
Hana dan Ana sudah berjalan melewati semak-semak dan tiba di gerbang kecil.
hanya Hana yang tahu keberadaan gerbang itu dan kuncinya.
Hanya dengan melewati gerbang kecil ini mereka akan langsung terhubung dengan dunia luar.
Hana mengetahui keberadaan gerbang kecil ini,Ketika tidak sengaja dirinya mengikuti ibundanya yang sering berada di istana barat dan ternyata ibundanya sering menyelinap menuju pasar melalui gerbang kecil ini.
"ibunda aku merindukanmu..merindukan masa kecilku saat itu!
saat kita terbiasa keluar istana dan menyamar menjadi rakyat biasa,
saat kita berbelanja di pasar tanpa di ketahui ayahanda,
Sungguh pengalaman yang mendebarkan dan membahagiakan."gumam Hana dengan sangat lirih bahkan airmatanya sudah siap menetes
Ana tau apa yang pikirkan Ratunya tersebut sehingga anapun hanya diam saja selama perjalanan mereka di pasar.
Ketika tiba di pasar,Hana dan ana mendengar beberapa pedagang dan pembeli membicarakan Ratu.
Mereka pikir Rakyat dipasar pasti sedang kagum dan memuji Ratu yang dari kaum biasa.
Tapi setelah mereka mendekat dan ikut mengobrol dengan mereka,
Mereka sungguh tidak menyangka bahwa rakyatnya sangat membencin ratu baru yang bahkan belum sehari menjadi Ratu mereka.
"Kalian ada yang tahu,
Bagaimana wajah Ratu kita yang baru?
Apa yang di harapkan Ratu yang dari kelas biasa itu?
Ratu hanya seorang petani sebelumnya bagaimana dirinya bisa memimpin kerajaan sebesar ini.
Apa Raja yang baru terlalu buruk rupa sehingga harus menikahi kaum rakyat jelata?
Apa pendidikan Ratu kita yang baru??
Paling hanya bisa berkebun dan masak!!
__ADS_1
Raja kita yang baru juga masih begitu muda dan bahkan Sebelumnya diakan tinggal di negeri jimran yang asing dan jauh dari kerajaan ini.
Aku tak yakin Raja dan Ratu yang baru akan mampu memimpin kerajaan ini."
ucap pedagang-pedagang itu terus bersahutan satu sama lain nya.
Hana dan Ana hanya saling Pandang,
Lalu mencoba memberanikan diri bertanya pada salah satu pedagang.
"Jadi menurut kalian, mana yang lebih baik? kepemimpinan Pangeran Burya atau Raja dan Ratu kinandra sebelum perang atauuuuu dengan Raja yang baru sekarang?"
Salah satu dari kelompok pedagang itupun menjawab,
"Pada saat Raja burya memimpin tidak ada hal baik yang terjadi,Kematian dan kelaparan merajalela.
Bahkan kebebasan berpendapatpun tidak ada,Siapa yang berani mengusiknya langsung di tembak mati.
Berbeda sekali dengan Raja dan Ratu terdahulu yang sangat mencintai rakyatnya hanya kekurangannya karena mereka tidak memiliki putra mahkota untuk melanjutkan tahta kerajaan."
"Bukan kah mereka punya Putri Mahkota ?? "Tanya Hana cepat
Putri itu bahkan tak pernah kelihatan wajahnya baik di dalam atau di luar istana.
Entah karena ia memiliki wajah yang buruk rupa atau terlalu sombong untuk menunjukkan dirinya pada dunia.
Apa yang di harapkan pada putri seperti itu??
Bahkan ketika Pangeran Burya datang untuk melamarnya,Putri itu langsung menolak tanpa memikirkan nasib rakyat dan orangtuanya.
Lihat akibat yang Putri itu lakukan?
Orangtuanya terbunuh dan dirinya sendiri pun mati terbakar.
Tidak selesai sampai di situ,Rakyat pun terkena imbasnya selama di bawah kepemimpinan pangeran Burya kami semua sengsara.
Itulah yang hanya dapat di lakukan putri maktota tersebut setelah lama bersembunyi..
Jika tahu akan terjadi seperti itu,Seharusnya putri itu terus saja bersembunyi sampai ajal menjemputnya.
__ADS_1
Kenapa dia harus menampakkan diri pada pangeran Burya lalu menolak lamaran nya?"
Pedagang itu terus saja mengoceh
Sementara Hana sudah tidak sanggup lagi berdiri tegak,Airmatanya sudah mengalir.
Ana menyadari itu dan langsung memaki para pedagang yang sedang berkerumun itu,
"Kalian sembarangan sekali berbicara?
Jika kalian tidak tahu apa-apa tentang putri mahkota,Bagaimana kalian bisa berucap yang tidak-tidak?
Kalian tidak tahu,siapa yang kalian ajak berbicara??!!!!"
Ucap ana dengan penuh emosi
"Pedagang-pedagang itu hanya menjawab acuh,
Paling Kalian anak-anak saudagar dari desa yang baru sekali ke ibukota.
Semua yang di ibukota ini tahu bagaimana perangai putri mahkota itu saat masih hidup."Ucap mereka meninggalkan Hana dan Ana begitu Saja
Iklan
Author mau minta maaf ya,Kalau banyak kata-kata yang mungkin salah pengucapan nya atau kurang di mengerti pembaca.
Mohon di maklumi karena biasanya Author cuma mendongeng untuk putri author sebelum tidur.
Walau gak sempet like atau comment author tetap
Terimakasih karena telah membaca karya pertama author.
Untuk semua pejuang Rupiah yang saat ini harus diam di rumah karena covid 19, tetap semangat.
Untuk Para ibu rumah tangga yang berjuang mencari rupiah sendiri,lebih semangat lagi ya.
Semoga kita segera bisa beraktifitas kembali dengan normal.
Maaf iklan kepanjangan.
__ADS_1