghampiri Hana di rumahnya,
"Hana, Bagaimana keadaan mu?"Saka
Hana Pura-pura kaget "Kau mengejutkanku Pangeran Saka,ahh maaf aku lupa memberi hormat.Apa yang telah kulakukan"..berpura-pura ingin memberi hormat dan berlutut dengan gerakan di buat sepelan mungkin.
Belum sempat Hana berlutut pangeran sudah memegang bahu Hana,
"Jangan begini Hana.
Perlakukanlah aku seperti biasa.
Aku mengungkap jati diriku karena aku serius jatuh cinta padamu dan agar tak ada kebohongan lagi di antara kita.
__ADS_1
Bukan karena aku ingin hormat darimu." Ucap Saka meyakinkan
"Kau pikir aku sudi berlutut padamu?
Kau yang harus berlutut padaku dan Ana atas kematian keluarga kami!!
Kau,, tunggulah kehancuran mu dan keluarga mu itu." Suara hati Hana
"Tidak apa pangeran, engkau sebentar lagi menjadi raja aku sungguh senang bisa memberi hormat terlebih dahulu padamu."Ucap hana sambil senyum sinis menghiasi bibirnya
"Tidak Hana,Meskipun diriku calon Raja tapi bagiku wanita ada di tingkatan paling mulia terutama wanita yang ku cintai dan ibunda yang melahirkanku.
Kau tak perlu sungkan dan hormat padaku.
Jadi,, kau mau kan menikah dengan ku?
Aku yang akan menghormatimu selama pernikahan kita dan menjaga mu sampai akhir hayat ku." Tanya Saka
"Tentu aku mau!!
selama orang tuamu setuju aku tidak ada masalah siapapun dirimu.
Karena yang kunikahi dirimu bukanlah gelarmu.
Bukan begitu pangeran."Hana
"Ohh,,Aku bahagia sekali Hana."Ucap saka sambil tidak sadar langsung memeluk Hana
"Aku bahagia juga Pangeran.
__ADS_1
Aku sungguh mencintaimu tak perduli siapapun dirimu."Hana
Yang tidak di sadari pangeran bahwa di dalam hati dan pikiran Putri Hana hanyalah balas dendam nya yang semakin dekat untuk terjadi.