
Putri Hana sudah 3th menjalani kehidupan nya di desa antah berantah jauh dari istana kiandra,
Tepatnya putri bersembunyi dari orang-orang yang menjajah kerajaan nya dan membunuh kedua orangtuanya.
Walau sampai saat ini putri tidak mengerti kenapa kerajaan sambara yang tidak ada masalah apa-apa tiba-tiba menyerang kerajaan kiandra sehingga putri harus menjalani kehidupan sebagai rakyat biasa
Demi bertahan hidup putri hana dan dayangnya ana selama 3th ini berkebun.
Sekarang lahan mereka semakin luas..
Maklum saja dengan kemampuan dan keahlian putri dalam bercocok tanam semua hasil panen mereka berlimpah.
Mereka membeli lahan ini dari tabungan yang di miliki dayangnya ana meskipun sekarang putri lebih menganggap ana sebagai saudaranya karena putri hana bahkan bukan lagi sebagai seorang putri.
Hari ini Hana dan ana pergi kepasar untuk berbelanja keperluan dapur,
Yappp dua wanita ini senang sekali memasak meskipun tidak ada pria yang menunggu dan mencicipi rasa masakan mereka..
mereka tiba-tiba berbalik haluan karena di depan ada awan anak saudagar kaya yang sombongnya selangit tapi tidak pernah berhenti berusaha untuk mengejar hana.
__ADS_1
Karena terburu buru keduanya tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang yang sedang menunggang kuda untung saja kudanya tidak sempat menendang kedua gadis tersebut
"Aaaa!aaaaaaaa" hana dan ana berteriak bersamaan,,
mereka sampai terduduk karena kaget hampir menabrak kuda untung kudanya gak jantungan cuma mungkin bisa budek kalau kedua gadis ini tidak berhenti berteriak..
sang empunya yang tidak lain adalah pangeran saka hanya bisa tersenyum menahan tawanya.
Pangeran tidak menghiraukan keduanya dan pergi begitu saja bersama prajurit-prajuritnya.
Boro boro mau nolongin turun juga tidak dari kudanya hanya senyam senyum sendiri melihat tingkah kedua wanita tersebut.
"Iya hana aku baik-baik saja tidak ada yang terluka.
Bagaimana denganmu?"
(ana sengaja tidak menyebut kata putri karena mereka di tempat ramai)Tanya ana tak kalah panik
"Siapakah pemuda tersebut?
__ADS_1
apakah ia penduduk baru di desa atau hanya sekedar lewat desa untuk menuju istana?" Tanya Hana penasaran
"Sepertinya dia hendak menuju istana jika dilihat dari pakaian dan pengawal yang di milikinya.
O iya Hana sampai kapan kita mau duduk di sini??" Tanya ana menahan tawa
"Hahahhahah aku sampai lupa kita masih duduk di bawah seperti pengemis, jantungku masih kaget karena tadi melihat kuda yang sangat gagah."Ucap Hana sembari tertawa
"Putri...Putri yang dilihat bukan pemuda tampannya malah kudanya..."Ucap ana sambil menepok jidatnya.
Akhirnya mereka berdua bangun dan melanjutkan perjalanan untuk berbelanja kebutuhan harian mereka,,
Tanpa ana sadari sebenarnya putri hana mengingat dan memperhatikan dengan jelas siapa orang berkuda tadi.
Meski putri tidak mengenalnya tapi putri selalu waspada jika ada orang yang terlihat akan menuju atau dari istana kiandra karena dirinya yang terasing ini tidak boleh di ketahui oleh siapapun selain itu sebenarnya putri hana rindu sekali ingin berkuda.
Bukan mereka tak mampu memiliki kuda hanya saja rakyat biasa seperti mereka jika memakai atau memiliki kuda akan mencuri perhatian banyak orang.
Putri hana bahkan rela memotong rambutnya menjadi pendek dan memakai baju kurang layak agar tidak ada yang akan mengenalinya sehingga dia bisa hidup tenang di desa ini.
__ADS_1
Tapi benarkah ini yang di inginkan nya? atau ia harus membalas kematian kedua orangtuanya dan merebut kembali kerajaan nya.