
Pangeran saka membawa Hana kerumah yang akan di tempati Pangeran dan Adipati seminggu kedepan.
"Ada apa dengan nona Hana Yang Mulia Pangeran?"Tanya adipati Randu
"Randu!! Bukankah sudah kuingatkan panggil aku Tuan patih saka.
Hana pingsan sepertinya di kerjai oleh pemuda-pemuda tadi."ucap Saka sambil mendekatkan hidungnya ke dekat bibir Hana
"Maaf tuan patih saka saya lupa."randu
"Apa yang akan di lakukan pangeran???
Jangan bilang dia mau mencium nona ini saat dia pingsan?ahhh tidak mungkin,,
Pantas saja pangeran mau menikahi nona ini meski rakyat jelata ternyata dia sangat cantik dan anggun."suara hati randu
"Hei, Apa yang kau lamunkan cepat bantu aku buka pintunya. Meskipun ini wanita cantik tetap saja kan berat..."Canda saka
"Padahal Tuan Patih Saka suka kan berlama-lama seperti itu," Ucap adipati Randu sambil membukakan pintu
"Tau saja kau, Jantungku seperti mau lepas ini.kapan aku benar-benar bisa memilikinya randu?"Saka
"Kapanpun waktu yang anda inginkan tuan,
__ADS_1
sebenarnya kita katakan saja bahwa tuanlah yang akan menjadi raja di kerajaan kiandra ini.
Tentu nona ini akan mau,siapa yang bisa menolak calon rajanya sendiri?
Pangeran saja mau memilih cara susah untuk mendekatinya.
Padahal Tinggal bilang"Maukah kau menikah dengan ku dan menjadi ratu serta hidup bersamaku di istana kiandra?" Sambil berlutut adipati randu menirukan gaya orang melamar
"Pasti dia akan angguk-angguk kepala" Ucap Randu
"Sudah bicaranya randu..lebih baik kau ambilkan air hangat dan handuk untuk mengelap bibir dan hidungnya yang terkena obat bius tadi dari pada kau semakin halu saja di sana."saka
"Apakah tidak perlu panggil tabib tuan?"Randu
"Tidak perlu ini obat bius ringan,Pasti sebentar lagi dia akan sadar."saka
"Randu telingaku masih baik-baik saja untuk mendengar semua ucapan mu,
kau ingin ku hukum pancung agar tidak bisa banyak berbicara lagi.
Satu saja adipati sepertimu lagi ada di dunia ini sudah kubakar hangus dirimu."Saka
"Ampun Tuan patih saka,Saya belum menikah.
__ADS_1
Belum menikmati nikmatnya dunia."Randu
Memang Randu dan saka dari kecil bersama Sehingga mereka sudah seperti sahabat baik.
Hingga usia 15 Th Pangeran Saka pergi ke negeri jimran untuk belajar dan tidak pernah kembali.
Belum sempat mereka melepas rindu.
Pagi pagi tadi sudah di ajak berkuda sampai ke desa antah berantah ini.
"Kemarikan air hangat dan handuk itu!
Sampai kapan kau ingin memeluknya?
Dasar jomblo abadi."Ujar saka meledek Randu
"Ohhh maaf tuan,Ini." Ucap Adipati randu sambil menyerahkan handuk dan air hangat yang di bawanya
Pangeran Saka mulai mengelap bibir dan hidung Hana sambil berdoa dalam hati semoga saja jantung dan hatinya ini tidak keluar dan meneriakkan kata cinta keras-keras sepertinya hanya memandanginya saja bisa membuat gigi dan semua rambutku mau rontok karena gemetar.
Lalu tuan Saka memberanikan diri ingin menepuk pelan pipi Hana untuk membangunkan nya, Belum sempat tangan nya menyentuh pipi mulus milik hana.
Mata hana sudah mulai terbuka.
__ADS_1
Hana pun otomatis teriak dan memukul tangan tuan Saka yang sudah di dekat wajahnya..
"Apa yang ingin Kau lakukan???!!!!!!"Teriak Hana kaget