
Hana Dan Saka berkuda menuju ke istana Sambara dengan alasan ingin melihat keadaan paman nya Saka yaitu Raja Burya.
Raja Turya tak menaruh curiga apapun dan tak menyadari keadaan yang telah menimpa adiknya di kerajaan Sambara berbeda dengan ibu suri yang sudah tau cerita lengkapnya dari Hana dan Saka.
Saat tiba di kerajaan Sambara mereka di sambut gembira oleh rakyat negeri Sambara bahkan mereka berharap bahwa Raja Saka bisa memimpin kerajaan sambara juga.
Ana dan Randu telah mendapat kabar dari pelayan istana bahwa Raja dan Ratu kerajaan kinandra berkunjung.
Mereka berdua telah menunggu di depan gerbang istana karena Ana sudah sangat merindukan Hana.
Saat mereka tiba dan berkumpul di istana Sambara ana mengajak Hana bicara berdua di ruangan nya.
"Aku telah menguasai negeri ini Ratu dan aku telah membalaskan dendam kita.
Kau bisa melihat sendiri kondisi Raja Burya saat ini." Ucap Ana semangat.
"Aku percaya padamu Ana...Mulai saat ini panggil aku Hana dan kau tak boleh lupa akan hal itu!!Kau saudara ku satu-satunya.
Aku ingin memulai hidup bahagia ku Ana dan aku berharap Kau pun berbahagia" Ucap Hana sambil mengelus kepala Ana.
"Apa maksudmu Hana??" Tanya Ana
"Aku mencintai Saka dan sekarang rakyat mencintaiku sebagai Ratu.
Kau sudah mendapatkan kerajaan ini dan membalas dendam!!
Ana sekarang Carilah kebahagiaan mu sendiri !!!
__ADS_1
Kau sudah cukup lama menjaga ku di saat kita senang ataupun susah.
Sekarang aku melepaskan mu dari semua tanggung jawabnya sebagai dayangku.
Kejarlah kebahagiaan mu dan berdamailah dengan hatimu."Ucap Hana
"Tidak Hana..Kau yang berhak memiliki semua yang ada di negeri sambara atau kau bisa membakar hangus semua istana ini agar keluarga Saka merasakan apa yang dulu kita rasakan." Ucap Ana serius.
"Ana..Tentu kau tidak lupa bahwa keluarga Saka jugalah yang telah menyelamatkan kita.
Bahkan setelah kau pergi Saka dengan sukarela meminum ramuan yang kau berikan dan membuat nya sempat lumpuh.
Ana..Aku mencintainya saat ini dan berharap bisa memaafkan semua kesalahan keluarganya terhadapku.
Semoga kau mengerti keputusan ku." Ucap Hana memohon pengertian Ana.
Aku tak ingin jauh dari mu..Bawalah Aku kembali ke negeri kinandra!!" Mohon Ana
"Tidak Ana..Kau pantas memimpin kerajaan ini dan akan ada Randu yang menemanimu.
Kau berhak memiliki kerajaan ini dan aku yakin ayah mertuaku Raja Turya akan mendukung dirimu." Jawab Hana meyakinkan.
"Aku akan merindukan mu Hana..Terimakasih untuk semuanya.
Aku akan selalu melindungimu meski dari kejauhan dan seringlah berkunjung ke negeri Sambara" Ucap Ana sedih.
Setelah beberapa hari menginap di istana Sambara,
__ADS_1
Hana dan Saka kembali ke kerajaan kinandra dan memberi tahu semua yang telah terjadi kepada Raja Turya.
Raja Turya sempat tidak terima saat Adiknya Raja Burya di asingkan dan di buat lumpuh oleh Ana tapi setelah mengetahui semuanya Raja Turya malah memohon maaf pada Hana.
"Hana jadilah Ratu yang baik.
Kami telah mencuri kerajaanmu tapi akhirnya kau tetap kembali ke posisimu semula bahkan kau telah mengambil alih kerajaan ku.
Tapi Ayahanda tidak marah, Ayahanda malah berterimakasih karena telah mengizinkan adikku hidup dan mau mengampuni kebodohan ayahandamu ini.
Berbahagialah bersama Saka dan Kalian jadilah Raja dan Ratu yang memakmurkan negeri ini dan melindungi rakyat-rakyatnya." Ucap Kaisar Turya.
"Ayahanda memang orang yang baik dan berhati besar hanya saja kesalahan ayahanda karena terlalu memanjakan adik ayahanda sendiri sehingga menutup mata atas semua kesalahan nya.
Akupun berterimakasih mau menerima ku menjadi menantu mu." Jawab Hana
Akhirnya semua hidup berbahagia di tempatnya masing-masing.
Ingatlah apapun yang memang di takdirkan menjadi milikmu maka akan kembali padamu meski beribu orang merebutnya dari mu.
Tapi Jika itu bukan takdirmu maka sekuat apapun kau kejar dia takkan pernah menjadi milikmu.
Terimakasih telah membaca karyaku.
Semangat untuk semua penulis dan pembaca yang mampir di karya ini dan telah memberi dukungan nya.
Salam sehatππππ
__ADS_1