
Raja burya mengizinkan mereka berdua menginap di istana sambara dengan syarat Adipati Randu tidur di ujung lorong yaitu kamar khusus pelayan dan putri ana di Kamar sebelah Raja Burya karena walau bagaimanapun ana adalah keluarga kerajaan jadi harus mendapat perlakuan istimewa.
Ana di antar ke kamar oleh pelayan kerajaan.
Selesai mandi ana hendak bersiap tidur tapi terdengar suara perutnya yang meminta jatah makan malam.
"Bagaimana ini??
Aku tidak tau di mana kamar Randu??
Apakah tidak apa jika aku minta di bawakan makan malam oleh pelayan istana??"
Saat ana sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri tiba -tiba terdengar suara ketukan di pintu.
"Siapa?" Tanya ana sembari berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
Betapa terkejut dirinya saat melihat Raja burya berdiri di depan kamarnya.
"Aku hendak mengajakmu makan malam,Apakah dirimu bersedia nona?? " Ucap Raja Burya Sopan
"Tentu saja jika tidak merepotkan,kebetulan aku lapar sekali." Ucap ana santai karena sepertinya Raja burya tidak mengingat siapa dirinya.
"Dasar orang miskin yang selalu kelaparan"
"Tentu tidak merepotkan,Mari kita ke ruang makan" Ucap Burya berpura-pura sopan
Mereka jalan bersisian menuju ruang makan dan saat tiba di ruang makan ana tidak melihat adipati randu di ruangan itu.
"Raja,Dimana adipati Randu?" tanya ana karena pasti randu juga belum makan malam
"Duduklah nona,Kau lupa kalau Randu hanyalah seorang pelayan dan meski berstatus sebagai adipati dia tetap berbeda kasta dengan kita.Mengerti nona?" Ucap burya mengingatkan
Ana diam saja lalu duduk untuk makan malam.
"apakah kakakmu bahagia menikah dengan keponakan ku?"Tanya burya
"Tentu saja" Jawab ana cepat
__ADS_1
"Tapi bukankah rakyat kerajaan kinandra tidak menerima kakakmu sebagai Ratu?" tanya burya basa basi
"Mereka hanya belum mengenal kakak ku dengan baik" ana
"Mungkin lebih baik jika kalian dari kalangan bangsawan, Apa dirimu tidak ingin seperti kakakmu??" Tanya Burya
"apa maksudmu yang mulia???" Tanya ana bingung
"Maksudku seperti kakakmu yang menikahi seorang Raja dan menikmati menjadi ratu di istana."Jawab burya sembari menggenggam tangan ana.
Ana cepat menepis tangan Raja burya sembari berucap "maaf yang mulia hamba tidak tertarik"
"Kenapa cepat sekali menolak ana,Bukankah kau iri pada kehidupan kakakmu Hana??
Aki yakin kau pergi dari istana kinandra karena cemburu pada status sosial Hana.
Coba lihat Kau lebih muda dan pasti lebih cantik dari kakakmu.
Mengaku saja kau iri,
Aku akan dengan senang hati menjadikanmu permaisuriku asal dengan syarat kau mau bersatu bersamaku untuk merebut kembali kerajaan kinandra" Ucap Burya tegas
Aku sedang berjalan-jalan saja dan tidak ada niat untuk mencari jodoh di negeri sambara ini." Ucap ana masih sopan
"Kau jangan pura-pura bodoh sayang,Aku yakin kau kemari untuk menggodaku" Ucap Burya sembari mendekatkan wajahnya pada wajah ana
"Kau tau,Akulah yang seharusnya menjadi Raja kerajaan kinandra karena aku yang bersusah payah untuk memiliki kerajaan itu.
Kalau Satu keluarga kerajaan terdahulu saja dapat dengan mudah kumusnahkan maka akan mudah untuk ku memusnahkan kembali Raja yang sekarang ⅚dan saat aku mempimpin negeri kinandra kau akan menjadi pemimpin kerajaan sambara ini,Bagaimana??bukankah menggiurkan"Bisik raja burya
Ana tersentak kaget,Apa maksud dari Raja ini.
"Maaf yang mulia,Aku kurang mengerti? Ucap ana
"Kau tidak perlu mengerti urusan kerajaan, tugasmu hanya bekerja sama dengan ku maka kita akan menguasai dua kerajaan."Ucap burya santai
"Maaf yang mulia,Bagaimana bisa yang mulia berhasil memusnahkan keluarga kerajaan kinandra ??" Tanya ana
__ADS_1
"Apa kau bersedia bekerja sama denganku??" Tanya burya lagi
" Tentu aku bersedia jika benar dirimu yang menghabisi keluarga kerajaan kinandra.
Bukankah itu artinya kau orang yang sangat berkuasa?
Tentu aku tak akan menolak tawaran menggiurkan ini." Ucap ana
"Bagaimana jika kita merayakan kerjasama kita ini,Di kamarku tentunya..."Bisik burya semakin menggoda ana
"Baiklah" Ucap ana
Begitu masuk ke kamar Raja burya langsung melahap bibir ana habis-habisan,rupanya dirinya telah lama merindukan belaian wanita.
Ana berusaha mengimbangi sambil otaknya terus berpikir bagaimana cara menolak halus ajakan tidur raja burya tanpa membuat nya curiga.
Saat tangan Raja burya mulai menjelajah di balik bajunya,Ana menggenggam tangan raja dan menghentikan kegiatan Raja tersebut.
"Maaf yang mulia,Hamba sedang datang bulan" Ucap ana cepat menghentikan semua gerakan Raja
"Apa??" Ucap Raja tak percaya padahal saat ini hasrat nya tengah menggebu
"Maaf kan Hamba yang mulia,Hamba akan memuaskan Baginda dengan tangan hamba tapi dengan syarat yang mulia mau menceritakan peristiwa penyerangan kerajaan kinandra 3 tahun lalu" Ucap ana sembari menggoda
"Baiklah " ucap Burya
Dan malam itu menjadi malam yang panjang untuk Raja burya dan adik ipar keponakan nya tersebut.
Semuanya di ceritakan Burya di mulai dari Fitnahnya pada Raja kinandra dan membuat kakaknya tidak mempercayai Raja kinandra lagi sehingga Raja Turya memerintahkan nya untuk mencari tau kebenaran tapi malah kesempatan itu di pakai Burya untuk menghabisi keluarga kerajaan kinandra termasuk saat dirinya membunuh para ksatria kerajaan kinandra yang tak lain adalah kakak kandung ana satu-satunya pun lolos begitu saja dari mulut Burya.
Dirinya tidak menyadari perubahan wajah ana,Ana sudah siap dengan pisau kecil nya untuk memotong nadi pria di depan nya ini.
Tapi jika dia langsung membunuh pria ini maka pria ini tidak akan mengalami rasa sakit yang dirasakan ana saat ini.
Tunggulah Waktunya Raja burya, Aku akan mencabik-cabik seluruh tubuhmu dan akan kubuat sepanjang hidupmu dalam kesengsaraan.
Bahkan kau akan memilih jalan kematian mu sendiri.
__ADS_1
Janji ana pada dirinya.