Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Memikirkan Kembali


__ADS_3

Hana mengunci pintu kamar mandi dan bergegas mandi tidak perduli Saka berapa kali mengetuk pintu kamar mandi dan berteriak


"Hana kau bilang ingin mandi bersama??


Hana buka pintunya??


Sayang keluarlah..kau sudah terlalu lama di kamar mandi???"


Saka terus saja mengetuk pintu kamar mandi dari pelan sampai keras,Namun tetap tak ada jawaban dari Hana.


"Apa yang terjadi pada Hana??


Sudah terlalu lama dia mengurung diri di kamar mandi dan tak mungkin Hana belum keluar juga karena malu setelah ku goda??


Apa Hana marah ya???


Atau terjadi sesuatu pada Hana??"


Saka kembali menggedor pintu kamar mandi dan berteriak "Hana jika kau tidak membuka pintu ini maka aku akan memanggil prajurit untuk mendobrak pintu ini.Pastikan saja kau memakai pakaian saat prajurit menghancurkan pintu ini..


Hana Kau mendengarkan ku???"


Tak ada Jawaban.


Hana sebenarnya mendengar Saka berteriak di depan pintu tapi Hana masih bingung dengan dirinya sendiri.


Saat ini Hana tengah berendam masih dengan pakaian lengkap dan sebenarnya dirinya tak berniat mandi.


Hana hanya berusaha mendinginkan pikiran nya.


Hana berharap jika tubuhnya kedinginan maka otaknya akan ikut mendingin.


"Bagaimana bisa aku tersipu malu saat Saka menggodaku??


Ayah Ibu Apa yang telah kulakukan??


Aku merasa telah mengkhianati ayah dan ibu.


Kenapa dunia begitu kejam padaku???


Aku berjanji akan mencintai Saka jika dirinya sudah sepenuh nya sembuh tapi saat melihat Saka sembuh aku malah semakin merasa berdosa pada orangtuaku.


Kenapa dongeng hidupku menyedihkan sekali.."


Hana menangis tanpa bersuara..air mata nya sudah tumpah tak terbendung.


Hana menggigit bibirnya kuat,


Ia tak ingin Saka mendengar bahwa dirinya menangis.


Saka baru sembuh dan Hana tak ingin membuatnya terlalu banyak pikiran.


Hana menarik nafas dalam-dalam lalu memasukkan seluruh kepalanya ke dalam bak mandi..Masih terus berpikir apakah mati bisa menyelesaikan semua masalah hidupnya.


Saat Hana masih tenggelam di bak mandi tiba-tiba Hana melihat wajah Ana.


Hana dengan cepat mengangkat kepalanya ke permukaan untuk menghirup udara lagi.


"Apa yang kupikirkan??Sudah dua minggu lebih aku tak mendapat berita dari Ana??


Bagaimana aku berpikir ingin mati saat saudaraku ana masih di kerajaan berbahaya itu.


Aku harus memastikan ana telah berhasil membalas dendam dan melihatnya bahagia lalu setelah itu aku bisa mati dengan tenang."


Hana dan Ana tumbuh bersama.


Ana masuk ke istana saat dirinya berusia 7 Th dan langsung menjadi pelayan Hana hingga hari ini.


Ana lebih dari keluarga untuknya.


Hana bergegas membuka pintu.


Dirinya harus segera meninggalkan ruangan ini sebelum berubah pikiran lagi.

__ADS_1


Saat membuka pintu Hana kaget melihat Saka dan beberapa prajurit sudah berdiri di depan pintu.


Mungkin karena terlalu sibuk dengan pikiran nya sendiri Hana lupa bahwa Saka sudah berapa kali berteriak di depan pintu kamar mandi.


Saka melihat Hana masih lengkap dengan pakaian nya tapi seluruh tubuh dan wajahnya sudah basah kuyup.


Saka melambaikan tangan nya pada prajurit tanda memerintahkan mereka keluar dari kamar saat ini juga.


Saka mendekati Hana dan melihat mata Hana merah dan sembab.


Saka tau Hana pasti habis menangis.


Saka memeluk Hana erat tak perduli pakaian nya jadi ikut basah.


Saka merangkul kepala Hana agar bersandar di bahunya.


"Sayang jangan menanggung semuanya seorang diri, Jika terlalu berat untukmu maka berbagilah" Ucap Saka


Saka penasaran apa yang telah terjadi di kamar mandi mengingat tadi Hana masuk dengan wajah merona tapi keluar dengan keadaan berantakan begini.


Tapi Saka tak mau membahasnya.


"Ayo ganti baju mu !! Tubuhmu hampir membeku.


Apa kau ketiduran di bak mandi???


Lain kali jangan mengunci pintunya.


Kau membuat ku Khawatir.Mengerti???"Ucap Saka lembut.


Saka mengambil handuk dan membantu Hana mengeringkan tubuhnya.


Lalu mencarikan pakaian ganti dan membantu Hana mengganti bajunya yang basah.


Setelah mengeringkan Rambut hana..Saka membaringkan Tubuh Hana dan menyelimutinya dengan selimut yang tebal.


"Istirahatlah..Jangan sampai kau demam.


Hana meneteskan air matanya kembali.


Dirinya lelah menangis tapi air mata sialan ini tak mau berhenti juga.


Yang tidak di ketahui Hana bahwa Saka bergegas ke kamar mandi karena Saka tak sanggup memandang wajah Hana.


"Inilah yang kutakutkan..Selama ini aku berpura-pura masih sakit agar bisa melihat wajah cemasmu untukku.


Aku tidak mengharapkan wajah bahagia mu saat mengetahui kesembuhan ku tapi aku juga tak berharap kau sesedih ini.


Lebih baik kau marah-marah dan mengusuliku seperti biasanya daripada kau menyiksa dirimu sendiri.


Apakah jika aku mati kau akan lebih baik Sayang."Gumam Saka sendiri.


Saka bergegas mandi dan memastikan wajahnya terlihat baik-baik saja.


"Aku akan berusaha lebih baik lagi untuk membuatmu bahagia dan aku berjanji akan lebih kuat untuk memperjuangkan kebahagian kita."


Saka merebahkan tubuhnya di samping Hana dan masuk ke dalam selimut lalu memeluk erat tubuh Hana.


Hana yang tadinya tidur telentang berubah posisi jadi miring karena di tarik saka dari samping.


"Hana mungkin selama ini dongeng hidup mu sedih tapi aku akan berusaha menciptakan dongeng baru penuh kebahagiaan untukmu." Gumam Saka


Hana memasukkan wajahnya semakin dalan ke dada bidang suaminya.


"Maaf karena aku bersikap bodoh.


Aku bahagia mengetahui kesembuhan mu dan memberikan selamat untukmu.


Lain kali jangan memutuskan apapun seorang diri.


Jika kau ingin minum ramuan beracun atau apapun itu ajaklah aku bersamamu.


Melihat wajahmu masih membuat ku mengingat orangtuaku dan membuat ku bersedih tapi beri aku waktu.

__ADS_1


Mungkin waktu bisa membuat ku melupakan kenangan buruk mengenai orang tuaku"


"Sayang kau tak perlu memaksakan diri untuk melupakan kenangan buruk itu.


Ini sudah 4 tahun berlalu dan kau masih mengingat dengan jelas peristiwa pembakaran orangtuamu.


Jadi jangan memaksakan dirimu untuk melupakan nya tapi cobalah berdamai dengan hatimu dan Jika melihatku masih membuatmu bersedih maka jujurlah padaku.


Jangan pernah kau berpura-pura baik-baik saja di depanku.


Sayang berjanjilah bahwa kita akan menghadapi ini semua bersama"Jawab Saka


"Baiklah..Sayang Aku sangat merindukan ana."Ucap Hana


"Aku akan mengirim ksatria kerajaan kinandra untuk memanggil Ana dan Randu kembali ke negeri kinandra."Jawab Saka.


Hana menggelengkan kepalanya.


"Aku ingin berkuda berdua denganmu ke kerajaan sambara.


Aku berjanji akan menjagamu.


Kau hanya perlu duduk manis dan aku akan memegangi erat tubuh mu agar tidak terjatuh dari kuda.


Mau ya???


Tubuhmu sudah pulih semuanya kan??"Tanya Hana


"Aku akan menuruti semua kemauan Ratuku.Jangan kan ke negeri Sambara ke ujung dunia aku ikut denganmu."Goda Saka.


"Mulai lagi..Aku curiga tentang apa yang kau pelajari di negeri jimran.


Sepertinya kau bukan belajar bisnis melainkan belajar membodohi semua wanita" ucap Hana kesal.


"Aku juga tidak tahu bahwa mulutku bisa sehina ini mengkhianatiku.


Bagaimana mungkin sejak bertemu denganmu hanya ucapan manis yang ingin keluar dari bibirku ini." Rayu Saka


"Jadi kapan kita berangkat??"Tanya hana cepat demi menyudahi gombalan Saka.


"Besok pagi !! dan pastikan kau tidak demam karena ulahmu tadi.


Ingat kau berjanji menjagaku jadi jangan sampai kau sakit sebelum kita tiba di istana sambara." Ucap saka mengingatkan.


"Bagaimana kalau kita berangkat sekarang?


Bukan kah Hari belum terlalu siang untuk kita berkuda ke sana?


Lagipula aku tidak ingin tidur jam segini.."Ucap Hana kesal


"Haahhhh siapa yang membuat drama pagi-pagi tadi.


Aku lelah menghadapi drama pagi tadi dan sekarang hanya ingin berbaring bersamamu.


Kita bisa melakukan hal lain di tempat tidur selain tidur kan?


Bagaimana?? Bukankah kau merindukan ku ??"


Ucap Saka lalu dengan cepat menciumi semua wajah Hana.


Hana reflek memukuli lengan Suaminya


"Aku lapar ini sudah mendekati waktu makan siang"


Saka menjawab cepat sembari tangan nya menjelajah ke bagian sensitif tubuh istrinya..


"Aku belum lapar dan ku rasa cacing di perut mu juga belum minta di beri makan.


Kau sepertinya kedinginan karena terlalu lama berendam dan aku hanya berusaha menghangatkan mu.Tidak lebih"


Saka menyeringai dan menarik selimut menutupi keduanya.


Apapun yang terjadi pikirin sendiri ya!!!

__ADS_1


__ADS_2