
Saka dan Hana masih tertidur meski matahari sudah naik semakin tinggi.
Ini adalah hari pertama mereka setelah menikah.
Dari tadi pagi Adipati Randu sudah bolak balik ke kamar Rajanya ini tapi masih belum ada tanda-tanda kehidupan dari keduanya.
Semoga saja Raja tidak di bunuh oleh Ratu Hana..
Randu mendapat titah dari Ibu suri untuk mengawasi keadaan Raja dan Ratu yang baru ini.
Meski Randu tak mengerti mengapa Ibu suri harus memberi nya perintah seperti itu tapi tetap saja Randu menjalankan perintahnya
Apa karena Ratu Hana dari rakyat biasa ya sehingga ibu suri tidak mempercayainya?
Memang nya apa yang akan di lakukan Ratu hana?
Mereka kan menikah karena saling mencintai,Bukan karena paksaan?
"ahhh Sudahlah jangan terlalu banyak berpikir Randu,Mungkin Otak mu tidak bisa menyamai otak ibu suri sehingga kau tidak menemukan jawaban dari pertanyaanmu sendiri."Suara hati Randu
"Hati ku sendiri saja mengataiku bodoh."gumam randu
Ibu Suri yang merupakan Ibu saka dan sebelumnya Ratu di kerajaan sambara juga sudah ke kamar Saka dan Hana tadi tapi hal serupa dengan Randu yang ia dapatkan.
Kamar Saka dan Hana masih tertutup rapat.
Tidak ada yang berani mengetuk,Semua berpikir mungkin keduanya lelah karena habis pesta kemarin.
Dikamar,
Hana merasa tubuhnya sakit semua dan ketika ia ingin meluruskan semua sendi-sendinya Ia merasa ada tangan kekar yang memeluk pinggangnya.
Tunggu dulu,Bahkan di bawah tengkuk lehernya pun ada tangan kekar juga..
Dengan mata masih terpejam Hana berusaha mengingat kejadian semalam,
Semalam ia tertidur berbantalkan lengan Saka dan saka masih memeluknya erat tak membiarkan ia menjauh sedikitpun hingga hana akhirnya tertidur.
Suara napas Saka yang teraturpun terdengar jelas,bahkan ada udara hangat di dekat wajah hana yang kemungkinan berasal dari hembusan napas Saka.
Begitu Hana membuka mata dan mendongak ke atas,Benar saja dugaan nya wajah Saka begitu dekat.
Hana memperhatikan wajah Saka dan kembali hatinya berperang,
Sungguh pria yang sangat tampan.
__ADS_1
Seandainya kau bukan Putra dari orang yang membunuh orangtuaku maka aku pasti akan jatuh cinta padamu.
Coba lihat mata nya yang indah walau sedang terpejam,Hidungnya yang mancung dan Bibirnya...
Tanpa sadar Hana sudah mengelus bibir suaminya dengan ibu jarinya.
Saka yang merasakan sentuhan di bibirnya menjadi terjaga dari tidurnya lalu secepatnya Saka mengecup tangan Hana.
Hana yang kaget langsung menurunkan tangan nya.
Saka pun membuka matanya untuk melihat wajah cantik istrinya..
Wanita yang pertama kali menyatu dengan tubuhnya.
ahhhhh aku benar-benar tergila-gila padamu Hana.
Aku bahkan rela jika kau bunuh saat ini juga.
Saka mengecup kening istrinya Hana dan berucap,
"Sayang Terimakasih untuk semalam.
ingatlah jika suatu hari kau membenciku dan tak bisa kau toleransi lagi rasa marahmu padaku,Percayalah aku akan tetap menerimamu dan tak akan pernah berhenti memohon ampunan darimu.
Jadi..Jangan pernah kau berpikir untuk menghilang dari hidupku!!kau mengerti?" Ucap saka
Membencimu?
Kenapa kau berpikir begitu?
Untuk alasan apa aku harus membencimu?"
Tanya Hana
"Aku hanya berandai -andai sayang.
Kau tau sayang,Aku rela menyerahkan segala yang kumiliki untukmu termasuk istana ini.Kau mengerti?"Saka
"Bagaimana jika aku mengambil ayahanda dan ibundamu?
Apakah kau akan memberikan mereka juga?"Hana
Saka sebenarnya mengerti apa maksud dari perkataan hana tapi ia masih berpura-pura tak mengetahui rencana istrinya yang ingin membunuh kedua orangtuanya.
Yang membunuh orangtuamu adalah Pamanku Burya dan Ibuku bahkan menyelamatkan nyawamu!
__ADS_1
Ayahandaku tak pernah menyuruh paman burya menghabisi keluargamu.
Ayahanda hanya menyuruh paman burya dan para ksatria memastikan mengenai desas-desus yang beredar di kerajaan sambara bahwa kerajaan kinandra akan menyerang kerajaan sambara.
Tapi bukan nya memastikan,Paman Burya malah langsung membantai habis keluargamu.
"Apa yang harus kulakukan untukmu Hana?
Apakah aku harus menghukum Pamanku sendiri karena telah menyebabkan kau menjadi sebatang kara?
Apakah aku harus memberi taumu semua kebenaran ini?
Bahkan diriku sebenarnya dari awal sudah mengetahui identitas dirimu."Suara hati saka
Terkadang kenyataan dan beberapa rahasia lebih baik di simpan karena tak selalu membuat semuanya menjadi lebih baik.
"Boleh aku tau kenapa kau ingin mengambil orangtuaku?
Padahal tidak perlu kau minta,Bukan kah mereka sudah menjadi orangtuamu juga?"Saka
"Aku hanya rindu orangtuaku,
Aku bertanya seperti itu karena ingin tau reaksimu jika orangtuamu pergi meninggalkanmu secara tiba-tiba dan tak bisa kembali padamu karena telah berada di diunia lain.
kira-kira apa yang akan kau lakukan?"Hana
"Tentu aku akan bersedih dan sulit menerima kenyataan nya,
Tapi aku akan terus melanjutkan hidupku dan berusaha untuk hidup dengan bahagia.
Karena jika orangtuaku melihat ku dari atas,Mereka akan bisa tenang meninggalkanku.
Sayang,Hidup itu terus berjalan dan kematian itu pasti.
Tapi terus larut dalam kesedihan takkan membuat mereka hidup kembali.
Aku,Ayahanda dan Ibu suri adalah keluarga mu yang sekarang.
Jadi jangan sampai kau kehilangan keluarga mu yang sekarang hanya karena keragu-raguanmu.
Mengerti ?" Ucap saka
Hana masih mencerna ucapan Saka..
"Meski sebenarnya perkataan saka benar,Tapi nyawa tetap harus di balas nyawa Saka.
__ADS_1
Hanya dengan begitu aku bisa menemui orangtuaku dengan bangga di akhirat nanti."Hana