Putri Dari Negeri Antah Berantah

Putri Dari Negeri Antah Berantah
Mau Tau Namanya,bolehhh?


__ADS_3

Masih di perkebunan.


"Oiya tuan ini kebun ku dan adik ku ana,


para pekerja di sini yang membantu kami menanam semuanya.


Kalau boleh tau kenapa tuan bertanya?


Apakah tuan ragu kalau wanita juga bisa bertani?" Tanya putri hana


"Oh tentu tidak..tidak..emmmmmmm bolehkah saya tau nama nona?" Tanya Saka lagi dengan grogi


"Maaf tuan saya hanyalah penduduk biasa di desa ini.


Jadi apa pentingnya nama saya untuk tuan."Jawab hana sopan


"Itu penting karena saya ingin anda dan saudara anda mulai saat ini mengirim sayuran dan buah- buahan ke kerajaan seminggu sekali,


Bagaimana?


Bukan kah upah yang akan kalian terima lebih besar daripada di kirim ke pasar?" Tanya Saka kembali


"Maaf sebelumnya kalau boleh tau siapa tuan sebenarnya?" Tanya Hana


"Saya patih kerajaan dari raja baru kalian raja burya."Ucap saka berusaha berwibawa agar penyamaran nya sebagai patih tidak ketahuan oleh hana.


"Bukan kah belum ada pengumuman resmi siapa raja kami yang sekarang tuan?" Hana balik bertanya


"Itu akan segera di umumkan..Jadi siapa namamu??" Tanya saka lagi.

__ADS_1


"Saya hana tuan."Jawab Hana


Semoga patih kerajaan sambara tidak mengenali ku.. lagipula ini sudah 3th berlalu tapi kenapa kerajaan belum memutuskan siapa yang akan menjadi Raja.


semoga bukan pangeran burya karena kalau ia yang memimpin bisa sengsara rakyat di negeri kiandra ini.suara hati hana


"Baiklah nona hana bolehkah saya berkeliling perkebunan nona?


Kalau tidak keberatan maukah nona menemani?"Tanya saka berusaha ramah


"Tolong panggil saja hana tuan patih.


Saya hanyalah rakyat biasa.


Tentu saja!! mari saya temani berkeliling."hana


"Baiklah tapi naik saja kekudaku karena akan sangat melelahkan kalau kita berjalan mengingat kebunmu yang sangat luas.


(ayo dong mau,,biar bisa deketan kalau di kuda berduaan..)"Modus Saka


"Tentu saya tidak keberatan."Jawab hana biasa saja padahal hatinya sudah berteriak kesenangan karena kapan lagi bisa naik kuda segagah ini,


ahh aku ingin menunggangnya sendiri.


Akhirnya mereka pun berkuda di kawal prajurit mengelilingi perkebunan hana.


"Kenapa tubuh dan rambutnya wangi sekali" Ucap saka dalam hati sembari mengatur detak jantungnya yang sudah tak menentu karena duduk berdua di kuda bersama Hana.


"Nona,sabun atau pewangi apa yang kau pakai?" Tanya Saka memulai obrolan

__ADS_1


"Tuan bisa saja.


Saya hanya menggunakan sabun dan pewangi yang saya racik sendiri dari tanaman herbal di kebun."Jawab Hana merendah


"Pandai sekali.. di mana kau belajar?"Tanya saka penasaran meski sebenarnya dirinya tidak peduli karena terlalu menikmati moment kedekatan mereka


"Aku dan adik ku ana hanya mencoba-coba saja ternyata wanginya pas."Jawab Hana datar


Mereka terus saja berbincang dan semakin mengenal kepribadian satu sama lain sampai lupa waktu.


Tidak terasa hari sudah mau gelap.


Pangeran Saka berpamitan untuk melanjutkan perjalanan kekerajaan sambara.


Dia sampai lupa bahwa dia sangat rindu ibunda ratunya,


Wanita itu sungguh mengalihkan hati dan pikiran nya dan tanpa di sadarinya bahwa wanita itu pula yang keluarganya telah di bantai oleh orangtuanya sendiri.


Ditempat lain hana bicara kepada ana bahwa ia akan mendekati patih tadi untuk mengetahui siapa dalang dari kematian dan kehancuran keluarga serta kerajaan nya.


Hana mulai menemukan semangat baru.


Ini saatnya ia mulai bertidak mendekati kerajaan.


"Toh tidak ada yang tau siapa dirinya karena selama 22th menjadi putri orangtuanya tidak pernah mengizinkannya keluar istana.


Hanya orang-orang istana yang terpercaya yang mengetahui wajahnya dan semua telah meninggal hanya tersisa dayang ana dan tak mungkin dayang ana mengkhianatinya.


Tunggulah ayahanda dan ibunda aku akan membalaskan dendam kalian dan merebut kembali kerajaan kita.."suara hati hana

__ADS_1


begitulah hari itu berakhir dengan dendam yang terus bergema di hati putri hana.


__ADS_2