
Seminggu telah berlalu.
Ana setuju untuk tidak menikah dengan Raja burya karena sebenarnya dirinya merasa berat harus menikahi Raja Iblis itu.
Ana pun setuju jika Randu yang akan menjadi pengawalnya selama proses meracuni dan melumpuhkan Raja Burya.
Sebelum berangkat Ana memberitahukan Hana agar berhati - hati dan mengatakan bahwa Raja Saka yang tak lain adalah suaminya mengetahui bahwa Hana adalah Putri dari kerajaan kinandra ini.
Ana tau dirinya sudah berjanji pada Raja Saka untuk tak memberi tahu Hana tapi Saka lupa bahwa mereka berdua adalah orang yang selamat bersama dari kematian dan takkan ada kebohongan di antara keduanya.
Hana demi melindungi ana akhirnya berpura-pura di depan saka dan bersikap seperti biasanya.
Meskipun sebenarnya Hana Takut tapi Hana ingat dirinya dan Ana Jago bela diri jadi jika terjadi sesuatu pada keduanya maka keduanya akan bertempur melawan pasukan istana lalu kabur dan hidup di mana saja.
Selama Aku dan Ana bersama maka semua akan baik-baik saja.begitulah pikir Hana
"Ayo masuklah,Diluar dingin." Ucap Saka Pada Hana sembari merangkul istrinya itu masuk kedalam istana.
Keduanya habis mengantar kepergian Ana dan Randu di gerbang utama.
"Aku bisa sendiri" Ucap Hana menepis tangan Saka.
"Aku yang tidak bisa sendiri " ucap saka sembari memeluk istrinya kuat.
Jika tadi di rangkul saja tidak mau apalagi sekarang di peluk.
Hana sudah meronta minta di lepaskan tapi saka malah tertawa dan berbisik
"Diamlah atau kau mau ku gendong dan kucium habis-habisan dari sini sampai masuk istana utama dan menjadi tontonan semua pelayan"
"Dihhh ngancem..."Ucap Hana mencebikkan bibirnya.
Saka lalu menggendong Hana tak perduli yang di gendong teriak-teriak minta di turunkan.
Saat tiba di Ruanga Saka,Saka lalu menurunkan Hana dan memangkunya duduk di Singasana kerajaaan.
"Hana.. apa kau ingin menjadi Ratu??" Tanya Saka serius.
"Apa maksudmu??? Bukan kah saat ini aku memang Ratu???" Tanya Hana bingung
"Ratu dalam arti yang sesungguhnya sayang,Aku akan melepaskan tahta kerajaan dan kau bisa memimpin negeri ini.
__ADS_1
Kau tahukan bahwa ana memiliki Ramuan yang dapat melumpuhkan orang.
Kau bisa memberinya padaku dan saat aku lumpuh kau bisa mempimpin negeri ini sendiri dan mengasingkan ku ke desa antah berantah."Ucap Saka serius
"Raja bercandamu tidak lucu" Ucap Hana waswas
"Aku serius sayang,Ini hanya sebuah tahta kerajaan.Kau tahu???
Nyawapun akan ku berikan padamu asal kau berjanji akan menjadi Janda seumur hidup dan Hidup sendiri memerintah negeri ini maka aku akan mati dengan tenang." Ucap Raja Saka masih dengan wajah tenangnya sembari memainkan rambut Hana.
"Raja Mudah sekali kau berbicara, kau pikir dengan kematian mu aku akan senang??" Tanya Hana
"Mungkin kau tidak senang tapi setidaknya kau tidak lagi hidup dalam kebencian." Ucap Saka sembari mendudukkan Hana di Singasana dan hendak berlalu meninggalkan Hana.
Belum sempat Saka berdiri,Hana sudah duduk lagi di pangkuan nya dan menatap dalam ke mata Saka.
Hana masih berharap ada kebohongan di sana.
"Raja sebenarnya apa niat mu membantuku dan Ana membalas dendam??" Tanya Hana
"Aku ingin membuatmu bahagia dan menebus dosa keluargaku padamu.Bagaimanapun juga Raja Burya adalah pamanku yang berarti dia keluargaku."Jawab Saka
"Kau tidak membenci pamanmu??Aku tau dari ana bahwa dulu paman mu sering sekali berniat membunuhmu" Tanya Hana
Aku mengungsi ke negeri Jimran dan tak pernah berniat kembali karena aku tak ingin menjadi Raja.
Aku berharap ayah akan memberikan tahtanya pada Pamanku burya dan merubah pamanku menjadi lebih baik.
Sampai aku mendengar pamanku menghanguskan satu keluarga kerajaan kinandra dan aku akhirnya memutuskan untuk kembali.
Pamanku sudah menyakiti orang lain dan aku tidak bisa menerima itu.
Selama dia menyakitiku aku masih memaafkan karena kami keluarga tapi sekarang aku berpikir paman harus di sadarkan dari ketamakan nya akan kekuasaan agar tak ada lagi orang yang terluka karena nya." Jawab Saka panjang lebar agar istrinya ini mengerti apa tujuannya membantu mereka berdua.
Hana hanya menatap Suami yang semula di bencinya itu tak percaya.
Hana berpikir suaminya ini kelewat baik atau bodoh sebenarnya.
"Sayang jadilah Ratu negeri ini,Kau tahukan rakyat menderita semenjak kepemimpinan paman dan diriku!!
Aku tahu negeri ini memiliki tambang permata dan hanya dirimu yang tahu dimana letaknya.
__ADS_1
Jangan mengampuni diriku dan keluarga ku tapi ampuni lah rakyatmu.
Mereka hanya rakyat lemah dan sudah banyak yang mati kelaparan selama ini." Ucap Saka sambil membelai rambut istrinya
"Aku baru saja percaya padamu!! sekarang kau malah meminta aku memberi tahu di mana tambang permata itu.
Aku takkan memberi tahumu sebelum ana menguasai Kerajaan sambara." Ucap ana tegas.
"Sayang kau tak perlu menunggu Ana menguasai kerajaan sambara" Ucap Saka terhenti sembari mengambil minum di sebelah tempat duduknya dan langsung meneguknya
"Kau tahu ramuan yang kuminum ini ramuan yang dimiliki ana dan akan membuat semua tubuhku lumpuh perlahan.
Aku sudah meminumnya seminggu ini,Mungkin malam nanti aku sudah tak bisa bicara apapun padamu.
Berjanjilah sayang kau akan menjadi Ratu yang bijaksana dan memimpin kerajaan ini dengan baik.
Kasihani rakyatmu karena jika mereka menunggu lebih lama lagi maka akan semakin banyak rakyat yang meninggal karena kelaparan.
Jadilah Ratu yang mementingkan kepentingan rakyatmu di atas kepentingan hidupmu." Ucap Saka Sebelum tangan nya yang berada di kepala hana terjatuh di pangkuan nya.
Sepertinya Ramuan yang di mintanya pada ana seminggu lalu telah berhasil membuat tubuhnya lumpuh perlahan.
Hana kaget mendengar apa yang di katakan suaminya dan melihat tangan Saka yang menjadi lemah membuatnya makin ketakutan.
"Sayang kenapa kau melakukan ini padaku ?? " Ucap Hana sudah menangis.
"Tidak..bukan begini yang ku inginkan.
Saka jawab aku" Hana berteriak kesal
Tapi Saka hanya tersenyum dengan gerakan aneh di bibirnya.
""Apaa yang harus kulakukan.."
Hana sudah menangis keras sembari memeluk suaminya.
Suami yang memiliki kebesaran hati dan kesabaran yang luas.
Kemana lagi dirinya bisa menemukan pria seperti saka.
"Ampuni Aku dewa,Doaku selama ini tidak bersungguh sungguh."
__ADS_1
Hana lalu berlari meninggalkan Saka untuk mencari ibu suri dan berharap ibu suri dapat menyembuhkan Saka..
Semoga Saja