Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Kembalinya Ana


__ADS_3

Setelah tidur sorenya Randu terbangun karena merasa cacing di perutnya memanggil untuk di beri makan.


Randu berjalan menuju kamar ana untuk mengajaknya makan malam tapi tidak ada jawaban sama sekali bahkan setelah cukup lama Randu mengetuk pintu kamar ana.


Mungkin nona ana kelelahan dan tertidur.


Pikir randu sambil berlalu menuju ruang makan pelayan.


Tapi saat ia melewati ruang makan Raja dirinya mendengar suara ana dan raja sedang berbicara.


"Apa yang di rencanakan paman burya dengan mendekati ana?


Apa aku salah mengajak ana ke istana ini?


Aku hanya takut terjadi sesuatu padanya jika harus tidur di penginapan.


Tapi sepertinya di sini lebih berbahaya!!!


Aku lupa Raja burya itu kucing kelaparan..


Jangan kan yang muda dan cantik seperti ana,Nenek-nenek di negeri ini pun sepertinya sudah di tiduri nya semua.


Bagaimana jika terjadi sesuatu pada ana?"₩₩₩


Randu terus saja bergumam dan bertanya sendiri sambil menguping pembicaraan Raja burya dan ana.


Tapi karena ruang makan Raja yang besar,Randu tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Ahhhhh....sial" Ucap Randu sambil mengacak rambutnya kesal karena merasa dirinya kalah cepat dari Raja Burya


Randu hendak pergi dari tempatnya tapi terhenti ketika mendengar langkah kaki keduanya menuju pintu.


Randu segera bersembunyi di belakang pintu,


Lalu ia melihat Raja burya menggenggam tangan ana menuju kamar Raja.


"Apa yang harus ku lakukan?


Berpikir Randu berpikirr....."Randu sudah kesal dan makin kesal karena saat dirinya masih sibuk berpikir keduanya sudah masuk ke dalam kamar Raja


Randu ragu untuk mengetuk pintu kamar Raja burya atau tidak.

__ADS_1


"Ahhh..Sudahlah ini mungkin pilihan ana.


Dia sudah dewasa dan tadi kulihat ana dengan sukarela mengikuti raja burya ke kamarnya."


Aku menyelamatkan nya dari rumah bordil dan malah membawanya kemari untuk menjadi santapan Raja iblis itu.


Akulah yang bersalah." Gumam Randu lalu kembali kekamarnya.


Nafsu makan nya telah hilang.


Raja saka yang memerintahkan dirinya mencari ana tapi jauh di lubuk hatinya sebenarnya randu sudah mencemaskan ana saat melihat Ratu hana kembali sendiri ke istana kinandra tempo hari.


Dikamar Raja Burya


Raja sudah jatuh terlelap dan tersenyum di dalam tidurnya.


Alam bawah sadar Raja burya sepertinya benar-benar menginginkan ana.


Ana orang yang bisa di ajak berbisnis dan menyenangkan untuk di ajak berbicara.


Sudah lama rasanya Raja burya tak memiliki teman,selama ini dirinya hanya bersetubuh dengan wanita berbeda setiap malamnya dan itu pun tanpa berbicara sama sekali.


Hanya sekedar pemuasan nafsu.


Tapi ana berbeda,


Saat ini Raja bisa tertidur lelap hanya dengan memeluk ana dan membiarkan ana berbaring bersamanya di kamar semalaman.


Berbeda dengan ana..


Ana bahkan tidak lagi menitikkan air matanya saat mendengar peristiwa pembunuhan kakaknya.


Ini bukan lagi soal dendam Tuan putri Hana melainkan dendam miliknya dan takkan pernah selesai sampai pria di depan nya ini mengemis permohonan maafnya.


Raja aku kembali ke kerajaan kinandra untuk mencari tau kelemahan Raja Saka,


Jangan lupakan janjimu untuk memberikan istana sambara padaku.


ANA


Ana meletakkan surat tersebut di samping bantal Raja.

__ADS_1


Saat ini Raja masih terlelap dan Ana kembali ke kamarnya sebelum dirinya kehabisan kesabaran dan malah menggorok leher atau menusuk jantung Raja burya.


Ini akan menjadi permainan yang panjang Raja.


Ana sudah bangun dari subuh,bahkan ketika ayam belum berkokok.Sebenarnya bisa di katakan dirinya tidak tidur..


Ana mengetuk kamar Randu,


Randu yang masih terlelap hanya menggeliat di bawah selimutnya.


Karena tidak ada jawaban ana akhirnya menulis surat untuk Randu.


Aku kembali ke kerajaan kinandra,Aku pinjam kudamu karena kudaku ada di penginapan.


Tidak perlu menyusulku,Selesaikan saja urusan mu disini.


Aku lebih aman sendiri daripada bersamamu.


ANA


Ana menyelipkan kertas berisi catatan tersebut melalui bawah pintu kamar randu.


Sepanjang perjalanan ana sibuk memikirkan bagaimana untuk membalas Raja burya dengan cara yang sangat menyakitkan.


Tapi sebelum itu dirinya harus menemui tabib yang mereka minta untuk menyiapkan Racun yang tadinya untuk orang tua Saka.


"Tabib kau harus mencarikan ku ramuan yang membuat orang perlahan-lahan menjadi lumpuh dan aku mau yang pertama lumpuh adalah alat kelamin nya." Ucap ana tegas sembari meletakkan segepok uang di depan tabib


"Itu mudah,Aku ada Ramuan nya." Ucap tabib sembari mencari ramuan tersebut.


Setelah menemukan nya tabib segera memberikan nya pada ana


"ini akan membuat alat kelamin pria tersebut perlahan tidak bisa lagi berdiri kokoh dan dalam waktu dua bulan alat kelamin nya akan tidur selamanya" Ucap tabib


"Terimakasih" Ucap ana


" Tapi itu hanya untuk alat kelaminnya saja,Jika kau ingin membuat orang itu lumpuh maka kau harus kembali kemari seminggu lagi dan tentu dengan uang yang lebih banyak lagi." Ucap tabib


"Tentu aku akan kembali kesini seminggu lagi dan ramuan itu harus sudah kau siapkan.


Tidak perlu khawatir masalah uang karena aku akan memberi lebih banyak dari hari ini.

__ADS_1


Permisi" Ucap ana cepat berlalu sebelum ada yang melihat dirinya di kediaman tabib tersebut.


__ADS_2