Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Kencan


__ADS_3

Raja dan Ratu sudah siap dengan penyamaran nya menjadi Rakyat biasa.


Ini di lakukan Saka karena dari pagi Hana sangat bersemangat sekali untuk ke festival desa.


Meskipun Saka bingung,"Kemarin kan dia sudah ke festival lalu kenapa sekarang masih semangat juga.Memangnya ada apa sih di festival desa itu?"


"Kau yakin kita hanya pergi berdua?" tanya Hana


"Yakin."Ucap Saka sambil memperhatikan adipati Randu di kejauhan yang siap mengikuti mereka.


"Benar tidak ada pengawalan?"tanya Hana


"Iya"Ucap Saka


"Tidak ada satupun panglima atau pengawal yang ikut" Hana masih ragu


"Berhentilah bertanya atau kau ingin ku cium di depan semua pelayan??" Itu bukan pertanyaan karena Saka langsung mencium bibir istrinya


Hana kembali diam


Mereka berkuda berdua,Saka sengaja hanya membawa satu kuda agar bisa memeluk hana yang duduk di depan nya.


"Aku tidak suka dipeluk" Ucap Hana sembari menyingkirkan tangan suaminya yang melingkari pinggangnya.


"Diamlah atau kau akan jatuh" Ucap Saka


"Aku tak akan jatuh,Aku juga bisa berkuda!!" Ucap Hana kesal.


"Aku yang takut jatuh" Ucap saka sembari mengeratkan pelukan nya dan memasang wajah ketakutan.


"Sayang,pegang aku kuat-kuat..Aku tak mau jatuh dari kuda ini." Teriak Saka semakin menggoda istrinya.


Setelah menempuh perjalanan berkuda yang di warnai dengan keributan akhirnya mereka berdua terdampar juga di Festival desa.


Hana senang sekali,Wajahnya seperti anak kecil yang mendapat mainan baru.

__ADS_1


Barbanding 180° dengan Hana,Wajah Saka sudah seperti anak yang kehilangan ibunya.


Karena hari ini hari terkahir festival,Bisa dikatakan semua rakyat berkumpul.


Saka tidak terlalu suka suasana Ramai.


Sambil mengeluh di dalam hati,Saka memperhatikan Hana yang sedang sibuk mencicipi aneka makanan yang ada di festival.


"Begini saja bisa membuatmu senang??


Padahal di istana lebih banyak makanan enak daripada makanan di sini." Gumam saka pelan


"coaabalahahh..." Ucap hana pada saka dengan mulut penuh makanan dan Hana ingin saka mencoba apa yang di makan nya.


"Uhuk..uhukk.."Hana batuk sepertinya keselek makanan


"Pelan-pelan,Tidak ada yang mau merebut makananmu.


Dari tadi sudah banyak sekali kau makan,


Bagaimana jika makanan yang kau makan itu beracun?."Raja Saka


"Kenapa mereka ingin meracuniku??"tanya Hana bingung


"Kau tidak lihat mata sinis wanita-wanita penjaja makanan itu,Kau jalan bersamaku yang terlalu tampan ini sehingga mereka iri padamu dan itu bisa memicu mereka meracunimu jadi mereka bisa mendekatiku." Ucap Saka dengan wajah tanpa dosa


Hana hanya menatap suaminya itu heran...


Dia baru tau ternyata suaminya punya Sifat besar kepala juga.


"Sayang,Kau tenang saja.mereka tidak akan tega meracuniku.Karena apa???


Karena aku terlalu cantik jadi mereka tidak tega untuk melenyapkan ku dari dunia ini!!Mengerti???" ucap Hana tak mau kalah


Bukan nya menjawab Saka malah menarik tangan Hana Sambil berucap"Cepatlah,Aku mau pulang!!Di sini terlalu ramai dan aku takut nanti banyak pemuda yang jatuh hati padamu karena kau yang terlalu cantik"

__ADS_1


Hana hanya tersenyum,


Ia merasa punya orang yang bisa di ajak bercanda.


Karena selama ini hanya Ana yang menjadi lawan bicaranya dan Ana termasuk orang yang serius.


Hana setengah berlari untuk mengikuti Langkah kaki Saka yang menurutnya sangat cepat.


"Sudah mau pulang???Sebentar lagi ada perayaan kembang api.Aku ingin melihatnya sebelum pulang,Boleh ya??" Ucap hana merengek pada Saka


"Kalau menunggu perayaan kembang api,Kita akan kemalaman di jalan sayang dan itu berbahaya karena Kita pergi tanpa pengawal.


Kalau kau hanya ingin melihat kembang api, Aku akan menyuruh pelayan istana untuk menyalakan kembang api nanti malam khusus untukmu.


Sekarang kita pulang,Mengerti??" Ucap saka penuh penekanan


"Kau pulang saja duluan kalau takut pulang malam,Aku masih mau disini.Kau tenang saja,ini negeriku dari lahir dan takkan ada penjahat yang akan melukai ku."Ucap Hana


"Malam hari banyak perampokan di jalan Karena rakyat negeri ini mengalami penurunan ekonomi setelah Raja kinandra meninggal.Lain kali bacalah surat kabar daripada terus membaca ilmu pengobatan,Seperti mau jadi tabib saja!!" Ucap Saka


Hana tidak menjawab,Ia tidak rela meninggalkan tempat ini sebelum melihat kembang api.


Hana bukan nya mengikuti Saka menuju kudanya melainkan duduk di sebatang pohon yang sudah tumbang.


Hana bertekad tidak akan pulang sebelum keinginannya melihat kembang api berhasil.


Saka menghampiri istrinya dan berkata"Mau jalan sendiri atau mau ku panggul seperti karung beras???"


Hana tetap diam,Tangan nya sudah berpegangan kuat pada tempat duduknya.


Ketika Saka mengulurkan tangan nya untuk mengangkat Hana,Hana berucap"Disinilah biasanya aku dan ibundaku menghabiskan waktu melihat kembang api saat perayaan festival selesai.Bisakah kau diam dan temani saja aku disini atau kau bisa pergi meninggalkanku.Nanti aku bisa pulang sendiri."


"Mana mungkin aku meninggalkan wanita secantik bidadari ini sendiri,,Baiklah kali ini aku akam mengalah"Ucap saka lalu duduk di sebelah hana sembari merangkul hana agar mendekat kepadanya.


"Mungkin aku tidak bisa menghidupkan orangtuamu kembali,Tapi aku akan terus berusaha membuatmu bahagia."ucap Saka kemudian mencium kening istrinya.

__ADS_1


__ADS_2