
Awan dan teman-teman nya telah pergi dari kebun hana dan ana sambil mengumpat atas kelakuan ana pada nya.
"Lihat saja aku akan membuat kakak beradik itu bertengkar dan memperebutkan diriku.
menurutku Ana juga lumayan dan sepertinya dia pun suka padaku."Ucap Awan percaya diri
"Hei..
Apa otak mu ikut tertinggal ketika kita lari tadi atau jadi mencair terkena siraman air tadi?
Bagaimana kau bisa mengatakan perempuan segalak ana suka padamu?
Begitukah cara wanita menyukai pria?
Karena kalau seperti itu lebih baik aku menyukai pria saja."Ucap teman awan
"Boleh saja kau menyukai pria asal jangan diriku!
Tapi tolong berfikir bagaimana caranya aku mendekati hana. "awan
"Oh..tidak.Ternyata kau sudah tidak waras Awan karena selama ini selalu gagal mendekati hana.
Jangan kan menarik hatinya untuk mengajaknya berbicara saja kita sudah basah kuyup begini. "ucap teman awan
"Begini saja,
Bukan kah hana sering pergi sendiri ke kebun bunga di sore hari bagaimana kalau kita mendekatinya di sana?
Nanti kumintakan ramuan bius pada Tabib agar kita bisa dekat dengan Hana.
Jika Kita tidak bisa mendekatinya dengan cara baik-baik kita bius saja dan culik hana setelah dia sadar baru kita ajak berbicara.
__ADS_1
bagaimana?" Tanya teman awan yang lain
"Boleh juga idemu,,Ayo mari kita bersiap."awan
Sore harinya awan dan teman-teman nya sedang bersembunyi di kebun bunga menunggu kedatangan putri hana.
"Lihat itu hana...sembunyi-sembunyi di belakang pohon tempat hana akan duduk".perintah awan pada teman-teman nya
"Kau juga sembunyi bodohhh."ucap teman awan pada awan
"O,iya aku lupa."awan
"Dasar bodoh dipelihara.
Untung ayahmu kaya kalau tidak sudah jadi gelandangan di pasar kau."ucap teman awan lagi
"Ayolah apa kalian kemari untuk bertengkar atau menculik hana?" Tanya teman nya yang lain
"Apa yang akan mereka lakukan?" Tanya Pangeran saka pada adipati
"Tidak tau tuan,Tapi sepertinya mereka memperhatikan nona hana.
Mereka mungkin tertarik pada nona hana." Jawab Randu
"Kau masuklah ke rumah lebih dulu dan rapihkan barang-barang kita.
Aku akan memperhatikan mereka terlebih dahulu. Semoga mereka tidak berbuat yang tidak-tidak pada hana karena kalau mereka berani macam-macam aku akan menghukum mereka dengan hukum mati."Jawab saka emosi
"Ininihhh orang jatuh cinta, seenaknya saja mau menghukum mati orang."Suara hati randu
Awan dan teman-temannya sudah bersiap membekap mulut hana dengan saputangan yang telah di beri obat bius.
__ADS_1
Hana yang tidak menyadari masih asik memejamkan mata sambil bersenandung kecil di kebun bunga..
suara semilir angin begitu menenangkan nya
Hingga dia merasa ada seseorang yang membekap mulutnya dan dia tidak sempat melawan,
Penglihatan putri mulai kabur dan dia sudah tak sadarkan diri.
"Ayo kita bawa dia ke rumah kosong yang disana!!" ucap awan sambil menunjuk rumah yang sebenarnya akan di huni Pangeran saka dan adipati Randu.
Awan mengira rumah itu masih kosong karena baru kemaren yang punya rumah menjualnya.
Mereka pun mengangkat tubuh hana, Belum sempat mereka berjalan.
Mereka di kagetkan oleh suara pemuda yang menggelegar dan sepertinya marah pada mereka.
"Hana Mau kalian apakan?"Pangeran Saka
"Oh tidak...kami hanya melihatnya tiba-tiba pingsan dan hendak mengantarnya pulang kerumahnya."Jawab awan terbata-bata
"Sialan dari mana datangnya pemuda ini?
tapi badan nya berotot sekali.
Jangan sampai aku babak belur olehnya, lebih baik aku kabur saja."suara hati awan
"Jauhkan tangan kalian dari nona hana.
Aku yang akan membawa dan mengantarnya pulang.
aku adalah patih dari kerajaan sambara dan akan menjadi tetangga nona hana selama seminggu kedepan sebelum melanjutkan perjalanan ku kembali ke kerajaan kiandra."Jawab Saka cepat sembari mengambil alih tubuh Hana kegendongan nya.
__ADS_1
"Oooh baiklah."ucap awan dan teman-teman nya serempak mereka meninggalkan tempat tersebut sambil mengumpat di hati masing-masing atas kegagalan rencana mereka.