
Pagi hari pangeran sudah bersiap di atas kudanya,
Pangeran hendak mengunjungi desa antah berantah dan mencoba untuk tinggal di desa itu selama seminggu ke depan.
Pangeran sengaja tidak membawa pasukan hanya satu adipati Randu yang akan pergi dengan nya.
Pangeran berjanji kepada ayahanda raja turya untuk bisa membawa dan membuat wanita itu jatuh cinta hanya dalam seminggu.
Jika pangeran membawa pasukan yang ada hana dan ana akan ketakutan pikir Pangeran Saka.
"Apakah perbekalan kita untuk seminggu kedepan hidup di desa antah berantah sudah siap? "Tanya pangeran saka pada adipati randu
"Sudah yang mulia."jawab antipati randu
"Apakah penginapan kita juga sudah kau temukan? Aku mau penginapan kita benar-benar dekat dengan kediaman Hana sehingga aku bisa mudah dekat dengan nya. "Tanya saka
"Sudah hamba siapkan semua yang mulia.
Di sekitar rumah nona Hana tidak ada penginapan jadi hamba membeli rumah tetangga nona Hana yang paling dekat akses nya kerumah nona hana.
Ada satu pelayan yang akan bekerja di rumah itu dan akan berpura-pura menjadi kerabat jauh."Jawab adipati Randu
"Baiklah Randu mari kita berangkat.
__ADS_1
Hari sudah semakin siang dan aku akan terus memanggil mu randu dan kau memanggil ku patih saka selama seminggu kedepan.
Mengerti? " Tanya Saka
"Iya yang mulia patih saka." jawab Randu
Mereka pun bergegas menuju desa antah berantah yg berada di perbatasan kedua kerajaan sambara dan kinandra.
Perlu waktu 2 hari untuk menuju ke desa antah berantah.
Tapi akan di capai oleh mereka dalam waktu sehari sepertinya karena pangeran sudah tidak sabar ingin bertemu dengan nona hana.
Sepanjang perjalanan mereka berdua diam membisu,
Adipati randu sengaja tidak bersuara karena melihat pangeran sepertinya sedang asik dengan pikiran nya sendiri.
Dilain tempat,
Di desa antah berantah terlihat Putri hana dan ana sedang di kebun.
Mereka sedang mengajari para pekerja cara bercocok tanam yang baik.
"Ada apa dia kemari?
__ADS_1
Dari pagi sudah mengganggu saja? "Tanya Putri hana kepada ana sambil menunjuk ke arah Tuan Awan yang berjalan mendekati mereka
"Biar saya yang hadapi bedebah itu Tuan Putri.
Tidak ada kapok-kapoknya dia mendekati tuan putri. Apa karena orang tuanya yang saudagar kaya itu sehingga membuatnya berpikir tuan putri akan suka padanya.
Lihatlah penampilan nya seperti orang yang sudah tak mandi setahun!" Ana menjawab sambil berjalan menghampiri Awan
"Hushhh..hushh kami tidak menerima orang peminta sumbangan pagi hari seperti ini,
Tapi jika kau ingin menjadi pekerja di ladang boleh saja."kata ana ketus
"Hmmmmmm..ada penjaganya yang galak rupanya.
Aku ingin menemui hana dan mengajaknya berkeliling kebun bunga dengan kudaku tapi kalau hana tidak mau dirimupun boleh sebagai penggantinya."Jawab awan
"Tak sudi aku,Jangan bermimpi bisa berdekatan dengan hana."Jawabana
"apa aku tidak boleh bermimpi?
bermimpi itu menyenangkan sayang!!"kata awan sambil membelai pipi ana
Ana tidak menjawab tapi dia segera bergegas mencari selang air dan menyemprotkan nya ke awan dan teman- teman nya
__ADS_1
"Karena aku baik hati..
Akan ku bantu kau terbangun dari mimpi-mimpimu itu." ujar ana sambil tertawa melihat awan dan teman-teman nya basah kuyup.