
Randu bergegas menuju istana kinandra saat bangun pagi itu dan mendapati pesan dari ana di depan pintu kamarnya.
Saat Randu tiba di istana kinandra terlihat dari kejauhan Raja Saka sudah menunggunya.
Balum juga dirinya turun dari kuda Saka sudah berteriak
"Dari mana saja dirimu adipati Randu,Aku mengirimmu untuk mengawasi ana tapi ana sudah tiba disini dari kemarin dan dirimu baru sampai saat ini????" Tanya Saka kesal
"Aku..
"Kau pasti ketiduran kan???? " Tanya saka sudah bertanya lagi sebelum Randu selesai menjawab.
Randu tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya dalam- dalam karena dirinya sadar akan kesalahan nya.
"Randu kau bisu???" Tanya saka semakin kesal karena tidak mendapatkan jawaban apa - apa dari adipati yang sekaligus sahabat nya ini
"Bisakah kita berbicara di dalam istana yang mulia,,Ini masih di depan gerbang dan banyak rakyat serta pengawal yang memperhatikan kita.
Aku mungkin bisu tapi aku tidak buta sepertimu yang mulia." Bisik Randu pada Raja saka
"Randu kau Sudah salah masih juga berani berkelakar" Ucap Raja saka menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju istana utama di ikuti Adipati Randu
"Salah sendiri mengatakan ku bisu " Gumam Randu
Saat mereka tiba di istana utama Raja telah duduk dan menunggu laporan dari Randu tapi hanya kekecewaan yang di dapat Raja Saka karena Randu tidak bisa menceritakan detail pembicaraan Ana dan Raja Burya.
"Suruh Ana menghadapku.SEKARANGGGGGG." Perintah Raja Saka sudah murka
"Baik Raja" Ucap Randu
Randu segera menuju istana barat dan mengabarkan pada ana bahwa Raja Saka mencarinya.
Ana yang tidak tau ada keperluan apa Raja memanggilnya datang menghadap jadi menerka-nerka apa gerangan yang menyebabkan Raja Saka memanggilnya.
"Apa karena waktu itu aku membawa Hana keluar istana dan membiarkan Hana kembali sendiri ke istana yaa..?? " Ana terus saja bertanya pada diri sendiri dalam perjalanan menuju istana utama.
"Putri ana datang menghadap" Lapor adipati Randu
__ADS_1
"Masuklah" Jawab Saka
"Kau boleh keluar untuk istirahat atau kau bisa diam di sini tapi setidaknya buatlah dirimu berguna Randu" Ucap Saka pada Randu saat keduanya masuk keruangan nya
"Aku disini saja yang mulia" Ucap Randu gemas
Raja menatap ana dan berucap"Dayang ana aku tau siapa dirimua dan kemana kau menghilang selama ini.
Aku juga tau bahwa Hana adalah putri dari kerajaan kinandra dan dirimu adalah dayang yang selamat bersama Hana setelah perang 3 Tahun lalu."
Ana yang tidak menyangka Raja saka akan mengatakan hal itu merasa seperti di lempari bom molotov, bahkan otaknya langsung berpikir untuk merespon jawabna apa yang harus diberikan nya agar Hana tidak dalam bahaya
Untuk terkejut dan bengongpun sepertinya tak ada waktu.
Ana menjawab dengan terbata " Maafkan hamba yang mulia,pasti ibu suri yang telah memberi tahu yang mulia tentang identitas kami tapi hana sama sekali tidak bersalah.
Saat ini Hana lupa ingatan jadi dia tidak tau bahwa keluarga yang mulia lah yang telah membakar orangtuanya hidup-hidup.
Mohon hukum mati hamba saja yang mulia,Tapi tolong bebaskan Hana" Ana sudah hampir menangis.
"Kau masih berani berbohong padaku ana.Berani sekali kau menyumpahi istriku lupa ingatan." Ucap Saka
"Ana aku mencintai Hana,Tentu kau tidak lupa akan hal itu dan sudah pasti aku akan melindunginya bahkan dengan nyawaku sendiri.
sekarang bicaralah tentang semua kebenaran nya agar aku bisa membantumu dan Hana membalas dendam." Ucap Saka cepat.
"Tapi..."Ucap ana Ragu
"Katakan..
Apa yang kau peroleh dan apa yang kau lakukan di kamar Pamanku Raja Burya?
Ingat jangan berbohong sedikitpun.
Jika kau ingin kita menyelesaikan semuanya dengan damai dan cepat!!!!" Ucap Saka serius.
Maka mengalirlah semua cerita ana meski dalam cerita tersebut ana masih berusaha melindungi Hana.
__ADS_1
Ana bersikukuh bahwa dirinya lah yang berniat membalas dendam karena kematian kakaknya meskipun Hana sudah melarangnya untuk membalas dendam.
"Ana kau tidak mengatakan bahwa kau bertemu tabib dan berniat meracuni orangtua ku." Saka
"Ampun yang mulia,Hamba sudah tau kebenaran nya dan tidak ada niatan lagi membunuh orang tua yang mulia"Ana
"Tak apa ana,Kau tahukan ibuku ahli pengobatan jadi racun apapun takkan mampu membunuhnya." Ucap Saka santai
"Jadi apa rencanamu untuk mambalas pamanku"Tanya Saka lagi.
Ana tampak berpikir haruskah dirinya memberi tahu Saka bahwa ia berpikir menikahi Raja burya dan membuat Raja burya lumpuh sehingga bisa menguasai istana.
"Aku akan memberi tahumu Raja Saka tapi berjanjilah bahwa kau akan membebaskan Hana,
Kau tau putri Hana tidak mencintaimu dan dirinya tersiksa tinggal di istana ini bersamamu.Berjanjilah !!!"Ucap Ana dengan sisa-sisa keberanian nya.
" Aku tidak berjanji bisa melakukan seperti yang kau minta ana tapi aku berjanji akan memastikan Hana bahagia dan Jika hana lebih bahagia hidup di luar istana maka aku akan membebaskan nya." Tawar Saka
Lalu ana menceritakan semua rencana nya termasuk ramuan yang akan membuat lumpuh Raja Burya.
Randu patah hati saat mendengar bahwa ana akan menikahi Raja burya demi membalas dendam.
"Ana kau tidak perlu mengorbankan dirimu lagi, Kau dan Hana sudah cukup menderita dan terimakasih kau sudah mau mengurus Hana selama ia sendiri di luar istana.
Aku akan berbicara pada ayahanda dan ibundaku.
Aku yakin mereka akan setuju memberikan kerajaan sambara padamu dan Hana.
Tapi Terlebih dahulu kau harus membuat lumpuh paman ku baru setelah itu memberi tahu orangtuaku.
Jika memberi tahu ayahandaku bahwa saat ini kau berniat meracuni adiknya maka kemungkinan besar dirimu yang akan di hukum mati.
Tapi untuk itu kau harus berjanji padaku bahwa kau akan merahasiakan dari Hana bahwa aku tau siapa dia sebenarnya dan berjanjilah kau akan bercerita semuanya padaku.Jangan ada kebohongan lagi.Mengerti???"
Ucap Saka sembari meyakinkan dirinya bahwa mungkin ini yang terbaik untuk semuanya.
Setidaknya paman nya masih hidup meskipun lumpuh.
__ADS_1
Mungkin dengan begini bisa menyadarkan pamannya dari semua kelakuan jahatnya.