Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Masuk Dalam Pikiran Dan Hatiku


__ADS_3

Hana dan ana telah selesai belanja,tidak terasa hari menjelang sore ketika keduanya tiba di rumah.


Keduanya lalu bergegas mandi dan dayang ana pun bergegas menyiapkan makanan mengingat mereka tidak sempat makan siang karena terlalu asik berbelanja.


Dayang ana telah selesai menyiapkan makan sore sekaligus makan malam untuknya dan putri hana,iya.. keduanya kompak tidak pernah makan lewat jam 5 sore(kira-kira ya dulunya kan ceritanya gak ada jam) maklum takut gemuk..


"Tuan putri hana makanan sudah tersedia."Ucap ana


"baiklah ana mari kita makan,,


Bukan kah sudah kukatakan berapa kali untuk hanya memanggil ku hana saja."Ucap hana sedikit marah


"Maaf tuan putri saya masih belum mampu dan saya masih menganggap anda tuan putri yang harus selalu saya hormati." Jawab ana


Mereka pun akhirnya makan dalam diam.


Menjelang malam sekitar pukul 19.00 (zaman dulu jam segitu udh malem banget ya,,jadi jangan protes) putri hana dan dayang ana sudah di dalam kamar masing-masing bersiap untuk tidur.


"Siapa gerangan pemuda tadi?


Aku belum pernah melihatnya baik di kerajaan kiandra ataupun kerajaan sekitar,


Wajahnya mengingatkan ku pada Raja Turya tapiii ahh sudahlah aku masih harus mencari tau mengapa kerajaan sambara menyerang kerajaan ku.."gumam hana sendiri


Di kamar sebelah


"Kasian tuan putriku hana,


Ketika putri kerajaan lain di usia seperti tuan putri sudah menikah dan menemukan pangeran yang cocok tuan putri malah bercocok tanam di desa ini.


Apakah mungkin ada pemuda di desa ini yang akan cocok bersanding dengan tuan putri atauuuuu kubiarkan saja tuan putri menyendiri seumur hidup.."Gumam ana galau memikirkan nasib tuan putrinya

__ADS_1


Di kerajaan kiandra


"Siapakah gerangan wanita tadi?


kulitnya sangat mulus dan tubuhnya proporsional sekali.


Wajahnya yang cantik jelita masih terbayang jelas di ingatan ku...argggghh kenapa tadi aku tidak turun dan membantunya ya?


Tapi aku gugup sekali tadi..ahhh hatiku kenapa aku senang sekali walau hanya membayangkan nya.


Bagaimana jika aku menikahi wanita tadi saja ya???


Apa ayah akan setuju kalau aku mendekati rakyat di negara kiandra ini.


Aku ingin sekali menikah dengan rakyat biasa sehingga tidak manja seperti putri-putri dari kerajaan-kerajaan.


Tapi apakah mungkin?


Mengingat dirinya yang sebentar lagi akan menjadi Raja kerajaan kiandra.


Keesokan harinya pangeran saka hendak kembali ke kerajaan sambara karena di kerajaan kiandra hanya ada pamannya Pangeran burya,


Padahal saka sengaja begitu pulang dari negeri jimran langsung ke kerajaan kiandra berharap ayahanda dan ibundanya ada di kerajaan kiandra.


Pangeran saka melewati kembali desa yang kemaren mempertemukan nya dengan wanita yang mengganggu hati dan pikiran nya semalaman.


Pangeran sungguh berharap bisa bertemu kembali..tapi apakah mungkin?


(pangeran aja ragu apalagi author ya)


Di tempat lain..

__ADS_1


Putri hana dan ana sedang di kebun.


Mereka sedang memperhatikan para buruh memetik sayuran dari kebunnya untuk di bawa ke pasar.


Mereka di kejutkan oleh suara kaki kuda yang di tunggangi beberapa pria tapiiiii bukankah itu pria yang menabrak mereka berdua kemarin...


"Hei perhatikan langkah kaki kudamu tuan jangan sampai merusak sayuran ku.


Oalah malah kudanya sudah memakan sayuran ku...hushhh..hushh..


Semoga saja tuan nya tidak rakus seperti kudanya" Sindir dayang ana keras


"Heiiiii..perhatikan ucapanmu nona!!


Anda tidak tau siapa tuan yang sedang anda ajak bicara dia adalah.."Prajurit itupun berhenti bicara ketika melihat pangeran saka tengah melotot kepadanya.


"Ada perlu apakah gerangan tuan-tuan ini melintasi desa ini?


Maaf bukan bermaksud kurang ajar tapi adakah sesuatu yang tuan sedang cari?" Tanya putri hana lemah lembut


"Apakah kau pemilik perkebunan ini?


sayuran di sini sangat hijau dan segar serta buahnya besar-besar?


Apakah kau sendiri yang menanamnya?


Memang kau tau cara menggunakan alat itu? "Tanya pangeran sambil menunjuk ke alat untuk bercocok tanam anggep aja cangkul ya..


"Apa ini kenapa diriku malah menanyakan hal yang tidak penting,,


hei tanyakan siapa namanya."suara hati saka

__ADS_1


"Kenapa ini,Kenapa tuan ini bertanya hal bodoh.


Jelas saja kami berdua yang punya perkebunan ini memangnya dia berharap siapa yang punya perkebunan ini".suara hati hana


__ADS_2