
Tidak Terasa sudah 5 hari Pangeran mendekati putri hana.
Waktu yang tersisa semakin sedikit tapi untuk menyatakan cinta saja pangeran belum berani.
"Apa yang harus kukatakan ya Randu?" Tanya Saka
"Katakan apa pangeran?
Katakan pada siapa?
Kau sedang bertanya padaku atau pada hembusan angin sih???" Tanya Randu bingung
"Aku bertanya pada diriku sendiri!!Puassss???"Jawab Saka kesal
"Lagian tidak ada angin..Tidak ada hujan pangeran bertanya.Nanggung pula pertanyaan nya!!
Seperti sepeda tanpa Ban..Tegak bisa,Jalan gak bisa." Jawab Randu makin asal
"Aku bertanya ;
Bagaimana caranya aku menyatakan cinta pada Hana dan memberitahunya identitas ku yang sebenarnya?"Ucap Saka mulai emosi
"Ya tinggal di ucapkan saja lah lewat bibir tuaaaaan,
Caranya buka bibir atas dan bawah tuan lalu bicaralah seperti biasanya."Jawab Randu sambil sedikit emosi
"Dasar,Ulekan sambel. Keras doang peka kagak!!"Ucap Saka marah
"Lalu,,Terus,,Maksud Pangeran apa sebenarnya?" Tanya Randu makin bingung
"Kau sepertinya bosan hidup adipati!!!
Mau ku gantung di pohon tomatnya hana yang ada di perkebunan??
Tapi jangan,,,Nanti kasian Hana kalau lihat jasadmu yang menyeramkan mati di kebun nya..
__ADS_1
Cari cara lain saja untuk membunuhmu.
Ayo pikirkan bagaimana caranya membunuh dirimu?" Tanya Saka makin ngawur
"Dasar Pangeran sinting,
Aku di suruh menentukan sendiri hukuman ku...
Hmmm,Apa ya kira-kira?
Bolehkah aku memikirkan nya hari ini?
Besok baru aku akan mengabari bagaimana caranya aku akan mati." Jawab Randu serius
"Aku serius adipati!!
Bagaimana caraku untuk menyatakan cinta pada Hana?
Bagaimana caraku menjelaskan siapa diriku sebenarnya?" Ucap Saka sembari mengepalkan tangan
seperti ini "Hana sebenarnya aku adalah pangeran di kerajaan sambara dan sebentar lagi akan menjadi Raja di kerajaan Kinandra.
Kenapa aku memberitahumu siapa diriku sebenarnya adalah karena aku telah jatuh hati padamu di awal kita jumpa". Mudah kan Pangeran." Jawab Randu kabur sebelom kena bogem mentah Saka
"Susah bertanya pada orang yang belum pernah jatuh cinta."Ucap saka
"Tapi ada benarnya juga ucapan adipati randu.
Aku harus mengungkapkan siapa diriku besok pada Hana dan memintanya untuk menjadi permaisuriku di istana kinandra.
Semoga saja dia menerimaku."Suara hati saka
Di kediaman Hana
"Ana aku semakin yakin kalau patih itu suka padaku.
__ADS_1
Ini kesempatan ku untuk bisa masuk ke istana kinandra kembali dan bisa mencari tau kejadian yang sebenarnya tentang keluargaku,Bagaimana menurutmu? " Tanya Hana
"Apakah Tuan Putri yakin tidak ada yang mengenali Tuan Putri kecuali wanita yang menolong kita waktu itu?
Aku takut Tuan Putri berada dalam bahaya Jika berada di istana kinandra." Tanya ana cemas
"Aku akan berhati-hati ana.
Jika besok patih Saka belum juga mengatakan cinta kepadaku maka aku yang akan semakin aktif mendekatinya Karena hanya tersisa dua hari ia ada di desa ini." Jawab Hana menyemangati dirinya sendiri
"Aku selalu mendukungmu Tuan Putri..
Walau aku tau ini berbahaya tapi pasti dendam mu lebih besar dari rasa takutmu." Ucap Ana
"Baiklah ana..
Hari sudah malam sebaiknya kita segera tidur.
Terimakasih karena dirimu selalu berada di sisiku meski aku bukan lagi Tuan Putri di istana kinandra.
Kalau bukan karena dirimu aku tidak yakin sanggup untuk melanjutkan hidup ku." Ucap Hana berterimakasih
"Jangan bicara seperti itu Tuan putri!!
Mari kita segera istirahat dan semoga kebahagiaan akan kembali kau miliki Tuan Putri."Jawab ana sedih
Mereka pun masuk ke kamar masing-masing.
Hana tak bisa langsung tidur.
Dirinya masih sangat merindukan kedua orangtuanya.
Sering di malam hari ia terisak sendiri.
Putri tidak mau semakin membuat ana khawatir jika tahu bahwa dirinya masihlah belum sanggup menerima keadaan hidup yang kini dirinya jalani.
__ADS_1